My WordPress Blog

Janji Cak Imin Usai Banjir Sumatera Dikritik Susi Pudjiastuti: Saya Akan Tagih, Netizen Catat Ini

Penyataan Susi Pudjiastuti Terkait Janji Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Dalam akun X-nya, ia menegaskan bahwa akan menagih janji-janji yang diberikan oleh Cak Imin. Pesan tersebut ditulis dengan tegas: “Saya akan tagih janji anda. Netizen ingat dan catat ini !!!!”

Pernyataan ini muncul setelah Cak Imin menyampaikan rencana pembenahan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kebijakan yang Harus Melibatkan Masyarakat Adat

Cak Imin menjelaskan bahwa penyusunan kebijakan tersebut harus melibatkan masyarakat adat dan warga sekitar kawasan sumber daya alam. Menurutnya, keterlibatan mereka sangat penting untuk memperoleh kajian komprehensif mengenai kondisi lingkungan dan potensi kerusakan yang mengancam.

“Melibatkan masyarakat adat, melibatkan masyarakat di sekitar lokasi-lokasi sumber daya alam sehingga terjaga ancaman kerusakan,” ujar Cak Imin saat ditemui wartawan di Universitas Indonesia, Selasa (2/12/2025).

Prioritas Pemerintah dalam Penanganan Bencana

Pemerintah pusat menetapkan tiga prioritas utama dalam menangani bencana longsor dan banjir di tiga provinsi tersebut. Prioritas pertama adalah pemenuhan kebutuhan darurat dan logistik yang harus segera dikirimkan ke seluruh lokasi terdampak.

Prioritas kedua mencakup pemulihan infrastruktur agar wilayah yang terisolir bisa tertangani, termasuk langkah-langkah agar lalu lintas logistik bisa mudah. Sementara itu, prioritas ketiga mencakup upaya penyelamatan terhadap seluruh korban hilang, meninggal, maupun warga yang terpaksa mengungsi.

Data Korban Bencana dari BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa (2/12/2025) sore mencapai 708 jiwa. Selain itu, tercatat 499 orang masih hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa di Sumatera Utara, korban meninggal dunia mencapai 294 jiwa dan 155 jiwa lainnya dilaporkan masih hilang. Wilayah paling terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

Di Provinsi Aceh, hingga hari ini tercatat sebanyak 218 jiwa meninggal dunia dan 227 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Di Sumatera Barat, dilaporkan 196 jiwa meninggal dunia dan 117 jiwa lainnya hilang.

Upaya Pencarian dan Pertolongan

Meski sudah hampir satu pekan bekerja, upaya pencarian dan pertolongan tetap dilakukan oleh tim gabungan. Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, menekankan bahwa ini tetap menjadi prioritas. BNPB bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait bersatu padu untuk melakukan akselerasi dari tanggap darurat dan pemulihan di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor ini.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *