Penampilan Verrell Bramasta di Lokasi Banjir Bandang Sumatera Kembali Jadi Sorotan
Verrell Bramasta kembali menjadi sorotan setelah mengunjungi lokasi banjir bandang di Sumatera. Dalam kunjungannya tersebut, ia menggunakan rompi yang disebut mirip dengan rompi anti peluru, yang menimbulkan perbincangan di kalangan warganet.
Kehadiran Verrell Bramasta di daerah bencana awalnya bertujuan untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir. Namun, gaya berpakaian yang dikenakannya justru membuat namanya viral di media sosial. Ia tiba di lokasi banjir dengan mengenakan rompi taktis yang sekilas menyerupai rompi anti peluru.
Momen ini kemudian ramai diperbincangkan karena wilayah yang dikunjunginya merupakan kawasan terdampak bencana alam, bukan zona konflik atau peperangan. Banyak netizen mempertanyakan alasan Verrell memakai rompi tersebut.
Dalam unggahan di akun TikTok miliknya, Verrell menuliskan pengalamannya ketika tiba di salah satu titik parah yang terdampak banjir di Padang. Ia menceritakan bagaimana ia merasakan dampak banjir sejak langkah pertama. Di tengah puing, rumah-rumah yang tergenang dan bersisa lumpur, seorang ibu menceritakan bagaimana air naik begitu cepat, tak memberi waktu untuk menyelamatkan apa pun.
Selain meninjau kondisi warga, Verrell juga membawa berbagai bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban banjir. Ia mengatakan bahwa momen saat bantuan diberikan merupakan salah satu hal yang membuatnya terharu.
“Di momen ketika sedikit bantuan diserahkan dan senyum kecil kembali muncul, rasanya hangat sekali. Kehadiran, bahkan dalam bentuk paling sederhana, bisa menjadi pengingat bahwa pemulihan dimulai dari rasa saling menjaga,” tulisnya lagi.
Menurut Verrell, Sumatera memang tengah berduka akibat bencana banjir, namun ia melihat sendiri bahwa para warga masih menyimpan semangat untuk bangkit. Ia berharap pemulihan berlangsung cepat dan semua orang tetap menjadi bagian dari kekuatan untuk bangkit bersama.
Pada kunjungannya itu, Verrell juga sempat bertemu dengan seorang ibu yang menangis lantaran kehilangan motor yang biasa digunakan untuk bekerja. Ia mencoba menenangkan sang ibu dengan ucapan lembut. Ia bahkan berjanji akan memberikan motor baru sebagai pengganti kendaraan yang hilang tersebut.
“Ibu kehilangan motor, Insya Allah bantuan motor dari saya bantu pribadi buat ibu ya. Insya Allah motornya bisa ibu pakai buat usaha lagi,” ucap Verrell.
Di sisi lain, perhatian warganet bukan hanya tertuju pada kondisi banjir atau bantuan yang dibawa Verrell, melainkan pada gaya berpakaian anggota Komisi X DPR RI itu. Saat meninjau lokasi banjir, Verrell terlihat mengenakan kaus polo yang cukup ketat dipadukan dengan celana abu-abu. Namun yang paling mencolok adalah rompi taktis yang melekat di tubuhnya.
Penampilan tersebut memicu berbagai komentar di media sosial, terutama di Threads. Beberapa warganet mempertanyakan alasan Verrell memakai rompi yang menyerupai rompi anti peluru ketika mengunjungi daerah bencana.
“Verrel kenapa pake rompi anti peluru ya?” tulis seorang pengguna Threads.
Komentar lain tak kalah pedas. “Aslinya juga udah nahan-nahan ini dari kemarin, tapi meledak juga lihat si Verrel pakai rompi sampah gitu,” tulis warganet lainnya.
Jika dilihat dari bentuknya, rompi tersebut memang menyerupai rompi taktis yang umumnya digunakan untuk membawa perlengkapan seperti alat komunikasi, kotak P3K, atau berbagai aksesori penunjang lainnya. Dalam kondisi tertentu, rompi jenis itu dapat dipasangi plat keras sebagai pelindung tubuh, namun tanpa plat, rompi tersebut hanya berfungsi sebagai alat membawa perlengkapan.
Melalui unggahan lanjutan, Verrell kembali menuliskan pengalamannya ketika bertemu banyak warga di Sumatera Barat. Ia menceritakan bagaimana warga melewati masa sulit ini. Banyak cerita yang ia dengar hari itu, baik tentang kehilangan maupun usaha untuk tetap bertahan.
Ia menyebut kehadirannya bukan hanya untuk menyampaikan empati, tetapi juga untuk memberikan dukungan nyata melalui bantuan pribadi. “Kita mungkin tidak bisa memperbaiki semuanya dalam satu hari, tetapi kehadiran dan kepedulian adalah awal dari pemulihan. Padang dan Sumatera kuat bukan hanya karena warganya, tetapi karena kita semua memilih untuk saling menguatkan,” tulis akun TikTok Verrell Bramasta.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











