Inovasi dan Perubahan untuk Membangkitkan Kembali Aktivitas Pasar Tradisional
Bupati Rejang Lebong, Fikri Thobari, mengusulkan perubahan Pasar Atas Curup menjadi pasar modern kepada Kementerian Perdagangan. Usulan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional yang dinilai mulai lesu. Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi sepi yang terjadi tidak hanya pada Pasar Atas, tetapi juga di Pasar Bang Mego.
Pemerintah daerah mendorong berbagai inovasi melalui Dinas Perindag agar pasar kembali ramai dan diminati masyarakat. Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah penambahan permainan di Pasar Bang Mego. Menurut Bupati, konsep penataan pasar ke depan tidak hanya berfokus pada fungsi jual beli, tetapi juga pada kenyamanan dan daya tarik kawasan pasar. Ia menjelaskan bahwa area yang bukan los pemerintah akan dibongkar agar terkesan lapang dan tidak kumuh.
Pasar Atas Curup juga akan dijadikan pasar modern. Proposal untuk perubahan tersebut telah diajukan dan pihaknya berharap dapat segera bertemu dengan Menteri Perdagangan. “Kami sudah menyiapkan proposal, apa yang diharapkan tadi menjadi pasar modern. Semoga pihak kementerian bisa mengakomodir,” ujar Bupati.
Pengaruh Perubahan Pola Belanja Masyarakat
Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menambahkan bahwa sepinya pasar tradisional dipengaruhi oleh perubahan pola belanja masyarakat. Berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah pasar, ia menilai masyarakat kini lebih banyak berbelanja secara daring. “Mengapa pasar sepi, itu kami sering berkunjung ke pasar-pasar dan kami menemukan jawabannya. Pasar sepi karena masyarakat sekarang banyak menggunakan belanja online melalui handphone,” kata Hendri.
Perubahan cara bertransaksi ini menjadi tantangan bagi pasar tradisional. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersepakat untuk merumuskan kembali konsep pasar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Itu mengubah cara masyarakat bertransaksi atau belanja. Kami sepakat dengan bupati akan merumuskan kembali pasar tradisional dan pasar sekarang agar diaktifkan kembali dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, khususnya Dinas Perindag Rejang Lebong,” pungkas Hendri.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati
Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari, SE., M.AP bersama Wakil Bupati Dr. Hendri Praja, SSTP, M.Si menggelar kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) siang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pemangku kepentingan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa satu tahun masa kepemimpinan bukanlah waktu yang panjang. Namun demikian, menurutnya, periode tersebut menjadi fase penting untuk menata arah pembangunan daerah secara bertahap dan terukur.
Komitmen Menjaga Stabilitas dan Program Prioritas
Bupati Fikri Thobari menegaskan bahwa konsistensi roda pemerintahan menjadi salah satu komitmen utama pemerintah daerah. Selain itu, menjaga stabilitas daerah serta memastikan program-program prioritas tetap berjalan di tengah dinamika yang ada juga menjadi fokus utama.
Selama satu tahun kepemimpinan, sejumlah capaian penting berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Capaian tersebut di antaranya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan sektor pendidikan. Di sektor pendidikan, pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan sekolah gratis serta program orang tua asuh bagi masyarakat penerima manfaat.
Penguatan Ekonomi dan Promosi Wisata
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga telah melakukan audiensi dengan pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kota Lubuklinggau sebagai bentuk kolaborasi promosi wisata daerah. “Terkait upaya menjadikan Rejang Lebong sebagai daerah tujuan wisata, kami sangat menyadari bahwa akses menjadi kebutuhan utama. Saat ini kita memang belum memiliki bandara, sehingga kami bersepakat menjalin kerja sama melalui MoU dengan Kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau,” jelas Bupati.
Peningkatan Infrastruktur Daerah
Bukti nyata pembangunan lainnya terlihat dari peningkatan infrastruktur di berbagai sektor. Peningkatan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, drainase, jembatan, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Pemerintah daerah juga terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya dalam penanganan jalan yang berstatus kewenangan provinsi.
Fokus Penurunan Stunting
Selain pembangunan infrastruktur dan ekonomi, penurunan angka stunting juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri Praja, menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan hasil konkret pada sektor-sektor prioritas tersebut. “Target kita pada tahun pertama ini, Rejang Lebong menjadi salah satu daerah dengan penurunan angka stunting terbaik di Provinsi Bengkulu. Selain itu, tingkat kemiskinan juga berhasil kita tekan,” ujar Hendri.
Tantangan Fiskal ke Depan
Meski mencatat berbagai capaian, Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi ke depan. Salah satu tantangan tersebut berkaitan dengan keterbatasan fiskal daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan anggaran yang cermat, efektif, serta kolaboratif dengan berbagai pihak.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











