My WordPress Blog

Gus Salam Kritik Emosional dan Tidak Elegan Pandji Pragiwaksono

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Menilai Pelaporan Pandji Pragiwaksono sebagai Tindakan Cengeng

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib menilai pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya sebagai cerminan dari pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang mudah tersinggung. Ia menilai sikap tersebut jauh dari karakter mandiri dalam memahami dan bersikap secara elegan.

Pandji Pragiwaksono adalah komika, penulis, presenter, dan podcaster Indonesia, dikenal sebagai pelopor stand up comedy modern di Tanah Air serta pendiri komunitas Stand Up Indo. Ia juga aktif menyuarakan isu sosial, politik, dan kebangsaan melalui pertunjukan, buku, dan konten digital. Dalam acara “Mens Rea” Stand Up Comedy yang dilaporkan Rizki, Pandji mengungkapkan kritik terhadap praktek berdemokrasi, berpolitik, dan bernegara di Indonesia.

Gus Salam, panggilan akrab KH Abdussalam Shohib, menjelaskan bahwa Pandji mengekspresikan keganjilan secara verbal dan dikemas dalam lawakan tunggal bernuansa kritik. Materi lawakan Pandji terkait NU terlibat dalam politik praktis dan mendapat imbalan konsesi tambang telah menjadi materi yang tertanam di pikiran banyak kalangan internal NU.

Ketua Yayasan Gerak Pengabdian Santri Indonesia (GPSI) itu juga menegaskan bahwa faktanya konflik antar pimpinan di PBNU saat ini pun salah satunya dilatari oleh isu konsesi tambang yang diterima dan dikelola melalui korporasi yang dipimpin oleh para pimpinan PBNU.

Penyidik Polda Metro Jaya Akan Lakukan Klarifikasi

Polda Metro Jaya memastikan akan melakukan klarifikasi terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait laporan dugaan penghasutan di muka umum dan penistaan agama di sebuah acara bertajuk “Mens Rea” yang kini masih dalam tahap penyelidikan. Pandji dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP.

Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 8 Januari 2026. Adapun pelapor adalah Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Reonald Simanjuntak, mengatakan klarifikasi terhadap terlapor akan dilakukan usai penyidik menyusun rencana penyelidikan dan memeriksa pihak-pihak terkait lainnya.

Barang bukti yang dilampirkan pelapor terdiri dari satu buah USB flashdisk berisi rekaman pernyataan, satu lembar hasil cetak cuplikan layar atau screen capture, serta satu lembar dokumen surat rilis aksi. Reonald menegaskan, penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai arahan Kapolda Metro Jaya.

Pembelaan dari Arie Kriting

Dibela Arie Kriting, komika Arie Kriting ikut mengomentari laporan ke Polda Metro Jaya terhadap materi komedi Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea. Pandji Pragiwaksono dilaporkan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah pada Rabu (7/1/2026) dengan pasal dugaan pencemaran nama baik.

Menanggapi hal tersebut, Arie Kriting meminta para pelapor untuk tidak terburu-buru membawa isu ini ke ranah hukum. Ia juga meminta para pelapor untuk menonton pertunjukan stand up comedy Mens Rea secara utuh. “Nontonnya jangan sepotong-sepotong, coba pelajari dulu,” kata Arie Kriting dalam program Kompas Petang, Kamis (8/1/2026).

Menurut Arie Kriting, materi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan itu tidak berada dalam ranah yang bisa diproses secara hukum. Oleh sebab itu, butuh kehati-hatian dan pemahaman menyeluruh terhadap konteks pertunjukan sebelum mengambil langkah hukum. Apalagi para pelapor menjadikan rasa ketersinggungan sebagai dasar melaporkan Pandji Pragiwaksono ke polisi.

Bagi Arie Kriting, rasa tersinggung tersebut tidak selalu dapat dijadikan dasar hukum untuk memperkarakan sesuatu karena bukti kerugiannya harus konkrit. “Jika merasa dirugikan, silakan ditunjukkan buktinya dirugikan di sisi apa,” ujar Arie Kriting.

Isu Politik Praktis dan Konsesi Tambang

Gus Salam menuturkan bahwa soal NU, maksudnya PBNU terlibat dalam politik praktis sudah menjadi konsumsi publik. Faktanya demikian, telah menjadi bahan kajian dan perdebatan di forum-forum lokal hingga nasional oleh banyak segmentasi masyarakat, baik internal maupun eksternal NU.

Indikatornya jelas terlihat dan teramati oleh masyarakat sepanjang 2023-2024; baik jelang, saat dan paska hajatan Pilres 2024. Gus Salam melanjutkan, mengenai NU, maksudnya PBNU, mendapat (imbalan) konsesi tambang atas peran langsung maupun tidak langsung dari praktek politik praktis itu, juga merupakan jalan berpikir yang masuk akal.

Bukan prasangka, tapi cara berpikir yang bisa diterima dalam memahami relasi kuasa terhadap praktek politik penguasa dengan aktor-aktor politik dari berbagai kelompok atau organisasi kemasyarakatan. Karenanya bagi saya, materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam lawakan tunggal “Mens Rea” adalah materi yang mewakili pikiran kritis banyak kalangan; mengungkap fakta ganjil, bukan fitnah dari praktek bernegara.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *