My WordPress Blog
Budaya  

Petir Hancurkan Dua Pura di Karangasem Bali

Peristiwa Kebakaran Meru Akibat Petir di Kabupaten Karangasem

Pada hari Minggu (11/1), dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Karangasem, yang disebabkan oleh sambaran petir. Kedua peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para di Desa Besakih dan di Pura Pucak Bukit Tegeh di Desa Sangkan Gunung.

Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para

Peristiwa pertama terjadi di bangunan Meru Tumpang 9 yang sedang dalam tahap pembangunan di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para di Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Saat kejadian, kawasan tersebut diguyur hujan, dan tiba-tiba petir menyambar bangunan tersebut. Menurut keterangan saksi pekerja di lokasi pura, kebakaran ini disebabkan oleh sambaran petir.

Bangunan Meru Tumpang 9 memiliki ketinggian sekitar 18 meter dan saat itu sudah mencapai 90 persen progres pembangunan. Atapnya terbuat dari bahan kayu dan ijuk, sehingga api cepat menyebar. Warga sekitar langsung panik dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.41 Wita. “Benar, Pura Pedharman Arya Gajah Para Besakih terbakar disambar petir pada pukul 13.41 Wita,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kebakaran tersebut murni disebabkan oleh faktor alam. “Tidak ada faktor lainnya, ini murni musibah karena faktor alam. Saat kejadian turun hujan dan ada petir menyambar bangunan,” tambahnya.

Meski tidak merinci kerugian materiil, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kerusakan terparah terjadi pada atap dan kerangka bangunan yang terbuat dari ijuk dan kayu. Namun, pondasi bangunan masih utuh.

Setelah kejadian, pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para memastikan proses pembangunan pura tetap berlanjut. “Bangunan meru yang terbakar itu dalam tahap pembangunan, progresnya sudah 90 persen,” kata Suadnyana. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mengganti bangunan meru dengan bahan-bahan baru. “Kami pastikan pembangunan pura akan tetap berlanjut. Bangunan meru yang terbakar, akan kami ganti dengan bahan-bahan baru.”

Meru Tumpang 11 di Pura Pucak Bukit Tegeh

Peristiwa kedua terjadi di bangunan Meru Tumpang 11 di Pura Pucak Bukit Tegeh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.15 Wita, saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Warga melihat api muncul dari bangunan meru yang beratap ijuk.

Menurut Kapolsek Sidemen, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja, diduga kebakaran disebabkan oleh sambaran petir. Kobaran api kemudian membesar dan membakar Pelinggih Meru Tumpang 3 yang berada di sebelahnya.

Warga segera menghubungi Polsek Sidemen dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar akibat musibah ini. “Musibah ini menyebabkan dua pelinggih yakni Meru tumpang 11 dan Meru tumpang 3 ludes terbakar,” jelasnya.

Kedua peristiwa kebakaran ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Meskipun demikian, semangat warga dan pengurus pura tetap tinggi untuk melanjutkan pembangunan dan ritual keagamaan.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *