My WordPress Blog

BNPB Tangani Penjarahan di Sibolga dan Tapteng Akibat Banjir, Ungkap Distribusi Bantuan

Penjarahan di Sibolga dan Tapanuli Tengah Akibat Kekurangan Logistik Pasca Banjir

Kebutuhan logistik yang tidak terpenuhi akibat bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera Utara menyebabkan masyarakat mengambil tindakan ekstrem. Di Kabupaten Sibolga dan Tapanuli Tengah, warga melakukan penjarahan terhadap minimarket hingga gudang Bulog untuk mendapatkan makanan. Hal ini terjadi setelah stok bantuan menipis dan distribusi logistik belum merata.

Distribusi Bantuan Logistik yang Masih Terbatas

Menanggapi isu penjarahan tersebut, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan bahwa bantuan logistik sudah disebarkan ke daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, distribusi masih dilakukan secara bertahap dan kuantitasnya belum cukup memenuhi kebutuhan warga.

Untuk Kabupaten Sibolga, bantuan logistik sudah masuk sejak dua hari lalu. Namun, karena pengangkutan dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter, kapasitas pengangkutan terbatas. Abdul Muhari menegaskan bahwa pendistribusian akan terus dilakukan, terutama untuk daerah dengan stok logistik yang menipis.

“Jadi untuk bantuan sendiri sudah mencapai Sibolga, tapi mungkin ini untuk kuantitasnya yang akan kita kejar dalam, hari ini akan ada dua heli untuk distribusi bantuan ke daerah-daerah yang menurut laporan pemerintah daerahnya itu stok logistiknya menipis,” ujarnya dalam program ‘Sapa Indonesia Pagi’ Kompas TV, Minggu (30/11/2025).

Koordinasi antara BNPB dan Daerah

Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa informasi tentang ketersediaan logistik disampaikan oleh pimpinan daerah kepada posko utama atau posko komando BNPB yang berada di Tarutung, Tapanuli Utara. Setiap malam pukul 19.00–21.00 WIB, BNPB melakukan evaluasi ketersediaan dan distribusi logistik bersama pimpinan daerah.

“Kalau pimpinan daerah itu melaporkan ada stok logistik yang mulai menipis, maka esok harinya akan ada satu atau dua heli yang akan digunakan untuk penebalan logistik.”

Ia mengimbau para kepala daerah untuk terus aktif mengupdate ketersediaan logistik daerah masing-masing setiap harinya. Dengan demikian, BNPB dapat segera mengirimkan bantuan tambahan menggunakan helikopter.

Penjarahan Gudang Bulog di Sibolga

Gudang Bulog Sarudik di Sibolga menjadi sasaran penjarahan warga korban banjir pada Sabtu (29/11/2025). Warga melakukan penjarahan karena stok bahan makanan di rumah mereka habis. Selain itu, harga bahan makanan melonjak tinggi pasca banjir yang terjadi pada Selasa (25/11/2025).

Menurut pernyataan Bulog Sibolga, stok beras terbaru (per 29 September 2025) mencapai sekitar 2.400 ton. Namun, proses pendataan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa dari gudang terkendala sinyal dan akses yang sulit.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, memastikan bahwa pemulihan distribusi pangan tetap menjadi prioritas utama. Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, dan seluruh pihak terkait agar bantuan bisa segera mencapai masyarakat terdampak paling parah.

Warga di Tapanuli Tengah Menjarah Minimarket

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pandan mulai menjarah minimarket hingga gudang Bulog pada Sabtu (29/11/2025). Penjarahan dilakukan karena kesulitan mendapatkan pasokan makanan meski bantuan telah disalurkan ke lokasi terdampak.

Syakila, warga Pandan, mengatakan bahwa penjarahan baru terjadi karena semua bahan sembako di rumah sudah habis. Ia juga menyebut bahwa bantuan logistik dari Pemprov Sumut belum terbagi secara merata.

“Hari ini, baru penjarahan. Karena bahan sembako kami udah pada habis,” jelasnya. “Udah pada antre orang di Kantor Bupati untuk ambil sembako tapi kayaknya gak bakal cukup dan lama antre jadi warga menjarah.”

Selain itu, harga telur, cabai, dan lain-lain melonjak tinggi pasca banjir. Syakila menambahkan bahwa uang yang dimiliki warga juga sudah habis, sehingga membuat mereka terpaksa melakukan penjarahan.

Dari video yang disebarkan warga setempat, terlihat masyarakat mulai menjarah bahan pokok seperti beras, minyak, telur, dan lain-lain di sejumlah minimarket. Di swalayan Aido di Jalan lintas Sibolga-Tapsel, warga berlarian mengambil bahan sembako. Selain itu, barang di minimarket tersebut sudah kosong.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *