My WordPress Blog

Kesalahan Berulang Fernandes, PSM Makassar Butuh Bek Baru

Evaluasi Performa Yuran Fernandes di PSM Makassar

PSM Makassar, yang dikenal sebagai salah satu klub sepak bola terbaik di Indonesia, kini tengah menghadapi tantangan besar dalam hal penampilan pemainnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Yuran Fernandes, bek asal Tanjung Verde yang sebelumnya dianggap sebagai tulang punggung lini belakang Juku Eja. Namun, beberapa kesalahan fatal yang dilakukannya dalam beberapa pertandingan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran baik dari pengamat maupun suporter.

Kesalahan terbaru terjadi saat PSM Makassar kalah 0-2 dari Persijap Jepara pada pekan 18 Super League 2025/2026. Gol kedua yang dicetak oleh Iker Guarrotxena di menit 61 bermula dari blunder Yuran Fernandes. Bola crossing dari Persijap ke kotak penalti seharusnya bisa diantisipasi dengan mudah oleh Yuran, namun ia justru memilih untuk menahan bola, sehingga lawan berhasil merebut dan mencetak gol. Kesalahan ini sangat fatal, apalagi Yuran adalah kapten tim.

Kesalahan Berulang yang Mengkhawatirkan

Ini bukanlah pertama kalinya Yuran Fernandes membuat kesalahan yang merugikan tim. Dalam pertandingan melawan Dewa United pada pekan 12, ia melakukan tiga kesalahan, meskipun tidak berujung gol. Di pertandingan melawan Persis Solo pada pekan 14, dua gol yang dicetak oleh Gervane Kastaneer juga bermula dari kesalahan antisipasi dan penguasaan bola oleh Yuran. Sementara itu, saat melawan Persebaya Surabaya, Yuran ceroboh dengan umpan yang lemah, yang akhirnya dipotong oleh Francisco Rivera.

Selain itu, dalam pertandingan melawan Malut United dan Bali United, PSM Makassar kebobolan ketika Yuran Fernandes maju membantu serangan. Serangan balik cepat dari lawan menyebabkan gawang PSM Makassar kebobolan, sehingga tim harus menerima kekalahan.

Keperluan untuk Memperkuat Lini Pertahanan

Dengan situasi seperti ini, PSM Makassar perlu segera memperkuat lini pertahanan. Yuran Fernandes tidak memiliki pelapis yang cukup di posisi bek. Ketergantungan terlalu besar pada satu pemain bisa berdampak negatif, karena jika Yuran tidak dalam kondisi optimal, lini belakang akan rentan.

Anggota Komunitas VIP Utara (KVU) Sulyadi Abbas menilai bahwa Yuran Fernandes harus dievaluasi. Menurutnya, dalam lima pertandingan terakhir, Yuran selalu membuat kesalahan yang merugikan tim. Salah satunya adalah gol kedua dari Persijap, yang seharusnya bisa dihindari jika Yuran membuang bola secara tepat.

Sulyadi juga meminta Manajemen PSM Makassar untuk segera mendatangkan pemain baru, khususnya di barisan belakang. Ia menilai bahwa tanpa adanya pesaing, Yuran bisa menjadi lebih santai dan kurang fokus dalam bertanding.

Pandangan Pengamat Sepak Bola

Pengamat Sepak Bola Toni Ho mengatakan bahwa ia belum tahu pasti penyebab penurunan performa Yuran Fernandes. Dulu, Yuran adalah sosok yang tangguh di lini belakang, tetapi kini penampilannya kurang maksimal. Ia menduga bahwa Yuran mungkin sudah tidak sepenuh hati di PSM Makassar, atau mungkin hanya sedang dalam masa sulit.

Namun, Toni Ho menekankan bahwa kesalahan tidak hanya terletak pada Yuran saja. PSM Makassar dalam enam pertandingan terakhir gagal meraih kemenangan, bahkan menderita lima kekalahan dan sekali seri. Ini menunjukkan bahwa masalah ada pada seluruh tim, bukan hanya pada satu pemain.

Solusi yang Diharapkan

Menurut Toni Ho, Yuran Fernandes butuh pesaing di lini belakang. Oleh karena itu, Manajemen PSM Makassar perlu segera mendatangkan pemain baru berposisi bek. Tambahan pemain ini juga bertujuan untuk mengantisipasi jika ada pemain lain yang cedera atau terkena akumulasi kartu.

Ia menyarankan agar posisi stopper memiliki empat hingga lima pemain, sehingga ada pilihan alternatif. Kualitas pemain baru tersebut tidak boleh jauh berbeda dari Yuran, agar tidak menimbulkan masalah di lapangan.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *