JAKARTA,
Sosok Farel yang Membuat Rais Merasa Seperti Anak Sendiri
Muhammad Rais, manajer dari penyanyi Farel Prayoga, mengungkapkan bahwa sosok Farel membuatnya merasa seperti memiliki anak sendiri. Meskipun bukan orang pertama yang menjadi manajer Farel, sejak mengenalnya, Rais berusaha memperbaiki manajemen keuangan Farel.
“Apa pun saya lakukan, istilahnya juga sudah menganggap dia seperti anak saya sendiri,” kata Rais di Feni Rose Official.
“Karena anak itu baiknya luar biasa,” ucapnya.
Menyembunyikan Kesedihan
Rais menyebutkan bahwa Farel selalu menutupi kesedihannya meski harus menghadapi berbagai drama keluarga di usia yang masih remaja.
“Dia itu anaknya pintar menyembunyikan kesedihan,” ujar Rais.
Begitu pun saat melihat video ayahnya yang menuding Rais memanfaatkan Farel dan menggunakan uangnya.
“Biasa aja (responsnya), cuma ya kita enggak tahu bagaimana hatinya hancur ya,” lanjutnya.
Rais justru merasa belakangan Farel yang terjaga sampai pagi hari dan tidak mau bersekolah sebagai efek dari tindakan orangtua Farel.
“Kayak dia sebenarnya malu, karena saya melakukan tugas saya sudah sangat baik,” ucap Rais.
Sebelumnya, Farel sempat mengatakan bahwa ia cukup dekat dengan ayahnya dan yakin ayahnya tahu kebaikan Rais sebagai manajer selama ini.
“Sebenarnya aku tanpa menjawab juga, orangtua tahu aku dirugikan apa enggak,” kata Farel di Pagi Pagi Ambyar.
“Semoga bisa membaik, bisa sadar juga apa yang bapak lakuin ini bener enggaknya cuma bapak yang bisa mikir,” imbuhnya berpesan.
Menderita Sejak Dalam Kandungan
Rais juga menceritakan bahwa penderitaan Farel bukan hanya setelah lahir dan besar. Karena bahkan saat masih dalam kandungan, Farel sudah menderita. Hal ini diketahui Rais dari cerita ibu kandung Farel.
“Kalau dibilang menderita kadang ada orang yang menderita setelah dilahirkan. Kalau dia menderita dari sebelum dilahirkan, dari dalam kandungan,” ujar Rais.
“Berdasarkan dari cerita ibu kandungnya bahwa dia mendapatkan perlakuan-perlakuan yang tidak enaklah pada masa itu. Dia sampai harus cari minum ke tetangga, makan segala macam untuk mempertahankan janinnya bisa lahir dengan selamat,” imbuhnya.
Soal Uang Farel
Rais mengingat kekecewaan dan rasa terkejut Farel pertama kali mengetahui bahwa saldo di rekening hanya tersisa Rp 56.000, karena ia ada di sana.
“Saya juga hancur melihat, masa uang sebanyak itu, ketika beli minum di Indomaret enggak bisa,” ujarnya.
Belum lagi ketika keluarga Farel tiba-tiba melakukan top up dari rumah yang digadaikan ke bank tanpa sepengetahuan Farel.
“Farel pernah beli rumah, terus digadaikan sertifikat, katanya Rp 100 juta, harusnya sisanya delapan bulan lagi, sudah mau selesai, tiba-tiba pas kita mau lunaskan, orang bank kasih tahu ‘loh, udah diperpanjang, udah di top up,'” ucap Rais.
“‘Loh, kok aku enggak tahu,’ kata Farel. Terus ditelepon (keluarga bilang) ‘oh iya udah di top up.’ Di situ dia kecewa,” lanjutnya.
Rais mengatakan, jika mereka saat itu tidak menghubungi bank, mungkin Farel masih akan terus membayar cicilan bank tanpa tahu yang sudah dilakukan keluarga di belakangnya.
“Misal kita enggak telepon ke bank saat itu, mungkin sampai kiamat istilahnya, enggak selesai-selesai kan, kalau mereka top up tanpa sepengetahuan, sementara dia terus tutup dari sini,” ungkap Rais.
Walaupun keluarganya bersikap demikian, Farel sampai saat ini masih mengirimkan uang untuk keluarga. Hanya saja kini Farel tahu besar honor dan uang yang dimiliki dari kerja kerasnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











