Warisan Abadi Kuncoro Tak Tergantikan
Kematian Kuncoro meninggalkan luka mendalam bagi Arema FC. Almarhum adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam perjalanan klub Singo Edan, dan kesetiaannya kepada Arema FC tidak perlu diragukan lagi. Sejak menjadi pemain hingga menjadi asisten pelatih, Arema FC selalu ada di dalam jiwa Kuncoro.
Warisan Kuncoro adalah karakter gaya Malangan dalam sepak bola yang dikenal keras, ngotot, dan tak kenal menyerah. Julukan tukang jagal sempat disematkan kepada Kuncoro saat masih aktif sebagai pemain. Permainan keras dan tanpa kompromi menjadi ciri khas yang akan selalu dikenang dari sosok Kuncoro.
Karakter tersebut juga selalu dibawa olehnya saat dipercaya menjadi asisten pelatih Arema FC sejak 2011 silam. Kuncoro kerap menggembleng para pemain muda di tim Arema FC agar tampil edan di setiap laga. Ia menjadi motivator di atas lapangan dan teman saat di luar lapangan.
Itu sebabnya, banyak pemain yang merindukan sosok beliau ketika sudah tiada. “Kuncoro ini meninggalkan warisan di Arema, dan itu yang harus selalu dibawa oleh tim ini,” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Selasa (20/1/2026).
Manajemen Arema FC juga tidak memiliki niatan untuk mencari pengganti sosok Kuncoro di tim. Pihaknya sangat menghormati sosok Kuncoro, yang memiliki kesetiaan dan totalitas kepada klub Arema. Kini Arema FC hanya menyisakan dua asisten pelatih, yakni Siswantoro dan Andre Caldas.
Andre Caldas yang nantinya akan mengisi peran dan tugas yang ditinggalkan oleh Kuncoro selama menjadi asisten pelatih Arema FC. “Coach Kuncoro tidak akan tergantikan. Sejauh ini kami gak ada rencana untuk menambah pelatih lain,” urai Yusrinal.
“Kita semua tahu, sosok Kuncoro itu seperti apa. Jadi kami akan tetap dengan pelatih yang ada,” imbuhnya. “Untuk kelas akselerasi, nanti dipegang oleh Andre Caldas yang selama ini juga menjadi asisten di tim,” tandas Yusrinal.
Isu Kepulangan Thales Lira Terjawab
Peluang Thales Lira untuk kembali berseragam Arema FC pada bursa transfer paruh musim ini tampaknya tidak mudah. Meskipun asa untuk kembali ke kandang Singo Edan tetap ada, namun peluang tersebut dinilai tidaklah besar. Pihak manajemen Arema FC pun akhirnya angkat bicara perihal rumor kembalinya bek asal Brasil tersebut.
Pemain yang kini tengah memperkuat Persija Jakarta itu memang sempat digadang-gadang akan ditarik kembali ke Malang setelah Luiz Gustavo, bek andalan Singo Edan, mengalami cedera ACL. Cedera tersebut memaksa Luiz Gustavo mengakhiri kompetisi Super League 2025/2026 lebih cepat.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi (Inal), memberikan penjelasan terkait situasi ini kepada pada Rabu (21/1/2026). “Untuk Thales, sejauh ini masih belum. Tapi kami akan melihat dulu komposisi pemain yang ada di tim kita sudah cukup apa belum. Karena bursa transfer masih belum ditutup,” ujar Inal.

Selain Thales Lira, beberapa pemain Persija Jakarta lainnya seperti Ryo Matsumura dan Gustavo Franca juga sempat dikait-kaitkan dengan klub kebanggaan Aremania ini. Akan tetapi, sejauh ini hanya Gustavo Franca yang secara resmi bergabung dan telah diperkenalkan oleh pihak klub.
Terkait kemungkinan di sisa waktu bursa transfer, Inal menambahkan posisi bek tersebut belum masuk dalam daftar prioritas saat ini. “Thales belum ada di list kita, tapi nggak tahu di last menit (bursa transfer) nanti seperti apa. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.
Sejauh ini, Arema FC telah mendatangkan dua amunisi baru pada bursa transfer paruh musim, yakni Gustavo Franca dan Gabriel Silva yang sama-sama berasal dari Brasil. Sementara itu, tercatat sudah ada lima pemain yang resmi meninggalkan Singo Edan.
Untuk legiun asing, terdapat nama Paulinho Mocellin, Ian Puleio, dan Yan Motta yang telah hengkang. Sedangkan untuk pemain lokal, terdapat Brandon Scheunemann dan M. Rafli yang memutuskan hijrah ke klub Liga 2.
Misi Besar Gustavo Franca: Bangkitkan Antusiasme Aremania
Arema FC secara resmi memperkuat komposisi tim untuk putaran kedua dengan mendatangkan Gustavo Franca pada Selasa (20/1/2026). Gelandang serang asal Brasil ini sebelumnya merupakan pilar Persija Jakarta yang dipinjamkan ke Singo Edan demi menambah daya gedor tim.
Selama memperkuat Persija di putaran pertama Super League 2025/2026, pemain berusia 27 tahun ini tercatat tampil sebanyak 13 kali. Dari total penampilan tersebut, Gustavo Franca menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk Macan Kemayoran.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan perekrutan ini merupakan langkah strategis manajemen. “Perekrutan Gustavo Franca adalah hasil dari evaluasi dan kebutuhan tim untuk menghadapi putaran kedua Super League,” ujar Yusrinal dikutip dari laman resmi klub.
“Kami berharap kehadirannya dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan performa tim secara keseluruhan,” imbuhnya.
Tak berselang lama setelah diperkenalkan, Gustavo Franca akhirnya buka suara mengenai proses kepindahannya yang tergolong cepat. Gustavo Franca mengaku dihubungi langsung oleh jajaran manajemen tingkat atas Singo Edan dan segera memberikan lampu hijau tanpa keraguan sedikit pun.
“Dapat telepon dari presiden dan tim pelatih, jadi saya senang sekali ada kabar Arema FC ingin merekrut saya,” ungkap pemain berposisi gelandang tengah itu mengutip BolaSport.com (grup suryamalang).
“Jadi terima kasih kepada Presiden Arema FC yang sudah bawa saya ke sini dan tim pelatih. Saya sudah tahu Malang, sudah pernah ke sini lawan Arema FC,” imbuhnya.
Meskipun Gustavo masih memiliki kontrak di Persija, tawaran dari Arema FC terlalu sulit untuk ditolak. Selain karena faktor telepon langsung dari pihak manajemen, ketertarikannya pada basis suporter Aremania menjadi alasan kuat. Gustavo mengaku sudah mempelajari sejarah Aremania lewat internet dan ingin menjadi alasan mereka kembali memadati stadion.
Franca menyadari prestasi tim berbanding lurus dengan kehadiran suporter di tribune. Sebagai informasi, belakangan ini beberapa suporter sempat melakukan aksi mogok hadir ke stadion akibat rentetan hasil buruk Arema di laga kandang. Hal inilah yang menjadi motivasi tambahan bagi Gustavo Franca. Ia ingin performanya di lapangan mampu menarik kembali antusiasme para pendukung setia Singo Edan.
“Jadi saya sudah tahu Aremania. Saat lawan Persija, Aremania datang,” katanya. “Saya sudah tahu tim Arema dan Aremania cari di internet. Saya akan berusaha untuk membantu Arema FC dan berharap Aremania bisa kembali lagi ke stadion,” urainya.
Franca juga menambahkan kesiapannya untuk segera beradaptasi. “Saya senang, dan saya akan bantu Arema FC dengan bekerja keras. Saya senang bisa membantu Arema FC,” ucapnya.
Lebih lanjut, Franca mengungkapkan misi besarnya di Malang bukan sekadar bermain bola, melainkan memperbaiki posisi klasemen Arema FC di putaran kedua.











