My WordPress Blog

Kepala Sekolah SD Dihukum Bupati Karena Merokok di Rapat

Kasus Plt Kepala Sekolah Pingsan Saat Dimarahi Bupati

Seorang Plt Kepala Sekolah Dasar Negeri Hamar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Avelinus Nong, mengalami pingsan saat dimarahi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Kejadian ini terjadi saat ia sedang mengikuti rapat koordinasi kepala sekolah tingkat SD di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), pada Kamis (15/1/2026).

Avelinus Nong ditegur karena kedapatan merokok saat rapat bersama Bupati. Menurut informasi yang beredar, Bupati merasa terganggu oleh perilaku tersebut. Ia kemudian memanggil Avelinus ke depan untuk diberi teguran langsung. Selama proses peneguran, Avelinus tiba-tiba jatuh dan luka di bibirnya akibat membentur lantai.

Kondisi fisik Avelinus memburuk hingga harus dirawat di rumah sakit. Ia mendapat lima jahitan di bagian bibir atas. Meski tidak sampai pingsan lama, kondisi tersebut menunjukkan tekanan mental yang sangat besar bagi Avelinus.

Alasan Bupati Marah

Menurut keterangan dari Kepala Dinas Kominfo Sikka, Even Edomeko, Bupati menemukan Avelinus sedang merokok saat rapat. Hal ini membuat Bupati merasa tidak nyaman dan mulai menegur Avelinus. Dalam perbincangan, Bupati menanyakan bagaimana seorang guru bisa merokok di tengah pertemuan resmi dengan para pimpinan daerah.

Bupati juga menegaskan bahwa guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Dengan demikian, tindakan merokok di tempat umum tidak layak dilakukan. Setelah ditegur selama sekitar dua menit, Avelinus tiba-tiba jatuh dan mengalami luka di bibirnya. Para peserta rapat spontan memberi pertolongan dan mendudukkan Avelinus di kursi.

Pengakuan Avelinus

Avelinus mengaku bahwa ia tidak sengaja merokok dan tidak bermaksud tidak menghargai. Namun, ia merasa dipermalukan di hadapan ratusan kepala sekolah. Ia menyebut perkataan Bupati sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan etika seorang pendidik.

“Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt kepala sekolah. Beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan,” ujar Avelinus. Ia merasa seperti penjahat kelas kakap yang sedang diadili. Perkataan Bupati membuatnya merasa tidak manusiawi lagi.

Tekanan mental dan rasa malu yang luar biasa di hadapan rekan sejawat membuat kondisi fisik Avelinus ambruk. Ia jatuh pingsan dan luka di bibirnya. Akibat jatuh tersebut, ia dibawa ke RSUD TC Hillers untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Masalah Lahan SDN Hamar

Selain kasus pingsan, Avelinus juga melaporkan keresahan pihak sekolah terkait pengukuran lahan SDN Hamar secara sepihak oleh pihak desa. Ia khawatir rumah dinas guru dan fasilitas sekolah lainnya akan digusur akibat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

“Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, karena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru,” ujarnya. Avelinus merasa diperlakukan tidak adil dan tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan masalah tersebut.

Contoh Kasus Serupa

Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2017 ketika Zumi Zola, saat itu menjabat sebagai gubernur Jambi, marah besar di RSUD Raden Mattaher. Ia menemukan petugas jaga tidur saat bertugas dan langsung mengamuk. Ia bahkan memukul meja dan menendang tong sampah. Insiden ini menunjukkan bahwa tekanan dan emosi yang tidak terkendali bisa berdampak besar pada situasi kerja.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *