Persiapan Menuju Ramadhan 1447 H
Di tengah memasuki pekan ketiga Januari 2026, umat Muslim di Indonesia mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender masehi, Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada awal tahun. Meski penetapan resminya masih menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah, sejumlah otoritas keagamaan telah merilis estimasi awal puasa yang dapat dijadikan acuan sementara bagi masyarakat.
Hitung Mundur Puasa 2026
Jika merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dihitung dari hari ini, Jumat (23/1/2026), maka hitung mundur puasa 2026 menunjukkan waktu sekitar 27 hari lagi. Jika dikonversikan ke dalam satuan pekan, puasa 2026 berapa minggu lagi jawabannya adalah sekitar 4 minggu ke depan. Bagi Anda yang bertanya puasa 2026 kurang berapa lagi, sisa waktu kurang dari satu bulan ini merupakan fase krusial.
Dalam periode ini, umat Muslim diimbau mulai mempersiapkan kesehatan fisik serta menyelesaikan kewajiban syariat yang tertunda dari tahun sebelumnya. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah melunasi utang puasa tahun lalu.
Penetapan Awal Puasa oleh Muhammadiyah dan Pemerintah
Pertanyaan mengenai kapan puasa 2026 atau Ramadhan mulai tanggal berapa kerap muncul karena adanya potensi perbedaan metode penetapan. Di Indonesia, terdapat dua acuan utama dalam menentukan kalender Islam yaitu metode Hisab dan metode Rukyatul Hilal.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), telah menginformasikan bahwa awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Metode ini berpatokan pada peredaran bulan dan perhitungan astronomis semata, tanpa harus melihat hilal secara fisik dengan mata telanjang. Dalam pandangan Muhammadiyah, bulan baru dianggap sudah masuk apabila telah memenuhi tiga kriteria wujudul hilal secara kumulatif.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang dilakukan menjelang masuknya bulan Ramadhan. Dalam praktiknya, sidang isbat melibatkan unsur pemerintah, MUI, perwakilan ormas Islam, dan para ahli, lalu memadukan data hisab serta laporan rukyat (pemantauan hilal). Dalam kalender tersebut, 1 Ramadhan 1447 H dicantumkan jatuh pada 19 Februari 2026.
Perbedaan Metode dan Kriteria Visibilitas Hilal
Potensi perbedaan awal puasa di Indonesia umumnya terjadi karena perbedaan kriteria visibilitas hilal. Pemerintah Indonesia mengacu pada kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Kriteria MABIMS menetapkan bahwa hilal dinyatakan sah atau dapat dilihat (imkanur rukyat) apabila ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi (jarak lengkung Bulan-Matahari) minimal 6,4 derajat.
Perbedaan sering terjadi ketika posisi bulan sudah berada di atas ufuk (positif) menurut hisab Muhammadiyah, namun ketinggiannya belum mencapai standar 3 derajat atau elongasinya kurang dari 6,4 derajat menurut kriteria MABIMS yang dipakai Pemerintah. Dalam kondisi seperti itu, Muhammadiyah akan menetapkan besoknya sudah masuk Ramadhan karena bulan sudah wujud. Sementara Pemerintah akan menetapkan besoknya belum masuk Ramadhan karena hilal dianggap belum memenuhi syarat visibilitas untuk bisa diamati.
Namun, jika pada saat pemantauan posisi bulan sudah tinggi dan memenuhi syarat MABIMS, maka besar kemungkinan awal puasa Ramadhan 2026 akan berlangsung serentak.
Persiapan Menuju Puasa 2026
Sembari menunggu kepastian awal puasa 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kemenag mengingatkan pentingnya melunasi utang puasa tahun lalu. Sebelum waktu habis, umat Muslim yang memiliki tanggungan wajib membayarnya dengan puasa qadha. Salah satu syarat sah pelaksanaannya adalah dengan membaca niat mengganti puasa pada malam hari.
Berikut adalah lafal niat qadha puasa yang dirujuk dari panduan resmi Baznas:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Kemenag menegaskan bahwa batas waktu mengganti puasa adalah hingga bulan Syaban. Sangat tidak dianjurkan menunda-nunda pembayaran utang puasa hingga mendekati hari-hari terakhir menjelang Ramadhan jika tidak dalam kondisi mendesak.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











