Perpindahan Elite Partai NasDem ke PSI: Strategi Politik untuk Pemilu 2029
Pergeseran politik yang terjadi di Indonesia kini semakin menarik perhatian publik. Sejumlah elite Partai NasDem dikabarkan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebuah fenomena yang dianggap sebagai langkah strategis besar-besaran dalam memperkuat basis politik PSI menjelang Pemilu 2029.
Siapa Saja yang Pindah?
Beberapa tokoh penting dari Partai NasDem telah resmi bergabung dengan PSI. Salah satu yang paling mencolok adalah Ahmad Ali, mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem dan anggota DPR RI dua periode (2014–2024). Ia kini dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI. Kepergian Ahmad Ali menggugurkan statusnya sebagai anggota NasDem, sekaligus membawa pengalaman manajerial tingkat tinggi ke dalam struktur partai pimpinan Kaesang Pangarep.
Selain Ahmad Ali, Bestari Barus, mantan Ketua DPP NasDem, juga ikut bergabung dengan PSI. Kini ia menjabat posisi strategis di DPP PSI yang bertanggung jawab atas urusan politik partai. Kehadirannya memperkuat indikasi adanya “talent drain” atau pengurasan talenta dari NasDem ke PSI, di mana politisi yang memiliki jam terbang tinggi di kancah nasional memilih untuk membangun mesin politik baru di bawah bendera bunga mawar.
Ricky Valentino, tokoh muda yang dikenal sebagai Koordinator Nasional Relawan Amin 2024, juga resmi menancapkan kakinya di PSI. Ia dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Ketua Bidang Pemilih Pemula. Posisi ini menjadi pintu gerbang bagi PSI untuk menjaring hati generasi muda, terutama mereka yang baru pertama kali mencoblos dalam pesta demokrasi.
Perluasan Migrasi ke Tingkat Daerah
Eksodus ini tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga merambah hingga ke level akar rumput dan struktur daerah. Sejumlah mantan pengurus daerah dan relawan NasDem, seperti Hamjadid (mantan Ketua Bappilu NasDem Lombok Utara), turut mengalihkan dukungannya ke PSI. Migrasi kolektif ini membuktikan bahwa perpindahan tersebut bukan sekadar ambisi individu elite di Jakarta, melainkan diikuti oleh gerbong jaringan lokal yang berpotensi membawa basis suara regional berpindah haluan.
Rusdi Masse Ikut Bergabung?
Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) Rusdi Masse Mappasessu mundur dari Partai Nasdem. Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni membenarkan surat pengunduran Rusdi Masse sudah diterima oleh pengurus pusat Nasdem.
Awalnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa PSI dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Januari awal Februari di Hotel Claro, Makassar. Saat dikonfirmasi mengenai kepastian bergabungnya Rusdi Masse, Bestari meminta publik bersabar dan menantikan Rakernas PSI. Ia juga menyebutkan bahwa akan ada lebih dari satu tokoh yang akan bergabung dengan PSI dalam momen Rakernas.
Faktor Jokowi dan Ahmad Ali
Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, ada dua faktor utama yang membuat PSI kian menarik bagi politisi lintas partai menjelang Pemilu 2029.
Faktor Jokowi
Pertama, PSI saat ini semakin identik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Adi menilai, kedekatan PSI dengan Jokowi menjadi daya tarik elektoral yang kuat, terlebih setelah Jokowi menyatakan komitmennya untuk turun total memenangkan PSI. PSI saat ini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Jokowi sendiri disebut-sebut duduk menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.
Faktor Ahmad Ali
Kedua, faktor figur Ahmad Ali dinilai turut memperkuat arus perpindahan kader NasDem ke PSI. Kehadiran Ahmad Ali diyakini mampu membawa serta gerbong politik dan jaringan NasDem, yang berpotensi memperkuat mesin politik PSI secara signifikan. Ahmad Ali sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem hingga akhirnya pindah ke PSI dan menjadi Ketua Harian DPP PSI.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











