My WordPress Blog

Google menyangkal kaitan investasi Gojek dengan Chromebook

Penjelasan Google tentang Investasi di Gojek dan Keterkaitannya dengan Pengadaan Teknologi Pendidikan

Google telah memberikan pernyataan resmi terkait investasi mereka pada entitas terkait Gojek dan hubungannya dengan kerja sama pengadaan teknologi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara investasi tersebut dengan kebijakan pengadaan produk teknologi pendidikan yang sedang menjadi sorotan dalam proses hukum dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Investasi Google di Gojek berlangsung antara 2017 dan 2021. Sebagian besar dari investasi tersebut terjadi sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Dalam pernyataannya, Google menyatakan bahwa investasi tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan mereka.

Google juga mengklaim bahwa perusahaan tidak pernah menawarkan atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan dalam proses adopsi produk mereka. “Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” kata perusahaan tersebut.

Peran Google dalam Pengadaan Chromebook

Google menjelaskan bahwa perusahaan tidak memproduksi maupun menjual perangkat keras Chromebook dan tidak menentukan harga. Peran Google terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta alat pengelolaan kepada mitra. Proses pengadaan perangkat sepenuhnya berada di tangan produsen peralatan asli (OEM) dan mitra lokal. Skema ini memastikan kementerian memiliki kendali dan transparansi penuh dalam pengadaan perangkat keras dari pemasok lokal yang kompetitif.

Menanggapi kritik soal keterbatasan Chromebook di wilayah dengan akses internet terbatas, Google menyebut perangkat itu tetap dapat digunakan tanpa koneksi. “Siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline bahkan tanpa koneksi internet,” tulis Google. Mereka juga menyatakan Chromebook dirancang sesuai realitas sekolah, termasuk di daerah terpencil, dan memenuhi persyaratan regulasi kementerian serta panduan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Dugaan Keterkaitan dengan Nadiem Makarim

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuding pemilihan Chromebook dalam pengadaan teknologi informasi dan komunikasi di Kementerian Pendidikan era Nadiem Makarim dilakukan untuk memenuhi kepentingan bisnis pribadi Nadiem dengan Google. Jaksa menyatakan Nadiem mengetahui keterbatasan Chromebook, terutama ketergantungan pada koneksi internet, yang dinilai tidak sesuai untuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam surat dakwaan, jaksa mengaitkan kebijakan pengadaan Chromebook dengan hubungan bisnis Nadiem dan Google melalui PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), perusahaan yang didirikan Nadiem bersama Andre Soelistyo pada 2015. Perusahaan itu kemudian dikenal sebagai PT GoTo Gojek Tokopedia setelah merger Gojek dan Tokopedia pada 2021. Jaksa memaparkan Google menjalin kerja sama dengan AKAB sejak 2015 untuk penggunaan Google Maps, Google Cloud, dan Google Workspace.

Dua tahun kemudian, Google menanamkan investasi awal sebesar US$ 99 juta, disusul investasi US$ 349 juta pada 2019. Pada Maret 2020, Google Asia Pasifik Pte Ltd kembali menyetor modal sebesar US$ 59 juta ke AKAB.

Nadiem resmi menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Oktober 2019. Jaksa menyebut tak lama setelah pelantikan, Nadiem bertemu dengan Head of Education Asia Pacific Google Colin Marson serta Senior Manager Government Relations and Public Policy PT Google Indonesia Putri Ratu Alam pada November 2019. Pertemuan tersebut membahas produk Google for Education. Menurut jaksa, pertemuan itu berujung pada kesepakatan penggunaan produk Google, termasuk Chromebook, di lingkungan Kementerian Pendidikan.

Bantahan Kuasa Hukum Nadiem

Kuasa hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, membantah adanya kaitan antara pemilihan Chromebook dan investasi Google ke Gojek. “Tidak benar sama sekali. Jika dikaitkan dengan investasi Google ke Gojek, itu terjadi jauh sebelum Pak Nadiem menjadi menteri,” ujar Dodi pada Selasa, 9 Desember 2025. Ia juga menyatakan Nadiem telah melepaskan seluruh jabatan struktural di Gojek dan menegaskan porsi investasi Google tidak lebih dari 8 persen dari total investasi di perusahaan tersebut.

Jihan Ristiyanti berkontibusi dalam penulisan artikel ini.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *