Kompetisi Sepak Bola Putri MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 Hadir di 12 Kota
Kompetisi sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 seri 2 kini hadir di 12 kota, termasuk beberapa kota di Pulau Kalimantan. Kompetisi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini bertujuan memberikan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi para pesepak bola putri sejak usia dini.
Format kompetisi MLSC 2025-2026 melibatkan pertandingan tujuh pemain melawan tujuh pemain untuk kelompok usia (KU) 10 dan KU 12. Selain itu, MLSC juga menyediakan Festival SenengSoccer untuk KU 8 serta skill challenge sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak usia dini.
Jadwal Pelaksanaan Kompetisi
Kompetisi seri 2 MLSC 2025-2026 dimulai dari Kota Semarang dan Kota Tangerang pada 13–18 Januari 2026. Berikutnya adalah Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari–1 Februari 2026. Di Kota Solo dan Jakarta akan digelar pada 10–15 Februari 2026.
Di Kota Samarinda, kompetisi berlangsung pada 23–26 April 2026. Di Kota Bekasi, pelaksanaan dilakukan pada 28 April–3 Mei 2026. Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah pada 30 April–3 Mei 2026. Setelah itu, kompetisi berlanjut di Kudus dan Surabaya pada 12–17 Mei 2026. Akhirnya, di Kota Malang akan digelar pada 19–24 Mei 2026.
Setelah dua seri selesai di seluruh kota penyelenggaraan, kompetisi akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Kompetisi penutup ini mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen. Peserta akan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.
Perubahan Format dalam Kompetisi Penutup
Dalam kompetisi penutup atau MLSC All-Stars 2025-2026, format pertandingan berubah dari tujuh pemain melawan tujuh pemain menjadi sembilan pemain melawan sembilan pemain. MLSC All-Stars 2025-2026 rencananya akan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena Kudus.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai program jangka panjang. Tujuan utamanya adalah memberikan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi para pesepak bola putri sejak usia dini. Ia menilai, kontinuitas turnamen menjadi kunci penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
Teddy menambahkan, adanya penambahan dua kota di Kalimantan sebagai penyelenggaraan pada seri kedua ini merupakan bagian dari langkah memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan karena tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. Harapannya, iklim positif yang berlangsung pada seri pertama bisa berlanjut pada seri kedua.
Dukungan dari Pihak Lain
Mantan pemain Timnas Indonesia yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jackson Ferreira Tiago, tergabung dalam Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. Ini menunjukkan komitmen penuh dalam pengembangan bakat sepak bola putri.
Selain itu, Group Brand Head Dairy, PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife, Vanessa Ingrid Pamela menyampaikan dukungan terhadap MLSC sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga. Ia menyambut positif dengan adanya penambahan dua kota baru di Kalimantan pada gelaran turnamen tahun ini.
Dukungan dari Bayan Peduli
Untuk dua kota baru penyelenggaraan MLSC di Kalimantan, yaitu Samarinda dan Banjarmasin, mendapat dukungan penuh dari Bayan Peduli. Dukungan ini diberikan karena MLSC dinilai selaras dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, merespons positif kolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam penyelenggaraan MLSC di Samarinda dan Banjarmasin. Dukungan yang diberikan didasari oleh keberhasilan penyelenggaraan MLSC di berbagai daerah sebelumnya. Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen Bayan Group melalui Bayan Peduli dalam mendukung pengembangan ekosistem sepak bola putri di Indonesia.
Merlin menegaskan, MLSC yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife adalah salah satu ruang strategis untuk menguatkan komitmen program tanggung jawab sosial Bayan Group melalui Bayan Peduli di bidang olahraga dalam pengembangan atlet muda Indonesia khususnya dalam hal ini sepak bola putri.











