Debut yang Mengesankan: Bruno Paraiba Cetak Gol Pertama untuk Persebaya Surabaya
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya dalam pekan ke-18 Super League 2025/2026 berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal babak pertama. Di Stadion Sultan Agung, tim tamu Persebaya Surabaya berhasil memperoleh kemenangan telak dengan skor 3-0. Salah satu tokoh utama dalam kemenangan ini adalah Bruno Paraiba, penyerang asal Brasil yang langsung mencuri perhatian setelah masuk dari bangku cadangan.
Bruno Paraiba memasuki lapangan pada menit ke-45+24 dan hanya butuh empat menit untuk mencetak gol debutnya. Dengan assist dari Jefferson Junio Antonio da Silva, ia melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung oleh kiper PSIM. Gol ini menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya yang akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 3-0.
Babak Pertama yang Penuh Tekanan
PSIM Yogyakarta tampil agresif sejak awal laga. Pada menit ke-7, Jose Pedro Magalhaes Valente memberikan ancaman nyata dengan tembakan tepat sasaran yang memaksa pertahanan Persebaya bekerja ekstra. Semenit kemudian, Norberto Ezequiel Vidal menciptakan peluang yang diikuti oleh Fahreza Sudin, meski tembakannya masih bisa digagalkan oleh bek lawan.
Persebaya Surabaya tidak tinggal diam dan mulai keluar dari tekanan setelah menit ke-10. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas serta Bruno Moreira Soares mencoba peruntungan, tetapi usaha mereka masih bisa digagalkan oleh barisan belakang PSIM. Pada menit ke-23, Nermin Haljeta kembali memberikan ancaman, namun tembakannya belum menemui sasaran.
Ketegangan meningkat ketika Leonardo Silva Lelis diganjar kartu kuning pada menit ke-28. Momentum krusial terjadi pada menit ke-34 ketika Persebaya Surabaya memecah kebuntuan. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan assist Bruno Moreira Soares dan membawa Persebaya Surabaya unggul 1-0.
Babak Kedua yang Memastikan Kemenangan
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya langsung tancap gas dan nyaris menggandakan keunggulan. Francisco Israel Rivera Davalos mengancam pada menit 45+7 setelah menerima umpan matang dari Bruno Moreira Soares. Meski begitu, PSIM berusaha merespons lewat Jose Pedro Magalhaes Valente dan Andy Setyo Nugroho, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi masalah.
Perubahan pemain mulai dilakukan kedua tim untuk mengubah jalannya laga. Rachmat Irianto masuk menggantikan Toni Firmansyah, sementara PSIM menarik Fahreza Sudin dan Andy Setyo Nugroho. Momen yang paling ditunggu akhirnya terjadi pada menit ke-45+24 saat Persebaya Surabaya memasukkan Bruno Paraiba menggantikan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.
Keputusan tersebut terbukti jitu dan langsung berdampak besar bagi jalannya pertandingan. Hanya empat menit berada di lapangan, Bruno Paraiba mencetak gol debutnya untuk Persebaya Surabaya pada menit ke-45+28. Menerima assist Jefferson Junio Antonio da Silva, striker anyar itu melepaskan tembakan tepat sasaran yang tak mampu dibendung kiper PSIM.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Persebaya Surabaya semakin melonjak. PSIM justru terlihat goyah dan kesulitan mengembangkan permainan setelah tertinggal dua gol di kandang sendiri. Petaka bagi PSIM belum berhenti sampai di situ. Pada menit ke-45+38, Rachmat Irianto mencetak gol ketiga Persebaya Surabaya lewat tembakan akurat, memastikan keunggulan 3-0 bagi tim tamu.
Penampilan Solid Lini Tengah dan Belakang
Selain Bruno Paraiba, penampilan solid lini tengah dan belakang Persebaya Surabaya juga patut mendapat apresiasi. Ernando Ari Sutaryadi dan rekan-rekannya tampil disiplin serta mampu meredam tekanan PSIM sepanjang laga. Hasil ini menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk menjaga momentum di kompetisi Super League musim ini.
Sementara bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan telak di kandang sendiri menjadi pekerjaan rumah besar untuk segera berbenah di laga-laga berikutnya. Kemenangan ini menegaskan dominasi Persebaya Surabaya atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











