My WordPress Blog

Kronologi Justin Hubner yang membuat pelatih Fortuna Sittard marah hingga disebut sangat bodoh saat melawan Ajax

Peristiwa Buruk yang Menimpa Bek Timnas Indonesia di Liga Belanda

Bek Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Justin Hubner, kini tengah menghadapi situasi tidak menyenangkan setelah tindakannya dalam pertandingan melawan Ajax Amsterdam menimbulkan reaksi keras dari pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs. Aksi yang dianggap tidak bijaksana ini memicu kemarahan sang pelatih hingga ia menggunakan kata-kata kasar untuk menyemprot pemain tersebut. Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa ini.

Kronologi Pertandingan

Pertandingan antara Fortuna Sittard melawan Ajax Amsterdam berlangsung di Offermans Joosten Stadion, Sittard, Belanda, pada Minggu (7/12/2025). Awalnya, Fortuna Sittard unggul lebih dulu melalui gol Kaj Sierhuis pada menit ke-4, yang tercipta berkat umpan dari Mohammed Lhattaren.

Namun, sebelum babak pertama usai, Syb van Ottele melakukan gol bunuh diri, membuat skor menjadi 1-1 pada menit 45+6′. Di babak kedua, Justin Hubner masuk menggantikan Jasper Dahlhaus pada menit ke-46′. Sayangnya, hanya satu menit setelah masuk, timnya kembali kebobolan akibat gol bunuh diri Ryan Fosso, yang membuat Ajax unggul 1-2 pada menit ke-47′.

Pada menit ke-52′, Owen Wijndal mencetak gol yang membawa Ajax unggul 1-3. Gol ini tercipta setelah menerima umpan dari Oscar Gloukh. Baru satu menit kemudian, Justin Hubner melakukan kesalahan besar dengan melakukan tekel keras kepada Rayane Bounida, pemain nomor punggung 43 dari Ajax Amsterdam.

Pemain berusia 19 tahun itu langsung jatuh dan kesakitan setelah dilanggar oleh Hubner. Tekel ini dinilai tidak perlu karena posisi Bounida masih di area tengah lapangan dan tidak mengancam pertahanan lawan. Akibatnya, wasit langsung memberikan kartu merah kepada Justin Hubner.

Setelah diusir, Hubner langsung masuk ke ruang ganti. Selain itu, wasit juga mengusir Youri Baas dari Ajax Amsterdam pada menit ke-60′ setelah mendapat kartu kuning kedua.

Dampak Kekalahan bagi Fortuna Sittard

Kehilangan Justin Hubner menjadi kerugian besar bagi Fortuna Sittard, yang harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir pertandingan. Mereka kewalahan menghadapi serangan Ajax Amsterdam dan akhirnya kalah dengan skor 1-3. Hasil ini membuat Fortuna Sittard tetap berada di papan tengah klasemen dengan 18 poin, berada di urutan ke-11. Sementara Go Ahead Eagles, klub yang dibela Dean James, berada di posisi ke-10 dengan koleksi poin yang sama.

Di sisi lain, Ajax Amsterdam naik ke empat besar klasemen dengan 26 poin.

Reaksi Pelatih Fortuna Sittard

Aksi Justin Hubner yang dianggap tidak bijaksana memicu kemarahan pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs. Ia menyebut tindakan Hubner sangat bodoh, terutama karena aksinya terjadi setelah baru saja masuk ke lapangan.

“Dia hanya menabraknya dari belakang. Itulah yang dia lakukan sepanjang pertandingan. Tapi lihat, apa yang dilakukan Hubner selanjutnya sungguh bodoh,” ujarnya.

Danny Buijs juga mengkritik performa tim yang harus bermain dengan 10 pemain. “Itu kurva pembelajaran. Banyak sekali kurva pembelajaran, karena itu berarti kami harus melanjutkan dengan sepuluh pemain. Itu sangat menyakitkan hari ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kekalahan bukanlah akibat nasib buruk, melainkan karena pertahanan yang buruk. “Kami punya banyak pemain yang benar-benar bersemangat dan momen di mana kami bisa melukai Ajax. Namun, dalam beberapa menit, semuanya kebobolan,” tambahnya.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya pengambilan keputusan yang tepat dalam permainan sepak bola. Aksi Justin Hubner yang tidak terencana memicu reaksi keras dari pelatih dan berdampak signifikan terhadap hasil pertandingan. Meski demikian, pelatih Fortuna Sittard tetap optimis bahwa timnya akan belajar dari kekalahan ini.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *