Penelitian Ijazah Jokowi dan Gibran Terus Berjalan
Tim Roy Suryo dan dr. Tifa kini tengah fokus pada penelitian keaslian ijazah SMA Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, mereka telah meneliti ijazah Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tim ini menyatakan bahwa penelitian tetap berlangsung meski dr. Tifa saat ini berstatus tersangka terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.
dr. Tifa menegaskan bahwa tugas ilmiah mereka adalah terus mencari kebenaran. Menurutnya, penelitian tersebut dilakukan karena masih ada ketidakjelasan mengenai latar belakang pendidikan Gibran. Ia menjelaskan bahwa masalah ini menjadi penelitian kedua yang sedang mereka jalankan.
“Yang belum mendapatkan kejelasan adalah tentang status atau riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dan itu menjadi penelitian kedua kami yang sekarang ini sedang kami jalankan,” ujarnya dalam konferensi pers.
dr. Tifa juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari tugasnya. Menurutnya, sebagai peneliti, ia dan timnya memiliki tanggung jawab untuk mencari jawaban yang valid berbasis sains.
Isu Ijazah Palsu sebagai Agenda Politik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai isu ijazah palsu yang terus muncul selama empat tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa tuduhan tersebut bukan hanya sekadar rumor, melainkan diduga terkait dengan agenda besar politik yang bertujuan merusak reputasinya.
Menurut Jokowi, ada pihak tertentu yang melakukan “agenda besar politik” dan “operasi politik” untuk menjatuhkan citranya. Ia merasa heran karena isu ini terus diangkat meskipun sudah banyak pembantahan dari berbagai pihak.
“Yang membuat ijazah saja sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV.
Jokowi juga menilai bahwa tuduhan tersebut diarahkan untuk menjelek-jelekkan dirinya. Ia menegaskan bahwa semua tindakan yang dilakukan, seperti mengolok-olok atau menuduh, pasti memiliki tujuan politik.
Penjelasan UGM Mengenai Ijazah Jokowi
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, memberikan klarifikasi resmi mengenai status kelulusan Jokowi. Dalam video yang dirilis melalui kanal YouTube UGM, ia menegaskan bahwa Jokowi benar-benar merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM pada 1985.
“Kami punya data dan bukti bahwa Bapak Joko Widodo resmi menjadi lulusan UGM dan juga sudah diberikan tanda kelulusannya kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Terkait foto ijazah Jokowi yang beredar luas di media sosial, Ova menjelaskan bahwa UGM tidak bisa berkomentar tentang keaslian dokumen yang sudah berada di tangan alumni. Menurutnya, setelah ijazah diserahkan, tanggung jawab penyimpanan sepenuhnya beralih kepada penerima.
“Artinya, yang menjaga ijazah itu adalah yang bersangkutan. Universitas tidak bisa berkomentar tentang dokumen yang sudah berada di tangan alumni,” jelasnya.
Dalam video yang sama, hadir pula Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro, Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta, dan Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana. Mereka menegaskan bahwa UGM menyimpan arsip administrasi dan dokumen akademik yang lengkap sebagai bukti kelulusan Jokowi.
Ova menjelaskan bahwa penerbitan ijazah dilakukan setelah mahasiswa dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik. Dokumen kelulusan itu kemudian diberikan langsung pada momen wisuda.
“Ijazah diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan proses pendidikan secara baik dan sesuai persyaratannya. Dokumen itu diserahkan langsung pada saat wisuda,” ujarnya.











