Penegasan Jokowi Mania Mengenai Pemaafan dalam Kasus Ijazah
Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Andi Azwan, memberikan penjelasan mengenai pernyataan terkait pemaafan yang diberikan oleh Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada pihak-pihak yang meragukan keabsahan ijazahnya. Menurut Andi, Jokowi tetap akan memberi maaf kepada siapa pun yang meminta maaf, tanpa memandang status atau latar belakang mereka.
Andi menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa Jokowi tidak akan memaafkan tiga nama tertentu, seperti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, adalah tidak benar. Ia menyampaikan pernyataan ini dalam program Interupsi yang ditayangkan di kanal YouTube Official iNews pada hari Kamis (1/1/2026).
“Beliau [Jokowi] bukan tipikal orang yang tidak pemaaf. Jadi, yang pasti tidak semua,” ujar Andi. Ia menjelaskan bahwa Jokowi tetap akan memberi maaf kepada pihak yang bersalah maupun yang tidak merasa bersalah, selama mereka meminta maaf.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Meski Jokowi bersedia memaafkan, Andi menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tapi, ini ada tapinya memang karena ini sudah masuk ke proses hukum, tetaplah hukum itu pasti berjalan seperti apa adanya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada pemilihan dalam hal pemaafan. “Jadi, tidak ada pilih-pilih. Tapi hukum tetap berjalan karena ini sudah masuk ke proses hukum.”
Trio RRT dan Dugaan Tidak Dimaafkan
Sebelumnya, Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan atau Bara JP, Willem Frans Ansanay, menyebutkan bahwa Jokowi tidak akan memaafkan tiga nama dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atau fitnah buntut tudingan ijazah palsu. Willem menyampaikan hal ini ketika berdiskusi dengan Jokowi di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (19/12/2025). Namun, Jokowi tidak mengungkapkan identitas ketiga nama tersebut.
Willem menyebut bahwa Jokowi merasa ketiga nama tersebut terlalu ekstrem dalam menuding kepalsuan ijazahnya. Mereka juga dinilai tidak pernah menerima fakta bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
“Diskusi kami dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi juga menyampaikan bahwa waktu kami bertanya, apakah semua akan dimaafkan, tidak dimaafkan misalnya dari 12 nama itu,” kata Willem.
Diduga kuat, ketiga nama yang tidak akan dimaafkan oleh Jokowi adalah Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Ketiganya selama ini paling vokal menyuarakan keraguan terhadap keaslian ijazah Jokowi, terutama soal ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pernyataan Jokowi Sendiri
Pada Rabu (24/12/2025), Jokowi menyampaikan bahwa persoalan memaafkan dalam kasusnya adalah urusan pribadi. “Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum, prosesnya biar berjalan apa adanya,” katanya kepada awak media di Solo, dikutip dari tayangan KompasTV.
“Sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum ya urusan hukum, kita hormati proses hukum yang ada.”
Kesimpulan
Dari berbagai pernyataan dan penjelasan yang diberikan, tampak bahwa Jokowi memiliki sikap yang tegas namun penuh toleransi. Meskipun ia bersedia memaafkan, proses hukum tetap harus dilalui secara objektif. Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi tidak hanya seorang negarawan, tetapi juga sosok yang menghargai prosedur hukum yang berlaku.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











