My WordPress Blog

Guru Pingsan Dihina Bupati di Depan Forum Akibat Koperasi Merah Putih, Bibir Dijahit

Peristiwa Menggemparkan di Rapat Kepala Sekolah dengan Bupati Sikka

Seorang guru, Avelinus Nong, mengalami pengalaman yang sangat menyedihkan dan memicu perhatian luas di kalangan masyarakat. Kejadian ini terjadi dalam rapat koordinasi kepala sekolah bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Avelinus merasa dihina dan dipermalukan di hadapan ratusan peserta rapat, termasuk para kepala sekolah.

Pengalaman yang Menyakitkan

Avelinus mengungkapkan bahwa ia merasa dihina oleh Bupati Sikka saat sedang memberikan laporan tentang keresahan pihak sekolah terkait pengukuran lahan SDN Hamar secara sepihak oleh pihak desa untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ia khawatir rumah dinas guru dan fasilitas lainnya akan digusur akibat pembangunan tersebut.

“Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, karena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru,” ujarnya.

Namun, bukannya mendapat solusi, Avelinus justru dipanggil ke depan dan menjadi sasaran kemarahan Bupati. Pasalnya, ia kedapatan merokok bersama rekan gurunya saat sesi dialog berlangsung.

“Bapak Bupati bukannya menjawab memberikan solusi, malah menangkap saya waktu itu karena saya merokok bersama teman-teman yang lain,” katanya.

Pembenaran dan Perasaan Malu

Avelinus mengakui bahwa dirinya merokok, tetapi tidak sengaja dan bukan bermaksud tidak menghargai. Ia menyebut, kata-kata yang dilontarkan Bupati sangat tidak layak bagi seorang pendidik maupun sebagai manusia.

“Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt (Pelaksana Tugas) kepala sekolah, beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan (skak) dan masih banyak lagi kata-kata hinaan yang saya terima,” katanya.

Tekanan mental yang hebat dan rasa malu yang luar biasa di hadapan rekan sejawat membuat kondisi fisik Avelinus ambruk. Saat dihadapkan kepada seluruh peserta rapat di depan ruangan, dia seketika jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.

Akibat jatuh tersebut, bibir bagian bawah Avelinus mengalami luka robek yang cukup serius. Dia kemudian ditandu oleh beberapa guru dan dilarikan ke RSUD TC Hillers.

Respons dari Pemkab

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Even Edomeko, mengaku sudah meminta keterangan dari Avelinus, Bupati Juventus, beberapa pejabat, dan kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Even menyampaikan bahwa rakor tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, pukul 10.00-12.00 WITA. Saat sesi memberikan tanggapan atas usul-saran para peserta rakor, Bupati Juventus menemukan Avelinus sedang merokok.

“Konsentrasi Bupati terganggu, tidak lagi menanggapi usul-saran para kepsek, melainkan menanggapi fakta tentang adanya guru dengan status kepala sekolah merokok di saat pertemuan resmi dengan pimpinan daerah,” ujar Even saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).

Juventus kemudian meminta Avelinus maju ke panggung. Di sana, menurut Even, Juventus memberi saran kepada Avelinus agar memberi teladan kepada siswa sebagai seorang guru.

Kejadian Lain yang Viral

Percekcokan antara guru honorer dengan kepala sekolah baru-baru ini viral di media sosial. Pasalnya, guru honorer tersebut diduga digantikan posisinya oleh adik dari sang kepala sekolah (kepsek). Adik kepsek mendadak lolos jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SDN 7 Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam video yang beredar, guru honorer protes karena tiba-tiba digantikan mengajar mata pelajaran lain ke bahasa Inggris.

“Kenapa saya dialihkan ke Bahasa Inggris, padahal jurusanku PGSD, bukan Bahasa Inggris,” ujar guru honorer dalam video tersebut.

Situasi kemudian memanas. Guru honorer sempat berdiri sebelum akhirnya diminta kembali duduk oleh kepala sekolah. Tak lama berselang, kepala sekolah secara terbuka menyatakan pemberhentian terhadap guru honorer tersebut.

“Sekarang begini, kau berhenti jadi honor, saya keluarkan kau, titik. Jangan melawan,” katanya sembari meninggalkan ruangan.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *