Mo Eun, Narapidana yang Menolong Banyak Orang di “The Price of Confession”
Mo Eun (Kim Go Eun) adalah seorang narapidana yang terkenal dengan sifat dinginnya. Ia dikenal sebagai “Penyihir” karena sikap misterius dan tidak mudah dipahami. Di dalam film drama Korea The Price of Confession, ia melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami istri dan ditangkap di TKP. Meski begitu, di balik penampilannya yang dingin, Mo Eun memiliki hati yang penuh empati dan sering membantu orang-orang yang membutuhkan.
Di penjara, Mo Eun melihat siaran TV tentang An Yun Su (Jeon Do Yeon), yang sedang dituduh membunuh suaminya. Sikap putus asa An Yun Su menarik perhatian Mo Eun. Ia memutuskan untuk membantunya dengan syarat tertentu. Selain An Yun Su, Mo Eun juga membantu beberapa karakter lainnya. Berikut ini adalah daftar orang-orang yang dibantu oleh Mo Eun:
1. An Yun Su
An Yun Su dituduh membunuh suaminya, Lee Ki Dae (Lee Ha Yul). Hal ini terjadi karena sikapnya yang tidak biasa. Ia tidak terlihat sedih saat suaminya meninggal dan lebih peduli pada putrinya yang ditinggal sendirian di rumah. Bahkan, saat diinterogasi petugas, ia malah bersikap ceria dan hangat pada semua orang.
Di sisi lain, An Yun Su adalah seorang guru seni yang cukup nyentrik dan sering melukis hal-hal sensual. Ia juga sering menggunakan kata-kata kasar dan mengancam akan membunuh sang suami karena gak menuruti permintaannya. Sikap aneh ini memperkuat keyakinan Jaksa Baek Dong Hun (Park Hae Soo) bahwa An Yun Su adalah pelaku pembunuhan.
Meskipun demikian, sikap putus asa An Yun Su yang terus-menerus menyatakan bahwa ia tidak membunuh suaminya mencuri perhatian Mo Eun. Saat di penjara, Mo Eun sengaja membuat rencana agar sel isolasinya bersebelahan dengan An Yun Su.
Mo Eun juga berkata akan membuat pengakuan bahwa dirinya yang membunuh suami An Yun Su. Dengan begitu, An Yun Su bisa bebas bersyarat dan pulang ke rumah untuk menemui putrinya. Sebagai imbalan, Mo Eun ingin An Yun Su membunuh seseorang.
2. Gembul

Gembul (Sim I Na) adalah salah satu narapidana yang pernah satu sel dengan Mo Eun di penjara. Ia sering menjadi korban intimidasi dari narapidana lain karena tubuhnya yang besar. Meski begitu, ia tidak pernah melawan saat dipukul.
Suatu hari, Gembul dikabarkan akan bebas dari penjara keesokan harinya. Beberapa perisaknya tidak menyukai hal itu. Mereka melakukan tindakan kekerasan dengan menutupi wajah Gembul dengan plastik hingga kesulitan bernapas, lalu memukulnya habis-habisan. Ia sempat berhenti bernapas selama beberapa saat sebelum akhirnya Mo Eun menyelamatkannya.
3. Gu Hui Yeong

Gu Hui Yeong (Lee Jae In) dipindahkan ke penjara dewasa karena sel untuk remaja sudah penuh. Ia ternyata mengenal adik Mo Eun, Kang So Mang (Hong Hwa Yeon).
Kang So Mang dijebak dan dilecehkan oleh Ko Se Hun (Nam Da Reum) yang ingin mendapatkan uang untuk berjudi. Ko Se Hun kemudian mengancam Kang So Mang dan mengirim video asusilanya ke semua kontak di ponsel Kang So Mang. Kang So Mang awalnya ingin melawan, tapi kalah kekuatan dengan keluarga Ko Se Hun yang kaya dan bisa menyuap saksi.
Gak kuat menghadapi teror, Kang So Mang mengakhiri hidupnya sendiri. Setelahnya, ayah Kang So Mang, Kang Ji Seok (Kim Jae Man) juga mengakhiri hidupnya karena merasa gagal melindungi sang putri. Gu Hui Yeong merupakan teman dekat Kang So Mang di sekolah. Namun, bukannya membela, ia malah menjadi saksi yang membuat Kang So Mang terlihat seperti perempuan bayaran.
Saat Mo Eun mengetahui identitasnya, Gu Hui Yeong yang merasa bersalah mencoba gantung diri. Meski begitu, ia berhasil diselamatkan. Akibat tindakannya itu, lututnya mengalami robek dan pendarahan. Mo Eun yang di masa lalu merupakan dokter melakukan pertolongan pertama dan berhasil menyelamatkan nyawa Gu Hui Yeong.
Mo Eun dijuluki “Penyihir” karena sikap dingin dan misteriusnya di The Price of Confession. Di balik wajah dinginnya, ia punya empati tinggi dan sering menolong orang yang kesulitan. Bahkan, ia juga tidak membedakan siapa pun dan juga menolong orang yang menjadi penyebab hidupnya hancur. Orang-orang di penjara sampai tidak menyangka dengan sikapnya itu dan jadi bersimpati padanya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










