My WordPress Blog

Enrico Tambunan ungkap ciri-ciri ayah Ressa Rossano, Denada terharu dan enggan bicara

Pengakuan Denada tentang Anak Kandungnya, Ressa Rizky Rossano

Adik dari artis ternama Denada, Enrico Tambunan, akhir-akhir ini menjadi sorotan setelah mengungkapkan perasaannya terkait sosok pria yang diduga menjadi ayah dari Ressa Rizky Rossano. Ressa, yang kini muncul ke publik dengan pengakuannya sebagai anak kandung Denada, membuat dunia hiburan Indonesia ramai dibicarakan.

Denada dikenal sebagai seorang ibu tunggal yang telah berjuang keras untuk kesembuhan putrinya, Aisha, yang terkena kanker. Namun, setelah melewati masa sulit tersebut, muncul rahasia yang selama 24 tahun tersembunyi. Ressa akhirnya mengetahui bahwa dirinya adalah anak kandung Denada, bukan anak dari ibunya yang selama ini ia kenal, yaitu Ratih.

Ratih, yang merupakan tante Denada, telah merawat Ressa sejak bayi. Hal ini memperumit situasi karena Ressa tidak menyadari bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Enrico, sebagai adik Denada, juga baru mengetahui bahwa Ressa adalah saudara kandungnya setelah beberapa waktu lalu.

Enrico mengungkapkan kesulitannya dalam mencari tahu siapa ayah kandung Ressa. Ia mencoba bertanya kepada Ratih, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Bahkan, saat mencoba berbicara dengan Denada, sang kakak tidak pernah membuka masa lalunya.

“Jika saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu apa yang terjadi dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ressa sendiri masih ingat tentang sosok pria yang pernah menjadi kekasih Denada pada masa lalu. Meskipun ia tidak tahu secara pasti, ia bisa menebak-negakkan siapa orangnya. “Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia,” katanya.

Enrico juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap tantenya, karena menurutnya Ratih seharusnya menyerang ayah kandung Ressa, bukan malah menyudutkan Ressa. “Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama,” ujarnya.

Menurut Enrico, Denada juga merupakan korban dari pria yang tidak bertanggung jawab. “Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi,” katanya.

Ia pun meminta Ratih untuk segera mengejar ayah biologis Ressa. “Kalau tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi,” tambahnya.

Meski begitu, Enrico mengaku hanya bisa menebak-nebak siapa pria yang dekat dengan Denada saat itu. “Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi deket sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis,” katanya.

Pengakuan Denada sebagai Ibu Kandung Ressa

Dalam sebuah video, Denada akhirnya mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Ressa karena tidak bisa membesarkannya sejak bayi.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya, dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi,” kata Denada sambil menahan haru.

Denada menjelaskan bahwa kondisi psikisnya di masa lalu menjadi alasan di balik keputusan berat tersebut. “Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan penyesalannya karena baru bisa memberanikan diri untuk memberitahu Ressa mengenai statusnya sebagai ibu kandung setelah sekian lama. “Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Denada berharap Ressa mau menerima dan memaafkannya. “Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” tuturnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *