My WordPress Blog

Kofi Djohar, Spot Ngopi Unik di Pasar dengan Cerita Menu Favorit Pengunjung

Kofi Djohar: Tempat Ngopi yang Membaur dengan Aktivitas Pasar

Di tengah semangat modernisasi, tempat ngopi biasanya identik dengan desain estetik, pendingin udara, dan pengunjung yang memakai gawai atau laptop. Namun, suasana itu berbeda ketika mengunjungi sebuah kedai kopi di Pasar Johar Semarang. Kedai bernama Kofi Djohar menawarkan pengalaman unik yang berbeda dari kafe-kafe biasanya.

Konsep yang Berbeda

Kofi Djohar berada di kios layaknya pedagang pasar lainnya. Meski sederhana, kedai ini menjadi magnet bagi para penikmat kopi dari berbagai kalangan. Berbeda dari kafe pada umumnya, Kofi Djohar menyajikan kopi Hainan Style yang membuat suasana ruang ngopi terasa hangat dan nyaman.

Pemilik kedai, Zippo (35), menjelaskan bahwa konsep Kofi Djohar dibuat untuk bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa batasan status sosial. “Di sini tidak ada kelas, enggak ada status, enggak ada gap. Semua bisa masuk,” ujarnya.

Zippo mengatakan bahwa awal mula membuka kedai kopi berasal dari kecintaannya pada kopi sejak tahun 2011. Ia mulai membuka kedai pertamanya di Jakarta pada 2015, lalu merambah ke pasar-pasar tradisional sejak 2022. Tujuannya adalah untuk membangkitkan minat generasi muda agar kembali datang ke pasar.

Antusiasme Pengunjung

Kofi Djohar telah beroperasi selama sekitar 20 hari dan sudah mendapat antusiasme yang luar biasa dari warga Semarang. Zippo mengatakan bahwa antusiasme masyarakat melebihi ekspektasinya. “Semarang ‘ngeri’, ngeri antusiasnya. Pengopi-pengopinya enggak kelihatan. Nah ketika kita buka, baru muncul semua,” katanya.

Jumlah pengunjung rata-rata mencapai 50 orang saat hari biasa dan naik hingga 150 orang saat akhir pekan. Bahkan, sebagian pengunjung datang dari luar kota seperti Jepara. Mayoritas pelanggan Kofi Djohar adalah usia 30 tahun ke atas hingga lanjut usia, meskipun ada juga Gen-Z yang datang.

Menu yang Sederhana Tapi Nikmat

Menu utama Kofi Djohar hanya terdiri dari dua pilihan, yaitu kopi O atau kopi hitam dan kopi susu klasik. Tambahannya termasuk kopi susu butter, toast, telur setengah matang, dan milktea. Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari Rp7.000 hingga Rp19.000.

Ruang Pertemuan Sosial

Keberadaan Kofi Djohar tidak hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan sosial. Salah satu pengunjung, Hariyadi (75), mengatakan bahwa suasana di Kofi Djohar sangat nyaman dan terbuka. Menurutnya, kopi itu sama, tetapi narasi dan interaksi yang tercipta di dalam ruang tersebut yang membedakan.

Hariyadi menilai bahwa lokasi Kofi Djohar di area pasar mendukung terciptanya interaksi antar orang dari berbagai latar belakang. Ia mengatakan bahwa di sini, orang bisa duduk tanpa batasan waktu dan tanpa tuntutan tertentu. “Kita saling enggak kenal, jadi ngobrol. Orang Indonesia itu gampang kenal,” ujarnya.

Pengalaman Unik di Pasar

Lenny (31) mengaku mengetahui keberadaan Kofi Djohar melalui media sosial. Menurutnya, suasana di Kofi Djohar terasa nyaman dan terbuka. Lokasinya yang berada di area pasar memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kedai kopi biasanya.

“Vibes-nya enak ya, sepoi-sepoi, dan merakyat,” ujar Lenny. Ia juga menilai harga yang terjangkau membuat Kofi Djohar tidak terkesan eksklusif.

Dari sisi lokasi, Lenny menilai bahwa konsep Kofi Djohar berbeda dari kafe lain di Kota Semarang karena letaknya di pasar. “Kebetulan aku suka ngafe. Yang dicari yang penting enak, terus enggak sumuk ‘gerah’. Kalau ngopi di pasar ini hal baru. Ada sensasi dan suasana yang berbeda, menurut saya ya,” ungkapnya.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *