Lamine Yamal Dinobatkan sebagai Pemain Paling Berharga di Dunia
Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, berhasil meraih gelar The Most Valuable Player di dunia sepak bola. Ia mengalahkan pemain-pemain besar seperti Erling Haaland dan Kylian Mbappe dalam penilaian terbaru. Studi yang dirilis oleh CIES Football Observatory pada 8 Januari 2026 menunjukkan bahwa nilai Yamal mencapai rekor tinggi sebesar 343 juta euro atau sekitar Rp6,7 triliun.
Posisi kedua ditempati oleh Erling Haaland dengan nilai 255 juta euro, sedangkan Kylian Mbappe berada di posisi ketiga dengan 201 juta euro. Jude Bellingham, yang sebelumnya menjadi pemain paling bernilai pada Januari 2025, kini berada di posisi keempat dengan 153 juta euro. Diikuti oleh Michael Olise dari Bayern Muenchen (137 juta euro) dan Florian Wirtz dari Liverpool (136 juta euro).
Dalam daftar 10 pemain teratas, terdapat dua pemain dari Paris Saint-Germain (PSG), yaitu Desire Doue dan Joao Neves, serta satu pemain Real Madrid lainnya, Arda Guler, dan satu pemain lagi dari Barcelona, Pedri Gonzalez.
Kejutan terjadi dalam daftar ini, yaitu penurunan peringkat Vinicius Junior. Mantan bintang Real Madrid itu turun dari posisi top 30 menjadi posisi ke-38 dengan nilai 90,3 juta euro. Dia berada di bawah pemain seperti Dominik Szoboszlai (37 juta euro), Jamal Musiala (36 juta euro), dan Kvaratskhelia (35 juta euro). Penurunan ini disebabkan oleh pendapatan terkini dan kurangnya perpanjangan kontrak.
Pemain Brasil yang mendominasi daftar adalah Estevao, yang saat ini tampil bagus di Chelsea. Ia berada di posisi teratas dengan nilai 118,9 juta euro, diikuti oleh Joao Pedro (100,5 juta euro) dan Savinho (91,5 juta euro).
Di posisi kiper, Gianluigi Donnarumma dinobatkan sebagai kiper paling berharga dengan nilai 81 juta euro. Sementara itu, Pau Cubarsi menjadi bek tengah paling berharga (110 juta euro), dan Nico O’Reilly sebagai bek sayap paling mahal (90 juta euro).
Di luar lima liga utama Eropa, Vitor Roque dari Palmeiras menjadi pemimpin absolut dengan nilai 85 juta euro. Ia melampaui prospek seperti Samu Aghehowa (76 juta euro) dan Geovany Quenda (70 juta euro), yang telah direkrut oleh Chelsea.
Mengapa Lamine Yamal Begitu Tinggi?
Nilai yang sangat tinggi dari Lamine Yamal didasarkan pada beberapa faktor yang saling melengkapi:
Pertama, usia muda. Yamal baru berusia 18 tahun, namun sudah menjadi bintang dunia. Algoritma tersebut menghargai konsistensinya di Barcelona dan dampaknya pada Timnas Spanyol.
Kedua, kontrak yang aman. Barcelona melindungi Yamal dengan kontrak jangka panjang, yang meningkatkan nilai transfernya. Dengan begitu, potensi penjualan kembali pemain itu sangat besar. Membeli Yamal saat ini merupakan investasi untuk tahun-tahun mendatang.
Untuk memberi gambaran seberapa dahsyat nilai Yamal, inilah perbandingannya:
- Klub mahal Brasil. Nilai Yamal ini lebih besar daripada gabungan nilai pasar hampir semua pemain Flamengo dan Palmeiras.
- Mobil mewah. Dengan nilai Yamal itu, Anda bisa membeli sekitar 700 mobil Ferrari SF90 Stradale.
- Stadion megah. Jumlah nilai Yamal itu hampir dua kali lipat biaya pembangunan Arena MRV, stadion Atletico Mineiro, yang menelan biaya sekitar 1,1 miliar dolar AS.
Apa Itu CIES?
CIES Football Observatory (Pusat Studi Olahraga Internasional untuk Observatorium Sepak Bola) adalah kelompok riset yang berbasis di Swiss, didirikan pada 2005 sebagai kemitraan antara FIFA, Universitas Neuchatel, dan kota Neuchatel. Mereka dianggap sebagai “suara ilmiah” pasar sepak bola, karena menggunakan model matematika yang kompleks untuk menganalisis olahraga tersebut.
Ini adalah peringkat setengah tahunan dari 100 pemain paling berharga di dunia. Peringkat ini tidak hanya mencerminkan siapa yang bermain terbaik, tetapi juga perkiraan nilai pasar (harga transfer) setiap pemain jika mereka dijual hari ini.
Bagaimana CIES Menghitung Nilai Pemain?
Tak seperti situs seperti Transfermarkt, yang sangat bergantung pada persepsi pasar dan opini ahli, CIES menggunakan algoritma ekonometrik yang menganalisis variabel-variabel seperti:
- Usia. Pemain yang lebih muda (seperti Lamine Yamal berusia 18 tahun) bernilai jauh lebih tinggi karena mereka masih memiliki banyak tahun dalam karier mereka.
- Durasi kontrak. Semakin lama kontrak dengan klub saat ini, semakin mahal harganya (karena klub pembeli harus membayar penalti yang lebih tinggi).
- Performa teknis. Gol, asis, menit bermain, dan tingkat daya saing liga.
- Status internasional. Partisipasi dan performa dalam panggilan untuk tim nasional menambah nilai pemain.
- Kekuatan ekonomi klub. Kekuatan finansial klub penjual dan profil klub pembeli juga ikut mengerek nilai pemain.
- Inflasi pasar. Algoritma menyesuaikan harga sesuai dengan seberapa panas pasar sepak bola saat ini.











