My WordPress Blog

Nasibnya di Tangan Jokowi, Roy Suryo: Bagi Saya Tidak Berpengaruh

Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Tiga Nama Terkait Tersangka, Isu Maaf yang Muncul

Polemik mengenai dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas. Kini, tiga tokoh vokal yang terlibat dalam isu tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Ketiga sosok tersebut adalah Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa.

Tersangka di Polda Metro Jaya

Roy Suryo, seorang pakar telematika, serta Rismon Sianipar, pakar forensik digital, dan Dokter Tifa, dokter yang aktif di media sosial, kini resmi menjadi tersangka dalam kasus ini. Mereka diduga melakukan pencemaran nama baik dengan menyebarkan informasi yang dinilai tidak benar terkait ijazah Jokowi.

Proses hukum yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa pihak berwenang tetap menjalankan prosedur sesuai aturan. Namun, di balik proses hukum tersebut, muncul isu mengenai kemungkinan adanya pintu maaf dari sang mantan Presiden.

Isu Maaf dari Jokowi

Isu ini bermula dari pernyataan Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay, yang menyebut bahwa ada tiga orang yang dianggap tidak akan dimaafkan oleh Jokowi. Willem mengungkapkan bahwa meski Jokowi dikenal sebagai sosok pemaaf, namun untuk tiga orang tersebut, ia dinilai melewati batas.

“Pak Jokowi mengatakan, ‘Saya bukan tipikal orang yang tidak pemaaf. Jadi yang pasti tidak semua.’ Jadi 12 nama itu tidak semua yang akan terus dituntut, dimaafkan,” ujar Willem dalam pernyataannya.

Willem menambahkan bahwa ketiga orang tersebut dianggap terlalu ekstrem karena terus menolak fakta keaslian ijazah Jokowi meski telah didekatkan dengan jalur hukum.

Reaksi Roy Suryo

Menanggapi kabar mengenai pintu maaf yang tertutup bagi dirinya, Roy Suryo memberikan reaksi keras. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menegaskan bahwa sikap Jokowi sama sekali tidak memengaruhi prinsipnya. Roy bahkan menyebut pernyataan Jokowi sering kali tidak sesuai dengan fakta di lapangan, terutama soal proses pelaporan.

“Bagi saya enggak ngaruh, enggak ngaruh (Jokowi) mau ngomong apa saja enggak ngaruh. Omongannya dari dulu kaya gitu aja,” tegas Roy Suryo dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV.

Roy juga mengungkit klaim Jokowi yang sebelumnya mengaku hanya melaporkan peristiwa, bukan nama individu. “Dulu juga ngomong dia, ‘Saya tidak melaporkan nama tapi saya hanya melaporkan peristiwa’, bohong. Ketika gelar perkara khusus, ternyata nama-namanya dilaporkan, pasal-pasalnya ada. Kan bohong lagi orang itu,” sentil Roy.

Pernyataan Jokowi: Hukum Tetap Hukum

Secara terpisah, Jokowi memberikan pernyataan singkat namun tegas saat ditemui di kediamannya di Solo. Ia memilih memisahkan antara sentimen pribadi dengan proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

“Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum, prosesnya biar berjalan apa adanya,” kata Jokowi pada Rabu (24/12/2025).

Ia kembali menekankan pentingnya menghargai otoritas penegak hukum: “Sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum ya urusan hukum, kita hormati proses hukum yang ada.”

Optimisme dari Kubu Joman

Meski suasana memanas, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, tetap optimis bahwa pintu maaf belum sepenuhnya tertutup. Ia meyakini sosok Jokowi sebagai negarawan tidak akan menyimpan dendam secara permanen jika ada itikad baik dari pihak terkait.

“Habluminannas-nya, beliau pasti akan memaafkan semua yang bersalah maupun yang, katakanlah, dalam tanda kutip merasa tidak bersalah kalau meminta maaf kepada beliau,” ujar Andi dalam acara Interupsi di iNews.

Nasib Tiga Tersangka

Kini, nasib Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa sepenuhnya berada di koridor hukum Polda Metro Jaya. Publik menanti apakah proses hukum ini akan berujung di pengadilan atau berakhir dengan rekonsiliasi tak terduga.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *