radaryogya.com – JAKARTA – Kemunculan mantan Ketua Umum PPP M Rommarhumuziy (Rommy) yang tersebut kerap memberikan pernyataan tentang calon ketua umum di dalam Muktamar X PPP April 2025 mendatang menuai reaksi dari kader partai, khususnya di area tingkat daerah.
Sekretaris DPC PPP Ibukota Pusat, Sanusi Flamboyan mengingatkan langkah-langkah manuver kebijakan pemerintah Rommy yang digunakan menjabat Ketua Majelis Pertimbangan PPP tersebut.
“Emang nggak ada kerjaan ya Rommy? Kasak-kusuk terus mendekati Muktamar. Kita yang punya hak kata-kata di area Muktamar santai-santai aja,” kata Sanusi di keterangannya di area Jakarta, hari terakhir pekan (3/1/2025).
Sanusi menilai wajar adanya usulan calon ketua umum, tetapi menyindir Rommy yang mana dianggap terlalu berlebihan hingga terlihat seperti membuka lapak.
“PPP seolah-olah nggak punya kader berkualitas lagi sampai diasong ke sana-sini. Bukannya mikirin bagaimana PPP bangkit di dalam Pemilihan Umum besok, Rommy malah sibuk dagang,” kritik Sanusi.
Dia pun mengingatkan rekam jejak Rommy yang mana dinilai penuh kontroversi, termasuk ketika memperkuat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah DKI Ibukota 2017, yang mana menyebabkan PPP dianggap bertentangan dengan aspirasi umat Islam.
“PPP ini jelas partai Islam, tapi dulu menyokong pemimpin non-Muslim. Dampaknya, PPP sampai hari ini dimusuhi umat,” kata Sanusi.










