My WordPress Blog

Idgitaf Rilis Video Musik ‘Sedia Aku Sebelum Hujan’ Kolaborasi Praz Teguh dan Ayi

Kejutan Baru dari Idgitaf dengan Video Musik yang Berbeda

Setelah merilis single “Sedia Aku Sebelum Hujan” pada awal Oktober lalu, penyanyi dan penulis lagu Idgitaf kembali menghadirkan kejutan lewat peluncuran video musik terbaru. Kali ini, ia memilih pendekatan yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Jika biasanya Gita dikenal dengan visual storytelling, kali ini ia memilih format social experiment yang melibatkan pasangan public figure dengan kisah cinta yang nyata dan menghangatkan hati.

Video musik tersebut menampilkan pasangan komedian–aktor–kreator konten Praz Teguh dan sang istri Qorry Rizky Ananda Majid (Ayi), yang telah membina rumah tangga lebih dari sepuluh tahun. Dalam proses syuting, keduanya diajak untuk kembali membuka lembaran perjalanan cinta mereka—sebuah momen yang ternyata jauh lebih emosional dari yang diperkirakan.

Momen Intim Praz & Ayi yang Dibingkai Jujur

Video dibuka dengan kisah awal hubungan mereka, disusul rangkaian visual yang memperlihatkan foto-foto kenangan pasangan tersebut. Gita mulai menyanyikan “Sedia Aku Sebelum Hujan” saat Praz dan Ayi mengungkapkan isi hati secara spontan. Beberapa kali keduanya tampak tak kuasa menahan air mata, terlebih ketika momen manis yang disiapkan tim produksi muncul di penghujung rekaman.

Praz mengaku tak memiliki ekspektasi khusus sebelum proses syuting dimulai. Namun hasil akhirnya justru meninggalkan kesan mendalam. “Pastinya ini jadi suatu hal yang akan kami kenang seumur hidup dan membuat hubungan saya dengan Ayi jadi semakin erat,” ujarnya.

Ayi menambahkan bahwa video tersebut menjadi semacam pengingat untuk mengisi ulang energi cinta mereka ketika sedang berada dalam titik lelah. “Kalau suatu saat kami merasa down, kami bisa melihat video musik ini sebagai recharge. Kami sangat berterima kasih pada Gita,” ujarnya.

Baik Praz maupun Ayi sepakat bahwa lirik lagu ini terasa sangat dekat dengan kehidupan mereka. Praz menyoroti bagian lirik “Yang siapkan bekalmu di peperangan” sebagai wujud nyata peran Ayi dalam hidupnya. Ayi pun menimpali, “Bagaimana pun caranya aku akan provide apa saja untuk dia. Ada mencintai dan dicintai, dan kami memilih mencintai dengan segala usahanya.”

Gita: “Aku Ingin Menampilkan Cinta yang Nyata”

Idgitaf mengatakan bahwa konsep social experiment dipilih untuk menyajikan sesuatu yang jujur dan tak dibuat-buat. “Untuk merepresentasikan sesuatu yang nyata dan pasti, kami harus mencari pasangan yang sangat cocok. Dan aku menemukannya di Praz dan istrinya,” ungkap Gita.

Sebagai bagian dari rangkaian promosi, sesi tanya jawab lengkap antara Praz dan Ayi—dipandu pengajar dan fasilitator pasangan Rani Anggraeni Dewi—akan dirilis beberapa hari setelah video musik utama.

Menuju Album Kedua 2026: Gita Hadir dengan Warna Baru

“Sedia Aku Sebelum Hujan” diproduksi bersama musisi dan produser Enrico Octaviano, menghadirkan warna pop ceria khas Gita yang kini berpadu dengan sentuhan country. Lagu ini disebut sebagai deklarasi cinta yang lugas, penuh energi, dan tanpa malu-malu.

“Aku ingin embrace cara mencintai yang ‘ugal-ugalan’. Aku bisa bilang terang-terangan: ‘Aku dapat melakukan apa saja buatmu, memindahkan gunung untukmu’. Cinta aku memang sebegitunya,” tutur Gita.

Lagu ini menjadi pembuka jalan menuju album kedua Idgitaf yang dijadwalkan rilis tahun 2026.

Respons Hangat Publik

Sejak dirilis, “Sedia Aku Sebelum Hujan” disambut sangat baik. Lagu ini telah meraup lebih dari 14,4 juta stream di berbagai platform digital dan telah digunakan lebih dari 138 ribu kali di TikTok, Instagram Reels, dan platform video pendek lainnya.

Video musik dengan pendekatan berbeda ini menjadi bukti konsistensi Idgitaf dalam menghadirkan karya yang tidak hanya kuat dari segi musikalitas, tetapi juga emosional dan dekat dengan kehidupan pendengarnya.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *