My WordPress Blog

Lewotobi Alami 3 Kali Tremor Non-Harmonik dan 1 Gempa Vulkanik

Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki Turun ke Level III

Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kini berada dalam status Level III atau Siaga. Hal ini merupakan penurunan dari Level IV (Awas) sebelumnya, dikarenakan menurunnya aktivitas vulkanik. Dalam laporan terbaru, tidak ditemukan tanda-tanda suplai magma baru atau potensi erupsi besar.

Aktivitas Vulkanik dan Cuaca Sekitar

Dalam 6 jam terakhir, yaitu pada hari Rabu (17/12/2025) pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, kondisi Gunung Api Lewotobi Laki-laki terpantau stabil. Berdasarkan pengamatan visual, gunung tersebut tertutup kabut dengan tingkat kepadatan antara 0-I hingga 0-II. Asap kawah tidak terlihat, sementara cuaca tercatat cerah hingga berawan. Angin lemah bertiup ke arah selatan dan barat daya.

Suhu udara sekitar gunung berkisar antara 21-23°C. Pengamatan klimatologi juga menunjukkan cuaca cerah hingga berawan dengan angin yang relatif tenang.

Data Gempa dan Tremor

Berdasarkan pengamatan kegempaan, terdapat beberapa jenis gempa yang tercatat:

  • 3 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2.2-5.9 mm dan durasi gempa antara 66-84 detik.
  • 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 2.9 mm, S-P 2.5 detik, dan durasi gempa 16 detik.
  • 3 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 2.2-5.1 mm, S-P 7.6-8.8 detik, dan durasi gempa 21-32 detik.

Selain itu, gempa embusan mengalami sedikit peningkatan, namun hal ini lebih menunjukkan pelepasan tekanan gas dari lapisan dangkal, bukan tanda eskalasi menuju erupsi.

Penurunan Status dan Analisis

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada Senin (8/12/2025). Keputusan ini didasarkan pada hasil analisis visual dan instrumental aktivitas gunung selama periode pengamatan 1 Desember hingga 7 Desember 2025.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Data visual mencatat berkurangnya intensitas aktivitas permukaan. Gempa guguran yang masih fluktuatif lebih menunjukkan proses penyesuaian material pada lereng yang menuju kestabilan.

Potensi Banjir Lahar dan Abunya

Meskipun aktivitas vulkanik menurun, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap potensi banjir lahar selama musim hujan. Beberapa daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote perlu diwaspadai jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu pada sistem pernafasan.

Rekomendasi dan Koordinasi

Berikut rekomendasi yang diberikan:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *