Mengenal Zabaq National Circuit Jambi, Arena Balap yang Merenggut Nyawa Awhin Sanjaya
Awhin Sanjaya adalah seorang pembalap nasional asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Bagi para penikmat otomotif dan road race di kawasan Luwu Raya, nama Awhin Sanjaya tidak lagi asing. Di kancah balap motor nasional, ia pernah menjadi bagian dari tim binaan PT Astra Honda Motor (AHM). Kepulangan pembalap berusia 27 tahun ini menyebar cepat melalui media sosial, mengundang duka mendalam dari banyak pihak.
Profil Sirkuit Zabaq
Jambi memiliki sirkuit balap kelas nasional yang dikenal dengan nama Zabaq National Circuit. Sirkuit ini mulai beroperasi sejak diresmikan pada 2021. Terletak di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jarak sirkuit dari Kota Jambi sekitar 55,5 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam 14 menit dengan kondisi lalu lintas normal. Rute umumnya melalui jalur darat ke arah Tanjung Jabung Timur.
Sirkuit permanen road race pertama di Jambi ini dibangun sejak tahun 2017 di area lahan seluas 45 hektare. Pembangunannya menggunakan APBD Tanjung Jabung Timur. Pada 5 Desember 2021, sirkuit ini diresmikan oleh Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo.
Pada 4-5 Desember 2021, Sirkuit Zabaq digunakan perdana dalam ajang pamungkas Kejurnas Motoprix Sumatera musim 2021. Gelaran Kejurnas Motoprix Zabaq saat itu membuka tiga kelas kejurnas yaitu Expert, Novice, dan Rookie. Sirkuit ini memiliki panjang trek 2,5 km dengan lebar antara 12-17 meter. Sirkuit ini bisa digunakan untuk balap sport sampai 250cc.
Terdapat 14 tikungan yang menantang pebalap. Dalam beberapa catatan, Sirkuit Zabaq masih memiliki PR seperti Tribun permanen untuk penonton, klinik, paddock, dan beberapa sarana serta prasarana lainnya masih perlu dilengkapi. Kehadiran Sirkuit Zabaq ini semakin menggeliatkan olahraga balap motor di Jambi. Salah satu event besar yang digelar di sini adalah One Prix musim 2024, yang berlangsung pada 10-11 Agustus 2024.
Kecelakaan yang Menyebabkan Kematian Awhin Sanjaya
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Luwu Timur, Hardiansyah, mengaku turut berbela sungkawa atas kepergian Awhin Sanjaya. Kata Hardiansyah, kabar kecelakaan hingga berujung nyawa Awhin Sanjaya tak tertolong ia dapatkan dari pengurus IMI Sulsel, Musbar. “Saya pribadi, sebagai Ketua IMI Lutim turut berbela sungkawa. Termasuk Bupati Lutim dan Ketua KONI Lutim,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025) sekitar pukul 09.59 Wita pagi.
Menurutnya, sosok Awhin Sanjaya dikenal sebagai pembalap yang sangat berani di lintasan. “Orangnya ramah dan baik, saya kenal baik. Sering video call juga dengan almarhum,” ujar Hardiansyah. Ia menambahkan, nyawa Awhin Sanjaya tak tertolong saat mengalami kecelakaan fatal pada ajang Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 Piala Bupati Tanjung Jabung Timur.
Hardiansyah menyebut, kecelakaan terjadi di track lurus Zabaq National Circuit, Jambi, Minggu (14/12/2025). “Saya dapat info, motor di depannya, itu mendadak mengerem,” ujarnya. Menurutnya, tabrakan tak terhindarkan akibat menumpuknya motor pembalap. Hardiansyah menduga, ada benturan fatal di bagian belakang tubuh mendiang Awhin Sanjaya. “Helm almarhum sampai terlepas dan berakibat fatal di kepala,” akunya.
Ia menyebut, kecelakaan di jalur balapan yang dialami Awhin Sanjaya mirip dengan pembalap MotoGP Simoncelli. Kecelakaan itu terjadi pada race lanjutan MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada tanggal 23 Oktober 2011. Pada putaran kedua balapan, Simoncelli kehilangan kendali motornya. Motor Simoncelli kehilangan traksi di Tikungan 11, menyebabkannya ia terjatuh. Namun ban kembali mendapatkan traksi dan motornya berbelok melintasi lintasan ke arah jalur pembalap lain. Nahas, Simocelli tertabrak oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi. “Mirip, yang tertabrak dari belakang pada saat jatuh,” terang Hardiansyah.
Detik-Detik Kecelakaan
Awhin Sanjaya menjadi salah satu pembalap di Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 Piala Bupati Tanjung Jabung Timur. Sumatera Cup Prix 2025 merupakan event balap motor terbesar di Sumatera diikuti pembalap dari berbagai daerah. Dari rekaman video amatir yang beredar, pembalap berusia 27 tahun itu terlibat dalam kecelakaan dengan pembalap lain. Helm pembalap PPJ74 Racing Team dari Sulawesi Selatan ini disebut-sebut terlepas pasca insiden itu terjadi.
Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel, asal Luwu Utara, Musbar, menyebut kecelakaan terjadi di lap 10. Kata Musbar, sekitar 10 motor saat itu beriringan, termasuk motor yang dipacu Awhin Sanjaya. Balapan begitu sengit, sebab Awhin Sanjaya berpeluang menjadi juara umum SCP tahun 2025. “Kalau kita lihat video yang beredar, namanya motor saling ikut, tiba-tiba jatuh, ya lurus. Mirip Simoncelli, jadi yang di belakang hantam. Helm almarhum juga lepas,” bebernya kepada , Senin (15/12/2025) sekitar pukul 08.30 Wita pagi.
Musbar tak mau banyak berspekulasi mengenai penyebab utama kematian pembalap yang identik dengan nomor 198 itu. Sebab belum ada penjelasan resmi dari tim dan pimpinan pertandingan. “Dia (almarhum) jatuh, dan masih banyak motor di belakangnya. Tapi menurut bapaknya, patah leher. Beliau di lokasi,” ungkapnya. Kata Musbar, mendiang Awhin Sanjaya berpulang saat memasuki kondisi primanya sebagai seorang pembalap.
Menurutnya, sepanjang tahun 2025, beberapa podium race sempat diraih Awhin Sanjaya. “Tahun 2025 ini masa jaya-jayanya. Malah sebenarnya, ini hari sudah tanda tangan kontrak seharusnya dengan tim dari Kalimantan, untuk tahun 2026. Banyak tim yang incar,” jelasnya. Namun nahas, Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 menjadi balapan terakhir Awhin Sanjaya.
Musbar menambahkan, jenazah mendiang Awhin Sanjaya diperkirakan sudah tiba di Jakarta. Jenazahnya akan disemayamkan di Jl Cakalang, Palopo, sebelum dibawa ke Masamba, Luwu Utara. “Diperkirakan sesudah isya, jenazah almarhum sampai ke Masamba,” aku Musbar.
Ungkapan bela sungkawa membanjiri media sosial, usai mendengar kabar Awhin Sanjaya meninggal dunia di lintasan balap. Salah satunya datang dari Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile. “Innalillahi waiina ilaihi rajiun. Selamat jalan ananda Awhin Sanjaya, semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima amal ibadahmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisinya. Aamin,” tulis Jumail Mappile di facebooknya.











