Awal yang Tidak Mudah bagi Jude Bellingham
Dengan empat gol dalam 17 pertandingan dan lebih dari 1.100 menit aksi kompetitif, mungkin tepat untuk mengatakan bahwa gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, mengalami awal yang lambat di musim baru. Sebagian besar hal itu berkaitan dengan cedera bahu yang telah dideritanya sejak lama, dan akhirnya sang pemain memutuskan untuk menjalani operasi pada musim panas.
Pemain timnas Inggris itu melewatkan sebagian besar pertandingan awal musim, dan setelah awal yang lambat, ia akhirnya mulai beradaptasi dengan permainannya yang baru. Ia terlibat dalam tiga gol dalam tiga pertandingan liga terakhir. Dalam wawancara baru-baru ini, Bellingham terbuka tentang masalah bahunya dan tantangan yang ditimbulkannya.
Pemulihan dari Masalah Bahu
Meskipun awalnya ada kekhawatiran bahwa ia bisa absen hingga empat bulan pada musim kompetisi 2025–26, tekad Bellingham membuatnya kembali lebih cepat dari jadwal. “Rasanya cepat, tapi banyak hari yang kulewati sendirian, bekerja keras, dan sejujurnya cukup membosankan. Aku pulang lebih awal dari perkiraan orang-orang, seharusnya tidak tiga atau empat bulan, aku selalu yakin akan pulang lebih cepat,” ujarnya Bellingham.
Bellingham melanjutkan ceritanya tentang operasi yang dijalaninya. Operasi itu memang berhasil memperbaiki dislokasi berulang, tetapi rehabilitasi mental dan fisiknya membuatnya harus menghindari kebiasaan-kebiasaan berbahaya, seperti jatuh dalam posisi bahu yang salah. “Saya harus melakukan sesi latihan di atas matras, belajar cara jatuh dan berguling lagi, memastikan bahu saya tidak berada dalam posisi yang bisa menyebabkannya terjulur keluar,” jelasnya.
“Kemungkinannya kurang dari 1%, tapi intinya adalah tidak merasakan sakit sama sekali. Itu hal yang membosankan, pada dasarnya kita belajar jatuh lagi seperti anak kecil,” tambahnya.
Kembali Bergabung dengan Real Madrid dan Timnas Inggris
Sekarang ia kembali bergabung dengan Real Madrid dan tim nasional Inggris. Meski di timnas Inggris ia tak langsung menjadi starter, Thomas Tuchel memintanya untuk lebih bersabar. Bellingham mengakui bahwa isolasi akibat cedera sulit untuk ditangani. “Sangat mudah untuk terjebak dalam hal negatif saat Anda cedera, terutama saat Anda tidak bisa mengingatkan orang lain tentang apa yang Anda lakukan,” ujarnya.
“Setelah kembali ke tim dan melakukan kontak fisik, saya melewati beberapa minggu terakhir dengan sangat baik. Di lapangan, saya merasa percaya diri,” tambahnya.
Terima Kasih kepada Para Penggemar
Terakhir, Bellingham berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan tanpa henti yang diterimanya selama periode pemulihan. “Sangat berarti mendengar orang bilang rindu menonton kita, rekan satu tim kangen main bareng, staf kangen melatih kita, bahkan para penggemar yang ada di tribun. Melihat diri sendiri di layar lebar, mendengar tepuk tangan, sungguh merendahkan hati mengetahui banyak orang mendukung kita,” katanya.
Bellingham mengakui bahwa dukungan tersebut sangat membantu mengembalikan rasa percaya dirinya dan membuatnya merasa dibutuhkan. “Dukungan itu adalah pengingat yang saya butuhkan tentang betapa saya dicintai di Madrid, dan itulah satu-satunya hal yang penting,” pungkasnya.











