Peran Shin Tae-yong dalam Sepak Bola Indonesia
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, telah meninggalkan jejak yang sangat dalam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dari berbagai pernyataan dan wawancara yang dilakukannya, ia dikenal sebagai sosok yang mampu membawa Timnas Garuda meraih prestasi penting di level Asia. Salah satu pernyataan menarik datang dari Lalu Mara Satriawangsa, seorang tokoh media yang menyebut bahwa Shin Tae-yong sudah menjadi masa lalu bagi sepak bola Indonesia.
Dalam sebuah talkshow di akun YouTube TV One dengan judul “Kado di Momen Natal, John Herdman Berjodoh Latih Timnas Garuda?”, Lalu Mara menyampaikan bahwa pergantian pelatih adalah hal biasa dalam dunia sepak bola. Ia mengatakan bahwa Shin Tae-yong sudah tidak lagi relevan dalam kepelatihan Timnas Indonesia.
Kiprah Shin Tae-yong yang Mengubah Sepak Bola Indonesia
Sejak Januari 2025, Shin Tae-yong resmi dipecat oleh PSSI setelah kontraknya diputus secara sepihak. Meskipun demikian, kiprahnya selama lima tahun memimpin Timnas Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Ia berhasil membawa skuad Garuda meraih berbagai pencapaian penting seperti runner-up grup Piala Asia U-20, semi finalis Piala Asia U-23 Qatar, serta lolos grup Piala Asia Senior di Qatar.
Di level ASEAN, Shin Tae-yong juga mampu membawa Indonesia bersaing dengan pelatih-pelatih ternama seperti Peter White, Alfred Riedl, maupun Coach RD. Performa timnas di bawah arahannya mencerminkan gaya bermain yang dinamis, efisien, dan solid.
Perlu Move On dari Shin Tae-yong?
Pernyataan Erick Thohir tentang “move on” menunjukkan bahwa PSSI ingin melupakan masa lalu Shin Tae-yong dan fokus pada pelatih baru. Namun, banyak pihak merasa bahwa pengganti Shin Tae-yong belum mampu memberikan hasil yang sama.
Patrick Kluivert, yang saat ini menjabat sebagai pelatih kepala, masih dalam proses adaptasi. Meski memiliki jajaran pelatih Belanda hingga 18 orang, performa Timnas Indonesia belum menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini membuat banyak penggemar sepak bola Indonesia merasa kehilangan kehadiran Shin Tae-yong.
Prestasi yang Tersisa Setelah Kepergian Shin Tae-yong
Kepergian Shin Tae-yong terjadi pada saat Indonesia sedang dalam posisi kuat untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2026. Saat itu, Timnas hanya terpaut satu poin dari peringkat kedua Grup C Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Namun, PSSI memilih untuk memecatnya, yang kemudian menyebabkan penurunan performa tim.
Setelah Shin Tae-yong pergi, Indonesia gagal meraih hasil positif di berbagai kompetisi. Contohnya, Timnas U-23 di bawah Gerald Venanburg harus kalah dari Korea Selatan di Piala Asia, sementara Timnas senior kalah dari Arab Saudi di babak kualifikasi Piala Dunia.
Tantangan untuk Pelatih Baru
Publik sepak bola Indonesia sangat menantikan pengganti Shin Tae-yong yang mampu memberikan prestasi lebih baik. Meskipun beberapa pelatih baru telah diangkat, mereka belum mampu menembus kenyamanan yang ditinggalkan oleh Shin Tae-yong.
Seperti dalam hubungan percintaan, move on akan sulit dilakukan jika masa lalu masih dianggap lebih baik daripada masa kini. Oleh karena itu, PSSI dan publik sepak bola Indonesia harus berusaha keras untuk melupakan masa lalu dan fokus pada masa depan.











