My WordPress Blog

Trump Kritik Jurnalis yang Tanyakan Khashoggi, Bela Putra Mahkota Saudi

WASHINGTON DC, –

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump “memarahi” seorang jurnalis di Ruang Oval saat menghadiri penyambutan kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ke Gedung Putih pada Selasa (18/11/2025). Adu mulut antara Trump dan jurnalis terjadi setelah Presiden ke-47 AS itu dicecar pertanyaan mengenai bisnis keluarganya di Arab Saudi serta dugaan peran Pangeran MBS dalam pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi.

Trump bahkan menyuruh sang jurnalis untuk “tidak mempermalukan tamu AS” yang melakukan kunjungan pertamanya ke Washington sejak pembunuhan Khashoggi pada 2018.

Perdebatan dengan Jurnalis

Ketegangan di Gedung Putih dimulai ketika seorang jurnalis bertanya kepada Trump, “Apakah tepat bagi keluarga Anda melakukan bisnis di Arab Saudi sementara Anda adalah Presiden.” Sang jurnalis kemudian melanjutkan berbicara kepada Pangeran MBS, “Intelijen AS menyimpulkan bahwa Anda mengoordinasikan pembunuhan brutal terhadap seorang jurnalis.”

Trump langsung memotong dan bertanya, “Anda dari mana?” yang dijawab oleh sang jurnalis bahwa ia berasal dari ABC News. Trump seketika merespons, “ABC berita palsu. Salah satu yang terburuk. Salah satu yang terburuk dalam bisnis ini.”

Pria berusia 79 tahun itu kemudian menegaskan bahwa ia telah melepaskan diri dari urusan perusahaan keluarga. “Saya tidak ada hubungannya dengan bisnis keluarga. Saya telah mengabdikan 100 persen energi saya (pada negara),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keluarganya “melakukan sangat sedikit dengan Arab Saudi,” dan apa pun yang mereka lakukan “sudah sangat baik.”

Selain itu, Trump juga membela MBS dengan mengatakan bahwa pemimpin de facto Arab Saudi itu tidak mengetahui soal pembunuhan jurnalis. “Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia tidak tahu apa-apa tentang (pembunuhan Khashoggi),” katanya. “Anda tidak perlu mempermalukan tamu kami dengan mengajukan pertanyaan seperti itu,” tegas Trump.

Respons MBS

MBS memilih memberikan jawaban atas pertanyaan soal Khashoggi—dan bahkan menanggapinya lebih luas. Ia menegaskan bahwa pembunuhan itu “menyakitkan,” dan merupakan “kesalahan besar.” Ia menjelaskan, “Sangat menyakitkan mendengar siapa pun yang kehilangan nyawanya tanpa keadilan atau bukan dengan cara yang legal. Dan itu menyakitkan bagi kami di Arab Saudi.”

MBS menambahkan, “Kami telah melakukan semua langkah yang benar dari investigasi, dan sebagainya, di Arab Saudi. Dan kami telah meningkatkan sistem kami untuk memastikan bahwa hal seperti itu tidak terjadi. Itu menyakitkan, dan itu adalah kesalahan besar, dan kami melakukan yang terbaik agar ini tidak terjadi lagi.” Dalam pernyataan serupa kepada media AS, MBS kembali menegaskan bahwa pemerintahnya telah memperbaiki sistem untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Trump Kembali Pasang Badan untuk MBS

Kepada para reporter, Trump kembali membantah temuan intelijen AS terkait kasus Khashoggi. “Banyak orang tidak menyukai pria yang sedang kamu bicarakan itu, terlepas dari kamu menyukainya atau tidak menyukainya,” ujar Trump. “Hal-hal terjadi, tetapi dia (MBS) tidak tahu apa-apa tentang itu, dan kita bisa berhenti sampai di situ,” imbuhnya.

Trump juga memuji rekam jejak HAM MBS, menyatakan sang pangeran telah melakukan pekerjaan yang “luar biasa.” “Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah dia lakukan. Apa yang telah dia capai itu luar biasa — dalam hak asasi manusia dan di bidang lain,” kata Trump.

Sambutan Super Megah dan Janji Investasi Raksasa

Trump menyambut MBS dengan flyover militer, tembakan meriam, parade kuda, hingga perayaan di South Lawn. Ia menyatakan bahwa Arab Saudi akan menanamkan investasi 600 miliar dollar AS (Rp 10.044 triliun) di AS.

Selama kunjungan ini, kedua pemerintahan menyiapkan pengumuman sejumlah kerja sama besar, termasuk pembelian jet tempur F-35 dan investasi bernilai miliaran dolar untuk infrastruktur kecerdasan buatan di AS. Dalam pertemuan terpisah, MBS mengatakan bahwa Arab Saudi akan meningkatkan investasinya menjadi 1 triliun dollar AS (Rp 16.740 triliun), naik dari komitmen 600 miliar dollar AS pada kunjungan Trump sebelumnya.

Trump juga mengungkap bahwa ia mendapat “respons positif” soal peluang normalisasi hubungan Saudi–Israel. Namun, MBS menegaskan bahwa Riyadh hanya akan menandatangani kesepakatan jika Israel mengakui negara Palestina.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *