My WordPress Blog

7 Bintang Artis Keturunan yang Pernah Tinggal di Aceh Bantu Korban Bencana

Keberagaman Respons Artis Keturunan Aceh Terhadap Bencana Banjir

Bencana banjir yang melanda Aceh sejak 26 November 2025 telah mengundang respons berbagai pihak, termasuk para artis keturunan atau berdarah Aceh. Tujuh tokoh ternama ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga yang terdampak, baik melalui donasi, penggalangan dana, maupun aksi nyata di lapangan.

1. Ariel Noah

Ariel Noah memiliki hubungan emosional dengan Aceh, karena pernah tinggal di daerah tersebut sebelum pindah ke Bandung. Meski ia tidak bisa turun langsung ke lokasi karena kesibukan, Ariel tetap memberikan bantuan dan memantau situasi melalui informasi yang diterimanya. Ia menyatakan bahwa upaya membantu tidak selalu harus terlihat oleh publik. “Dapet update udah, cuman ya bergeraknya enggak perlu ketahuan orang lah,” ujarnya.

2. Cut Syifa

Sebagai artis asal Aceh, Cut Syifa belum terlihat memberikan bantuan secara aktif untuk korban banjir. Meski demikian, kemungkinan besar ia juga merasa prihatin atas kondisi yang terjadi di daerah asalnya.

3. Teuku Ryan

Teuku Ryan adalah salah satu korban bencana banjir yang terdampak secara langsung. Rumah keluarganya di Langsa rusak akibat material lumpur. Ryan tidak tinggal diam, ia menggalang dana melalui platform Kitabisa untuk membantu warga yang masih kesulitan logistik. Menurutnya, meskipun ia tidak bisa terjun langsung ke lokasi, tindakan penggalangan dana merupakan bentuk kepeduliannya.

4. Enzy Storia

Enzy Storia, yang juga berdarah Aceh, sempat menjadi sorotan karena cuitannya tentang bencana. Ia menulis, “Karma tuh ada banget ya. Allah yang bales kalau memang bener zalim.” Cuitan ini menimbulkan berbagai spekulasi terkait respons pemerintah terhadap bencana yang terjadi.

5. Teuku Wisnu

Sebagai keturunan Aceh, Teuku Wisnu memilih untuk terjun langsung ke lokasi bencana. Ia memberikan bantuan kepada tiga desa yang terdampak bersama tim sukarelawan lainnya. Meskipun keluarganya tidak mengalami dampak langsung, ia tetap ingin memberikan dukungan bagi warga yang membutuhkan.

6. Beby Tsabina

Beby Tsabina, yang juga merupakan artis keturunan Aceh, turut membuka penggalangan dana untuk masyarakat Aceh yang terkena bencana. Dari akun Instagramnya, ia menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi yang sedang dialami saudara-saudaranya di Aceh.

7. Zikri Daulay

Zikri Daulay, putra daerah Aceh, sangat prihatin dengan dampak bencana kali ini. Ia menceritakan kondisi memprihatinkan warga di daerah terisolir, seperti krisis air bersih dan logistik. Ia juga mengingat trauma masa kecilnya saat tsunami 2004. Menurutnya, banjir kali ini lebih parah karena cakupan wilayah yang terdampak jauh lebih luas. Keluarganya juga terkena dampak banjir, dengan rumah pribadinya terendam hingga sepinggang orang dewasa.

Data Korban dan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat 921 orang meninggal dunia, 392 orang masih hilang, 5 ribu orang luka-luka, dan 962,2 ribu orang terpaksa mengungsi.

Di Provinsi Aceh, korban meninggal bertambah menjadi 366 jiwa; 4,3 ribu orang luka-luka; dan 97 orang masih hilang. Korban tersebar di berbagai kabupaten dan kota, seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Pidie Jaya, dan lainnya.

Selain itu, banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah, fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, gedung/kantor, rumah ibadah, dan jembatan. Di Aceh sendiri, 18 kabupaten/kota terdampak, 138,5 ribu rumah mengalami kerusakan, 258 unit fasilitas pendidikan rusak, 312 unit jembatan rusak, serta 126 unit fasilitas kesehatan rusak.

Banjir di Aceh terjadi sejak 26 November 2025 dan terus meninggalkan dampak luas hingga sekarang.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *