Penjual Es Gabus yang Minta Mobil dan Pengalaman Menyedihkan
Suderajat, seorang penjual es gabus, memberikan pernyataan yang mengejutkan saat menjadi tamu dalam acara talk show Pagi-pagi Ambyar di TransTV. Ia mengungkapkan keinginannya untuk memiliki mobil, meskipun telah menerima hadiah berupa motor dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras.
Perasaan Suderajat terhadap pemberian motor tersebut tidak sepenuhnya puas. Ia menyampaikan bahwa ia sebenarnya berharap mendapatkan mobil agar bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Pernyataan ini membuat suasana studio menjadi riuh dan para host, Ryan Ibram serta Dewi Perssik, kaget dengan keluhan Suderajat.
Dewi Perssik langsung memberikan nasihat yang menyejukkan kepada Suderajat. Ia menekankan pentingnya rasa syukur atas rezeki yang sudah diterima. “Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi,” ujar Dewi sambil tersenyum.
Pengalaman Berjualan Selama 30 Tahun
Suderajat juga bercerita tentang pengalamannya menjual es gabus selama lebih dari 30 tahun. Ia mengaku sudah bekerja sejak jam 5 pagi hingga sekolah di Kemayoran jam 7. Meskipun usaha ini sudah berjalan lama, ia masih merasa kesulitan dalam menjalankannya.
Kasus viral yang terjadi beberapa waktu lalu juga membuatnya merasa khawatir. Saat itu, seorang anak perempuan membeli dagangannya. Anak tersebut tampak mencurigai es gabus yang dijual oleh Suderajat. Menurut Suderajat, anak itu mengatakan bahwa es tersebut adalah palsu karena berasal dari spons bedak.
Meskipun Suderajat sudah meyakinkan sang anak bahwa es tersebut asli, hal ini justru memicu kecurigaan dari beberapa oknum aparat. Mereka langsung menginterogasi dirinya. “Datang 10 orang, saya ditonjok, ‘ngaku gak lu, ngaku gak lu’. Saya udah ngomong, tapi budek dia,” cerita Suderajat dengan nada kesal.
Peristiwa yang Mengubah Hidupnya
Menurut Suderajat, ia sudah berjualan di sekolah tersebut selama 10 tahun tanpa pernah ada komplain dari anak-anak sekolahan. Namun, setelah insiden tersebut, ia dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Bahkan, es gabus yang ia jual juga diperiksa. “Dibawa ke kantor polisi, baru dipulangin jam 3 subuh. Es nya dites, ternyata asli. Terus pada minta maaf ke saya, sampe suduj di kaki,” tutur Suderajat.
Sehari-hari, Suderajat bisa membawa pulang uang sebesar Rp 200 ribu sebagai keuntungan dari usahanya. “Harga es Rp 2.000 dari sananya (modal) Rp 500, habis 150 buah. Setor Rp 75 ribu, bisa bawa pulang Rp 300 ribu sehari,” ungkap dia.
Namun, hingga saat ini, Suderajat masih belum berani melanjutkan usahanya. “Belum jualan lagi, takut diincer, takut dibunuh,” katanya.













