My WordPress Blog
Budaya  

Klenteng Tua Sejak 1650! 5 Lokasi di Jakarta Rayakan Imlek 2026

Destinasi Wisata di Jakarta yang Cocok untuk Merayakan Imlek

Tahun Baru Cina atau Imlek adalah momen penting bagi masyarakat Tionghoa. Di Jakarta, kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk merayakannya. Ada banyak tempat wisata yang menarik dan penuh makna budaya yang bisa dikunjungi saat perayaan ini. Berikut beberapa destinasi yang patut dipertimbangkan.

1. Petak Sembilan Glodok

Petak Sembilan adalah salah satu tempat yang selalu menjadi andalan saat Imlek tiba. Terletak di Jalan Kemenangan Raya, Glodok, Jakarta Barat, pasar tradisional ini dikenal dengan dekorasi khas Tionghoa yang menghiasi jalannya. Di sini, kamu bisa berbelanja aneka kue, permen, dan camilan khas Imlek. Selain itu, ada juga berbagai kedai legendaris seperti Kopi Tak Kie, Bakmi Amoy, Rujak Shanghai Encim, dan Cingcongfan Pak Karim yang bisa menjadi tempat untuk mengisi energi setelah berbelanja.

2. Gedung Candra Naya

Gedung Candra Naya terletak di Jalan Gajah Mada No. 188, Taman Sari, Jakarta Barat. Bangunan ini merupakan rumah terakhir Mayor China di Batavia bernama Khouw Kum An. Arsitektur bangunannya sangat khas Tionghoa dan masih bertahan hingga saat ini. Gedung ini juga dilindungi sebagai cagar budaya oleh pemerintah melalui UU Nomor 4 Tahun 1982, Keppres Nomor 44 Tahun 1974, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 0128/M/1998. Ketika berkunjung, kamu akan terkesan melihat perpaduan antara bangunan tua dan gedung-gedung modern di sekitarnya.

3. Pecenongan

Pecenongan adalah kawasan kuliner yang sudah ada sejak zaman Batavia. Terletak di Gambir, Jakarta Pusat, tempat ini menawarkan berbagai macam makanan mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran. Meskipun fokus pada masakan Tionghoa, kamu juga bisa menemukan makanan khas Indonesia seperti nasi uduk, martabak, dan bubur. Tempat ini cocok untuk mencicipi berbagai hidangan yang menghadirkan nuansa Imlek.

4. Kelenteng Boen San Bio

Kelenteng Boen San Bio terletak di Jalan K.S. Tubun No. 43, Desa Pasar Baru, Tangerang. Dibangun pada tahun 1689 oleh seorang pedagang Tiongkok bernama Lim Tau Koen, kelenteng ini awalnya dibuat dari bambu dan kayu. Saat ini, kelenteng ini telah mengalami perubahan dan menjadi lebih luas. Salah satu hal menarik dari kelenteng ini adalah adanya thian sin lo, tempat hio persembahyangan yang terberat di Indonesia dengan bobot mencapai 4.888 kilogram. Selain itu, kelenteng ini juga memiliki petilasan Raden Surya Kencana, tokoh penyebar agama Islam di Jawa Barat.

5. Vihara Dharma Bakti

Vihara Dharma Bakti, dikenal juga dengan nama Kim Tek le, adalah kelenteng tertua di Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1650. Lokasinya di Jalan Kemenangan III Petak Sembilan No.19, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Awalnya, vihara ini dibangun oleh Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen. Sejak lama, vihara ini menjadi pusat perayaan hari-hari besar Tionghoa, termasuk Imlek. Jam operasionalnya dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 16.00 sore.








Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *