Tuntutan Menteri Luar Negeri Terhadap Israel
Para menteri luar negeri dari beberapa negara, termasuk Indonesia, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, menyerukan agar Israel memastikan operasi PBB dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional dapat berjalan secara berkelanjutan, terencana, dan tanpa batasan di Gaza dan Tepi Barat. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang diunggah ke akun resmi X, @Kemlu_RI.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa segala upaya untuk menghambat kemampuan organisasi kemanusiaan dalam beroperasi tidak dapat diterima. Para menteri juga memuji usaha tanpa henti dari berbagai organisasi PBB dan LSM internasional, termasuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang terus memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina di tengah situasi yang sangat sulit dan kompleks.
Larangan Operasional oleh Israel
Peringatan ini datang setelah Israel mencabut izin operasional sebanyak 37 kelompok bantuan internasional yang bekerja di Gaza dan Tepi Barat pada 1 Januari 2026. Otoritas Israel menyatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut gagal memenuhi persyaratan baru terkait pendaftaran. Beberapa organisasi seperti Doctors Without Borders (MSF) dan Oxfam akan dilarang bekerja di Gaza karena dianggap tidak memenuhi aturan baru yang mengharuskan mereka membagikan informasi tentang staf, pendanaan, dan operasi mereka.
Selain itu, organisasi besar lainnya seperti Norwegia Refugee Council, CARE International, dan Komite Penyelamatan Internasional juga terkena dampak larangan ini. Israel menuduh MSF gagal menjelaskan peran beberapa anggota stafnya, dengan dugaan bahwa mereka bekerja sama dengan Hamas.
Kondisi Cuaca yang Memperparah Kekacauan
Para menteri juga menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk akibat cuaca buruk dan tidak stabil, termasuk hujan deras dan badai. Situasi ini diperparah oleh terbatasnya akses kemanusiaan, krisis pasokan kebutuhan pokok, serta lambannya pengiriman material penting untuk pemulihan layanan dasar dan pembangunan hunian sementara.
Cuaca buruk telah mengungkap kerapuhan kondisi kemanusian di Gaza, terutama bagi sekitar 1,9 juta pengungsi Palestina yang tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai. Kamp-kamp yang terendam banjir, tenda-tenda yang rusak, bangunan yang runtuh, serta paparan suhu dingin yang disertai malnutrisi meningkatkan risiko bagi kehidupan warga sipil, termasuk wabah penyakit, terutama pada anak-anak, perempuan, lansia, dan individu dengan kondisi medis khusus.
Dukungan untuk Resolusi PBB dan Rencana Trump
Negara-negara tersebut menegaskan dukungan penuh mereka terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Komprehensif Presiden Donald Trump. Mereka menyatakan niat untuk berkontribusi pada keberhasilan implementasinya, yang bertujuan untuk memastikan gencatan senjata yang berkelanjutan, mengakhiri konflik di Gaza, dan menjamin kehidupan yang layak bagi rakyat Palestina yang telah mengalami penderitaan kemanusiaan yang panjang.
Dalam konteks ini, para menteri menekankan perlunya segera memulai dan meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang tahan lama dan layak untuk melindungi warga dari kondisi dingin ekstrem.
Seruan untuk Aksi Segera
Para menteri juga mendesak komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera mencabut pembatasan akses masuk dan distribusi pasokan penting seperti tenda, material tempat tinggal, bantuan medis, air bersih, bahan bakar, dan dukungan sanitasi.
Mereka juga menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan segera, komprehensif, dan bebas hambatan ke Jalur Gaza tanpa campur tangan pihak mana pun, melalui PBB dan badan-badannya, serta percepatan rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit.
Selain itu, para menteri menuntut pembukaan Penyeberangan Rafah di kedua arah sesuai dengan ketentuan dalam Rencana Komprehensif Presiden Trump.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











