My WordPress Blog

Saat Pabowo Tanya Ketersediaan Air Bersih di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto Mengecek Ketersediaan Air Bersih di Aceh Tamiang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang. Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah meninjau ketersediaan air bersih di wilayah yang terkena dampak banjir dan longsor.

Dalam rapat koordinasi terbatas yang digelar di Aceh Tamiang, Kamis (1/1), Presiden Prabowo Subianto mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penyediaan air bersih. Ia menyampaikan bahwa banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat bencana alam yang terjadi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Presiden Prabowo meminta laporan tentang berbagai cara yang dilakukan untuk menyediakan air bersih, seperti pengiriman melalui mobil tangki dan pengeboran tanah. Ia juga menanyakan jumlah titik pengeboran yang telah dibangun di Aceh Tamiang.

Menurut Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), TNI AD sudah melakukan pengeboran sebanyak 129 titik. Namun, Presiden Prabowo masih merasa kurang puas dengan penjelasan tersebut. Ia kembali bertanya apakah bor air tersebut bisa digunakan untuk keperluan minum.

Suharyanto, Kepala BNPB, menjelaskan bahwa ada beberapa skema pengeboran yang dilakukan. Pihak Polri melakukan pengeboran dengan kedalaman 20-40 meter, namun air yang dihasilkan hanya untuk keperluan pembersihan. Sementara itu, Pusterad melakukan pengeboran dengan kedalaman 100-200 meter, yang dapat digunakan untuk minum.

Presiden Prabowo mengkritik penggunaan mobil tangki untuk pengiriman air. Ia menyarankan agar lebih banyak menggunakan bor air. Ia juga menanyakan biaya pengeboran, yang dijawab oleh Suharyanto sebesar Rp 150 juta per bor, termasuk instalasi air dan tangki.

Maruli menjelaskan bahwa proses pengeboran bisa memakan waktu lama, tergantung pada kondisi tanah. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan RO (penjernih air) yang berupa unit di mobil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih secara dangkal.

Presiden Prabowo menilai biaya pengeboran sebesar Rp 150 juta sebagai relatif murah. Ia juga menanyakan apakah pekerja pengeboran dibayar atau tidak, yang dijawab oleh Suharyanto bahwa mereka tetap diberi upah.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa telah dibentuk satgas khusus untuk layanan air bersih di Aceh Tamiang. Dalam dua minggu ke depan, satgas ini akan bekerja untuk memberikan pelayanan air bersih kepada warga Kualasimpang.

Satgas Kuala terdiri dari dua komposisi: satu untuk pendalaman Kuala dan satu untuk pemanfaatan air di Kuala. Dengan meningkatkan sistem water treatment, air yang ada di Kuala akan diolah menjadi air jernih. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi dengan gubernur dan daerah masing-masing.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *