My WordPress Blog

Tiga pemain Inter Milan tampil buruk saat melawan Pisa, Chivu berbeda

Performa Buruk Tiga Pemain Inter Milan Meski Klub Menang Lawan Pisa

Pada pertandingan Liga Italia Serie A antara Inter Milan melawan Pisa, klub pemuncak klasemen sementara berhasil mengalahkan tim promosi dengan skor 6-2. Meskipun kemenangan tersebut terasa gemilang, beberapa pemain Inter Milan tampil di bawah standar dan mendapat kritik tajam dari para penggemar.

1. Yann Sommer: Kiper yang Gagal Memenuhi Harapan

Yann Sommer, penjaga gawang Inter Milan, menjadi sorotan utama setelah dua gol yang bersarang ke gawangnya murni disebabkan oleh kesalahan pribadinya. Gol pertama terjadi akibat kecerobohan Sommer dalam mengirimkan umpan di area pertahanan. Bola dari Henrikh Mkhitaryan sebenarnya dapat disambut sempurna oleh Sommer, namun sang kiper gagal meneruskan umpan ke Piotr Zielinski.

Aksi ceroboh Sommer itu menjadi mimpi buruk, lantaran bola berada di antara Zielinski dan Bastoni, tetapi malah jatuh tepat di kaki penyerang Pisa, Stefano Moreo. Tak ayal, Moreo mengonversi bola dengan sepakan menggantung untuk mengejutkan Inter Milan.

Kesalahan tersebut tak bisa dimaafkan, apalagi Sommer punya reputasi sebagai kiper berpengalaman dan tampil apik musim lalu. Tetapi belakangan ini, performa penjaga gawang berusia 37 tahun itu jauh menurun.

Statistik Yann Sommer musim ini sangat tak bisa dibanggakan. Eks kiper Bayern Muenchen itu berada di peringkat ke-19 dalam hal mencegah gol bersarang ke gawangnya. Lagipula, Sommer tidak hanya gagal mencegah satu gol pun tetapi juga kebobolan 1,3 gol lebih banyak dari antisipasi yang bisa dilakukannya.

Meski masih mengoleksi jumlah clean sheet yang baik di Serie A, dengan total 10 kali dari 20 penampilan, jumlah gol yang bersarang ke gawangnya sangat banyak, yaitu 18. Masalah ini harus menjadi perhatian serius bagi Cristian Chivu jika tidak ingin kalah dengan cara ceroboh.

2. Luis Henrique: Winger yang Gagal Memenuhi Harapan

Luis Henrique, winger asal Brasil, juga tampil buruk dalam pertandingan melawan Pisa. Ia gagal memenuhi harapan sebagai pelapis Dumfries yang cedera. Menghadapi Pisa, Luis Henrique mendapatkan banyak bola dan situasi yang bagus untuk menciptakan ancaman. Tetapi, pemain 24 tahun itu tampak kebingungan beroperasi di sayap kanan.

Puncaknya, Chivu menariknya keluar pada menit 35 digantikan Federico Dimarco. Ini merupakan hukuman yang serius, lantaran Chivu lebih memilih pemain kidal, Carlos Augusto untuk mengisi sektor sayap kanan. Henrique meninggalkan lapangan dengan cemoohan dan siulan fans.

Namun, Chivu tetap membela Luis Henrique dengan berdalih keputusan pergantian pemain murni karena alasan taktik, bukan hukuman untuk sang pemain. Sejak berseragam Inter Milan awal musim ini, Luis Henrique sudah mendapatkan kesempatan bermain yang layak, terlebih seiring cedera yang dialami Dumfries. Henrique memainkan 17 pertandingan di Serie A, tetapi hanya berkontribusi dengan sebiji assist.

3. Marcus Thuram: Penyerang yang Gagal Memanfaatkan Peluang

Marcus Thuram, penyerang asal Prancis, juga kurang mengesankan dalam pertandingan tersebut. Masuk pada menit 61 menggantikan Pio Esposito, ia sebenarnya diharapkan bisa lebih cepat membunuh pertandingan. Tetapi sejumlah peluang emas hanya dilewatkan begitu saja oleh penyerang asal Prancis ini.

Penampilan Marcus Thuram juga membuat Chivu sedikit kesal. Beruntung ia terselamatkan dengan sumbangan assist untuk gol Federico Dimarco. “Satu-satunya penyesalan adalah tidak lebih cepat mencetak gol keempat untuk menjadikan skor 4-2,” kata Chivu.

Thuram sudah lima pertandingan beruntun tak kunjung mencetak gol, padahal ia kerap dipercaya sebagai starter. Gol terakhir yang dicetaknya tercipta saat masuk sebagai pemain pengganti menghadapi Parma. Setelah itu, tak ada lagi yang bisa diperbuat Marcus Thuram untuk membuatnya konsisten mencatatkan nama di papan skor.

Jika masalah ini berlarut, Inter bakal kesulitan menang di tengah jadwal padat yang menanti hingga akhir Februari.

Rating Pemain Inter Milan vs Pisa di Liga Italia Serie A

  • Inter Milan (3-5-2)
  • Yann Sommer – 4
  • Yann Bisseck – 6,5
  • Stefan De Vrij – 6
  • Alessandro Bastoni – 6,5
  • Luis Henrique – 5
  • Petar Sucic – 6
  • Piotr Zielinski – 7,5
  • Henrikh Mkhitaryan – 7
  • Carlos Augusto – 6
  • Lautaro Martinez – 7
  • Pio Esposito – 7
  • Cadangan:
    • Federico Dimarco – 8
    • Nicolo Barella – 6
    • Marcus Thuram – 6
    • Manuel Akanji – 6
    • Ange-Yoan Bonny – 6,5
  • Pelatih: Cristian Chivu – 7

  • Pisa (3-4-2-1)

  • Simone Scuffet – 6,5
  • Arturo Calabresi – 6,5
  • Simone Canestrelli – 5,5
  • Francesco Coppola – 4
  • Idrissa Toure – 5,5
  • Michel Aebischer – 5
  • Marius Marin – 5
  • Samuele Angori – 5
  • Matteo Tramoni – 5
  • Stefano Moreo – 7
  • Henrik Meister – 6,5
  • Cadangan:
    • Rafiu Durosinmi – 5
    • Ebenezer Akinsanmiro – 6
    • Gabriele Piccinini – 6
    • Mehdi Leris – 5
    • Lorran – 5
  • Pelatih: Alberto Gilardino – 6
Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *