My WordPress Blog
Budaya  

Renungan Katolik Harian: Langit dan Bumi Akan Berlalu

Renungan Harian Katolik: Langit dan Bumi akan Berlalu

Hari ini, kita menghadapi renungan yang sangat penting tentang akhir zaman. Yesus mengingatkan kita bahwa langit dan bumi akan berlalu (Lukas 21:33). Ini adalah peringatan yang harus kita dengarkan dengan penuh kesadaran. Kuasa-kuasa langit akan bergoncangan, dan segala sesuatu yang terjadi di bumi akan membuat orang mati ketakutan karena cemas (ayat 26).

Sulit untuk membayangkan bagaimana bumi yang kini dihuni oleh 8 miliar jiwa bisa mengalami kekacauan sedemikian rupa hingga membuat banyak orang takut dan mati karena cemas. Namun, ini adalah fakta yang harus kita hadapi. Banyak orang tidak pernah memikirkan hal ini, bahkan tidak membaca atau merenungkan kata-kata Yesus dalam Injil-Nya tentang akhir zaman.

Perhatian Terhadap Lingkungan

Saat ini, banyak orang mencoba berbagai inovasi agar dampak buruk aktivitas manusia dapat diminimalkan. Contohnya, daur ulang sampah, penggunaan energi non-fosil, serta teknologi pengolahan limbah. Upaya-upaya ini dilakukan agar kebutuhan pokok manusia terpenuhi secara efisien sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan, rumah kita bersama.

Namun, pertanyaannya adalah, sampai kapan bumi mampu menampung manusia dan kehidupannya? Apakah kita sadar bahwa usia bumi terbatas, meskipun jauh lebih lama dari usia manusia dalam hitungan satu generasi?

Apakah kita tahu bahwa pada suatu saat, daya dukung bumi akan semakin terbatas dan bahkan habis? Dan apakah kita menyadari bahwa langit dan bumi akan berlalu?

Banyak penduduk bumi yang tidak tahu. Hari ini, Yesus memberitahu kita bahwa langit dan bumi akan berlalu; bahwa semua yang fana akan sirna. Semua akan sirna tanpa tersisa. Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, kata Rasul Paulus (1Kor 7:31b).

Sabda Yesus yang Takkan Berlalu

Lantas apa yang masih bertahan? Yesus memberitahu bahwa meskipun langit dan bumi akan berlalu, sabda-Nya tidak akan berlalu (ayat 33). Sabda Yesus itu tetap, kekal, dan abadi, berlaku untuk selama-lamanya.

Bukan hanya Penginjil Lukas yang mencatat bahwa sabda Yesus tidak akan berlalu (Luk 21:33). Para penginjil Sinoptik lain, Matius dan Markus, juga mencatatnya bahwa perkataan Yesus tidak akan berlalu (lihat Mat 24:35; Mrk 13:31). Rasul Petrus pun sadar betul akan hal ini.

Sebab itu, ketika banyak orang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Yesus, Dia bertanya kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). Simon Petrus mewakili teman-temannya menjawab, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (ayat 68-69).

Perkataan Yesus, Sang Guru, adalah perkataan hidup yang kekal. Oleh karena itu, yang kekal, yang abadi, yang tidak akan berlalu, itulah yang mesti kita kejar, upayakan, dan hidupi.

Keabadian dalam Iman

Karena sekalipun dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, seperti dikatakan oleh Rasul Paulus, berarti akan kita tinggalkan, namun karena kita hidup dalam iman akan Yesus dan sabda-Nya, kita tidak ikut binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Rasul Paulus juga menasihati kita, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan-Nya di antara kamu” (Kol 3:16). Perkataan Kristus yang diam di antara kita, bahkan di dalam hidup kita, akan menerangi dan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang menyatu di dalam Dia.

Jika kita yang telah percaya kepada Yesus selalu menyatu di dalam Dia, yang sabda-Nya tidak akan berlalu, apakah kita akan dibuang? Tidak. Sebab Dia bersabda, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh 6:37).

Justru orang yang tidak tinggal di dalam Yesus, tidak menyatu di dalam Dia, yang akan dibuang, seperti telah Dia katakan, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar” (Yoh 15:6).

Mari kita selalu tinggal di dalam Yesus dan sabda-Nya yang menjamin hidup kita kepada keabadian. Sebab, langit dan bumi akan berlalu, tetapi (hanya) sabda-Nya takkan berlalu. Sabda Yesus yang takkan berlalu itulah yang menjadi dasar dan pedoman hidup kita.

Gambaran Pohon Ara

Gambaran pohon ara tadi menjelaskan keadaan para murid Kristus. Seperti pohon ara, Umat Kristiani harus menempuh ganasnya “musim dingin” sebelum melihat “musim panas”. Selama perjalanan hidup ini kita harus menderita lebih dulu sebelum mengalami kejayaan Kerajaan Allah di akhir waktu.

Namun, iman dan harapan akan hidup mulia bersama Kristus di masa depan memberi kekuatan bukan hanya bagi Gereja Perdana tetapi juga bagi semua murid Kristus di setiap zaman. Setiap kali kita menghadapi kesulitan dengan iman yang teguh, saat itulah Kerajaan Allah datang di tengah situasi hidup kita.

Doa

Ya Yesus Tuhan, semoga pengharapan akan hidup mulia bersama-Mu di masa depan menguatkan aku dalam menghadapi setiap kesulitan. Semoga aku selalu melihat tanda-tanda kehadiran-Mu dalam setiap situasi, agar aku selalu berada di dekat-Mu sampai akhir hidupku. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus….Amin.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *