My WordPress Blog

Florencia, Pramugari ATR 42-500 Teridentifikasi, Rencana Indah Tak Terealisasi: Tak Terkatakan

Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari dari Indonesia Air Transport, telah teridentifikasi sebagai salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Identifikasi dilakukan melalui berbagai metode seperti sidik jari, data gigi, properti, serta ciri medis. Proses ini dilakukan oleh pihak berwenang dan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan sesuai dengan identitas korban.

Florencia Lolita Wibisono berusia 33 tahun dan tinggal di Alamat OAK Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ia merupakan bagian dari maskapai Lion Air selama sekitar 13–14 tahun sebelum bergabung dengan Indonesia Air Transport. Selain menjadi pramugari, ia juga pernah menjadi trainer bagi awak kabin baru.

Penemuan Jenazah

Jenazah Florencia ditemukan oleh personel SAR ARAI Sulawesi Selatan Saiful Malik pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 14.00 Wita. Saiful sedang mencari jalur menuju lokasi penyelamatan ketika menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan di Bulusaraung, Pangkep. Ia mengenakan pakaian non uniform berupa celana jeans dan sepatu kets berwarna hitam. Bagian atasnya diduga bukan seragam penerbangan.

Setelah penemuan, jenazah Florencia dibungkus dan digantung sekitar 25 meter dari titik ditemukan. Proses evakuasi dilakukan secara teknis karena kondisi medan yang ekstrem. Saiful menunggu kedatangan kantong jenazah sebelum melakukan pengemasan dan mobilisasi korban menuju jalur utama evakuasi.

Evakuasi Korban Pertama

Sementara itu, korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan melalui jalur udara dari Kampung Lampeso, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026 pagi). Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas Makassar setelah kondisi cuaca di lokasi kejadian dinyatakan mendukung.

Proses pengangkatan jenazah menggunakan metode hoist dilakukan pada pukul 07.59 Wita. Helikopter bertolak menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, dan mendarat dengan aman sekitar pukul 08.15 Wita.

Rencana Indah Tak Terwujud

Florencia Lolita Wibisono, yang akrab disapa Ollen, kini berusia 32 tahun. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport (IAT). Sebelumnya, ia bekerja di Lion Air selama kurang lebih 13–14 tahun. Selain berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga dipercaya menjadi trainer bagi awak kabin baru.

Pihak keluarga hingga kini masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden tersebut. Bagi keluarga, hilangnya kontak dengan pesawat itu terasa seperti waktu yang tiba-tiba berhenti.

Momen Berharga

Florencia sempat mengunggah momen perpisahan dengan maskapai Lion Air. Tampak ia berfoto bersama rekan-rekannya berlatar belakang pesawat Lion Air. Unggahan tersebut menuai banyak komentar pilu dari warganet. Beberapa jam sebelum kejadian, Ollen masih sempat membagikan potongan kesehariannya di media sosial.

Detik-Detik Pesawat Jatuh

Pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung pada Sabtu (18/1/2026). Berdasarkan data AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, tepatnya di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung. Pesawat dipiloti kapten senior Andy Dahananto (53).

Dua pendaki yang berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Reski (20), salah satu pendaki, melihat pesawat terbang rendah sebelum menghantam lereng gunung dan meledak. “Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski. Ia langsung merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. “Cepat sekali kejadiannya,” tuturnya. Reski dan rekannya kemudian turun gunung untuk melaporkan peristiwa itu.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *