My WordPress Blog

Dedi Mulyadi Ungkap Tipu Daya Penjual Es Gabus soal Warisan Rp 200 Ribu, Soroti Dosa

Penjelasan Gubernur Jabar tentang Kebiasaan Pembohongan Ajat Suderajat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyampaikan pernyataannya mengenai kebohongan yang dilakukan oleh Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang sempat menjadi sorotan publik. Dalam pertemuan terbaru, Dedi menyoroti kesalahan yang dilakukan oleh Ajat terkait warisan yang ia klaim hanya sebesar Rp 200 ribu dari orang tuanya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Ajat Suderajat tidak jujur dalam menjelaskan kondisi keuangannya. Menurut informasi yang diperoleh dari Ketua RW setempat, orang tua Ajat telah membelikannya rumah pada tahun 2007. Namun, Ajat mengaku bahwa ia hanya menerima uang sebesar Rp 200 ribu sebagai warisan.

“Sebenarnya orang tuanya (Suderajat) beliin rumah tahun 2007. Setelah dibelikan, dia tinggal bersama istrinya dan ketiga anaknya saat itu,” kata Ketua RW seperti dikutip dari YouTube Dedi Mulyadi.

Dedi langsung menegur Ajat karena dianggap berbohong. Ia menilai bahwa Ajat tidak memperhatikan kebenaran dalam menyampaikan informasi.

“Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus,” katanya.

Ajat akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf. Meski begitu, Dedi menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf.

“Bukannya urusan minta maaf babe enggak boleh bohong. Sama saya enggak ada masalah, tapi babe berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya sudah ngasih rumah tapi sama babe bilangnya enggak dikasih,” katanya.

Tindakan Konkret dari Gubernur Jabar

Dedi Mulyadi memberikan nasihat kepada Ajat untuk mulai berkata jujur demi memperbaiki kehidupannya ke depan. Selain itu, ia juga menyalurkan tambahan bantuan dana renovasi kepada Ajat yang saat ini terdaftar sebagai penerima program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah daerah.

Dana tambahan untuk perbaikan rumah tersebut dititipkan kepada Ketua RW yang bertanggung jawab mengoordinasikan proses renovasi.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mendatangi langsung Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang sempat ramai diperbincangkan setelah diduga menjadi korban penganiayaan aparat akibat tudingan menjual es berbahan spons. Momen pertemuan tersebut dibagikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam rekaman video itu, Dedi tampak menyerahkan setumpuk uang kepada Suderajat. Namun setelahnya, Dedi kembali mengambil sebagian dari uang tersebut karena khawatir dana itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi Suderajat tanpa menyelesaikan kewajiban yang seharusnya dipenuhi.

“Mau buat apa itu?” tanya Dedi Mulyadi.

“Buat bayar sekolah pak,” kata Suderajat.

Mendengar jawaban itu, Dedi Mulyadi justru mengambil kembali uang tersebut. Ia lalu mengatur sendiri peruntukkan bantuan itu agar benar-benar digunakan tepat sasaran.

“Bayar kontrakan setahun, nih saya aturin biar bapak beres. Nih buat kontrakan setahun, setahun kali 800 berapa? Rp 9,6 juta. Bayar sekolah dua ratus (ribu), bayar ke warung dua ratus (ribu), pas Rp 10 juta. Awas dibayarin ya. Bayar kontrakan. Atau saya uangnya ambil deh,” kata Dedi seraya mengambil kembali uang itu.

Dedi pun akan membayar kontrakan Suderajat sendiri. Ia khawatir bantuan yang diberikan disalahgunakan.

“Aku langsung bayarin kontrakannya sama saya, takut enggak dibayarin. Ini saya kasih untuk bayaran sekolah sambil ngecek ke sekolahnya. Bayaran sekolahnya saya cek dulu, kontrakannya akan saya bayar satu tahun.”

“Saya enggak percaya ama bapak bayar kontrakan sama sekolah. Sama bayar ke warungnya nanti staf saya yang bayarin. Ini aja buat modal bapak Rp 5 juta buat modal dagang. Buat beli beras segala macam sampai sebulan,” jelasnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *