Keanu Angelo Berbagi Percakapan Terakhir dengan Lula Lahfah Sebelum Meninggal
Keanu Angelo, seorang selebgram dan influencer ternama, membagikan percakapan terakhirnya dengan sahabatnya, Lula Lahfah, yang meninggal dunia. Percakapan tersebut terjadi satu hari sebelum kepergian Lula, yang mengungkapkan kondisi kesehatannya yang memprihatinkan.
Dalam percakapan itu, Lula menyebutkan bahwa ususnya mengalami penebalan dan harus menjalani prosedur colonoscopy. Ia juga mengaku sangat takut karena akan diberi bius total selama prosedur tersebut. Pesan-pesan Lula dalam chat menunjukkan rasa cemas dan ketakutan yang mendalam.
“Nu gue takut,” tulis Lula.
“Usus gue masih bengkak penebalan.”
“Terus gue harus colonoscopy, diteropong, bius total, dimasukin selang kamera dari ****”
“Gue takut banget,” imbuhnya.
Keanu berusaha menenangkan Lula dengan kata-kata dukungan. “Enggak apa-apa, everything is gonna be oke, santai dzikir,” tulis Keanu.
Ayah Lula Ungkap Gelagat Putrinya
Ayah dari Lula Lahfah, Feroz Marikar, akhirnya buka suara setelah jenazah putrinya dikuburkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, Lula menunjukkan gelagat yang berbeda.
Feroz mengatakan bahwa tidak ada firasat apapun yang dirasakannya sebelum Lula meninggal. Namun, ia mengingat bahwa seminggu sebelum kabar duka, Lula tiba-tiba mengajak keluarga untuk makan bersama di rumah. Hal ini membuat Feroz merasa aneh. Saat ditanya alasan, Lula hanya menjawab “nggak ada apa-apa”.
Menurut Feroz, Lula adalah sosok yang baik dan peduli pada keluarga serta teman-temannya. Ia juga melihat bahwa Lula selalu bersikap baik kepada orang-orang di sekitarnya.
Reaksi Reza Arap
Reza Arap, kekasih Lula Lahfah, memberikan reaksi yang sangat emosional setelah mendengar kabar kematian kekasihnya. Ia memutuskan untuk membatalkan acara manggung bersama band Weird Genius. Reza juga terlihat berada di sekitar rumah sakit dan menemui keluarga Lula.
Di Instagram Story-nya, Reza sempat mengunggah video saat menangis dan mengucapkan maaf. “Maaf, bener-bener maaf,” ucap Arap sesenggukan. Namun, video tersebut kemudian dihapus olehnya.
Melalui akun X-nya, @yourbae, Reza menulis singkat: “Take me instead (Bawa aku saja (sebagai gantinya))”. Postingan tersebut langsung mendapat banyak perhatian, meskipun Reza memilih menutup kolom komentar.
Pemilik nama asli Reza Oktovian ini juga terlihat menangis tanpa henti saat jenazah Lula di makamkan. Ia terdengar mengeluarkan isak tangis dan penyesalan yang mendalam. Reza bahkan mengungkapkan amarahnya setelah Lula pergi untuk selama-lamanya.
“Jawab gue, kenapa semua orang ninggalin gue. Kenapa?” teriak Reza.
Mencoba ditenangkan sahabatnya, Reza mengaku tidak peduli jika ia bakal dihujat setelah ini. “Gue nggak peduli,” tambahnya.
Polisi Tunggu Hasil Visum
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus meninggalnya Lula Lahfah di apartemen miliknya di lantai 25 kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Lula ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) bernama Asiah setelah korban tidak merespons saat pintu kamar hendak dibuka.
Saat ini, ART, sopir, dan sekuriti dimintai keterangan. Informasi ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah. “ART, sopir, sekuriti, baru itu saja karena mereka yang menginfokan ke kita juga,” ujarnya.
Meski ada dugaan awal korban meninggal karena sakit, polisi masih menyelidiki penyebab kematian. Pasalnya, hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit belum keluar. “Kalau untuk yang Lula itu kan masih nunggu dokter dulu. Kita enggak bisa ngasih keterangan karena dokternya sendiri dari Rumah Sakit Fatmawati,” kata dia.
Hasil visum sementara atau rekam medis dari RS Fatmawati baru akan diterima polisi pada Senin mendatang. “Senin baru ada hasil dari visum sementaranya mereka, rekam medis lah jatuhnya karena autopsi tidak dilaksanakan,” ucap dia.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











