My WordPress Blog

Arumi Akhirnya Buka Suara Soal Ayah Tiri, Dihujat Netizen

Arumi Akhirnya Buka Suara Setelah Dihujat Netizen

Arumi, ibu kandung Alvaro Kiano Nugroho (6), akhirnya muncul ke publik setelah menjadi sorotan warganet. Kejadian ini terjadi setelah suaminya yang baru, Alex Iskandar, menjadi pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro.

Alex Iskandar menculik Alvaro di Masjid Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (6/3/2025). Ia kemudian membawa korban ke kediamannya di wilayah Tangerang. Di lokasi tersebut, Alex Iskandar menghabisi nyawa Alvaro dengan cara dibekap menggunakan handuk. Jasad Alvaro kemudian dibuang tiga hari setelah kejadian, di kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Delapan bulan kemudian, jenazah Alvaro akhirnya ditemukan, namun hanya tinggal kerangka saja. Sejumlah netizen lalu menilai bahwa Arumi selama ini tidak jujur soal ayah tiri Alvaro. Mereka merasa bahwa jika dari awal Arumi jujur tentang hubungan pernikahannya dengan Alex Iskandar, proses penyelidikan bisa berlangsung lebih cepat.

Diketahui, di awal kasus hilangnya Alvaro, seorang marbot Masjid Al-Muflihun memberikan kesaksian bahwa bocah tersebut didatangi seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Sementara itu, ayah kandung Alvaro sedang dipenjara karena kasus narkoba. Polisi akhirnya memeriksa ayah kandung Alvaro dan keluarganya, tetapi mereka membantah dengan tegas mendatangi bocah tersebut.

Netizen menilai bahwa apabila dari awal Arumi jujur tentang suami barunya, Alex Iskandar, proses penyelidikan bisa berlangsung lebih cepat. Arumi dan Alex Iskandar sendiri menikah sejak Desember 2023.

Beberapa komentar netizen antara lain:
– “Kamu harusnya juga dipenjara!! Kenapa gak jujur nikah lagi dan Alvaro punya ayah tiri”
– “Baru tahu sis punya suami lagi.. Harusnya dari awal dia orang pertama yang dicurigai…”
– “Pas denger punya ayah tiri udah langsung deg, dari awal kalo ibunya bilang udah pasti orang yang dicurigai pertama ya ayah tirinya, mungkin ga akan sampai butuh waktu lama untuk mencari ananda Alvaro”
– “Dari awal kasus udah curiga kenapa marbot bilang dibawa ayahnya tapi seolah kamu tidak mengindahkan hal itu? Kita semua kaget dong ternyata Alvaro punya ayah tiri, dan kamu bekerja di Medan? ”
– “Kenapa pas awal marbotnya gak diketemukan sama papa tirinya? Kan marbotnya bilang yang jemput papanya . Turut Berdukacita untuk adik Alvaro”

Arumi Buka Suara

Mendapatkan banyak hujatan, Arumi akhirnya buka suara. Ia mengaku masih menunggu kedatangan jenazah Alvaro. Jenazah saat ini masih diperiksa di RS Polri Kramat Jati. Arumi juga mengaku ia dan keluarga sedang berduka sehingga belum bisa memberikan klarifikasi.

“Dengan kondisi saya dan keluarga saya yang masih berduka dan menunggu jenazah anak saya dibawa ke rumah, saya belum bisa melakukan klarifikasi apapun,” tulis Arumi.

Arumi lalu mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah mendoakannya.

Motif Ayah Tiri Habisi Alvaro

Polisi akhirnya mengungkap motif pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku menghabisi nyawa Alvaro lantaran dendam pribadi terhadap istrinya. Alex mencurigai Arumi memiliki hubungan dengan pria lain selama bekerja di luar negeri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyampaikan, pelaku merasa marah usai mendengar kabar bahwa istrinya diduga menjalin hubungan dengan pria lain ketika bekerja di luar negeri.

“Ada motif dendam pribadi dengan istrinya, muncul adanya dugaan perselingkuhan,” kata Budi, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025) malam.

Amarah tersebut akhirnya terkumpul dan dilampiaskan kepada Alvaro, yang tinggal bersama nenek dan kakeknya. Pelaku, yang tidak mampu menahan amarahnya, lalu membekap Alvaro hingga anak tersebut meninggal dunia.

Menurut Budi, pembunuhan itu terjadi usai korban menangis terus-menerus saat dibawa dari masjid.

“Korban terus menangis, lalu pelaku membekapnya,” jelas Budi.

Pelaku Akhiri Hidup

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengungkap detik-detik Alex Iskandar bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan.

Menurut Budi, Alex ditempatkan di ruang konseling karena statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun Alex sebelumnya menjalani proses pemeriksaan hingga Minggu (23/11/2025) dini hari.

“Pada saat tempo waktu proses pemeriksaan itu sampai dengan Minggu dini hari, jadi yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling. Kami luruskan kepada rekan-rekan media, tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling,” ujar Budi, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Selain itu, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah Alex memiliki penyakit bawaan atau penyakit menular sehingga belum dapat ditempatkan bersama tahanan lain.

“Kenapa di ruangan konseling? karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis, apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun penyakit menular sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya,” ucap dia.

Pada Minggu pagi sekira pukul 06.00 WIB, tersangka meminta izin untuk ke toilet.

“Awalnya, dia seolah sudah buang air di celana,” kata Kabid Humas.

Tersangka menggunakan celana pendek yang disediakan penyidik karena aturan di tahanan melarang penggunaan celana panjang. Namun, celana tersebut dianggap kotor, sehingga tersangka meminta diganti dengan celana panjang.

Peristiwa tragis itu terjadi di ruang konseling sekira pukul 06.30 WIB hingga 08.00–09.00 WIB.

“Tersangka ditemukan oleh rekannya yang berinisial G, melalui saksi kunci yang melihat dari pintu dengan bilah kaca di tengah, dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” ujar Budi.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *