Peringatan HUT ke-68 PKBI Jawa Barat: Kolaborasi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertema “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Acara ini diselenggarakan secara hybrid, dengan 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, Kota Bandung, dan 50 peserta daring melalui Zoom Meeting.
Acara dibuka oleh Ketua Pengurus PKBI Jawa Barat, Abdal Matin, yang menekankan bahwa usia 68 tahun bukan sekadar angka, tetapi bukti ketangguhan organisasi dalam mendampingi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa PKBI terus menunjukkan eksistensinya dari masa ke masa, sesuai tema kegiatan yang menggambarkan perjuangan menghadapi tantangan, tumbuh sebagai organisasi yang relevan, dan bangkit menjawab kebutuhan zaman, khususnya dalam isu perlindungan perempuan, anak, kesehatan reproduksi, dan keadilan sosial.
Plt. Direktur Eksekutif PKBI Jawa Barat, Fajar Santoso, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks, termasuk pertumbuhan penduduk, ketimpangan informasi layanan kesehatan, dan risiko bencana ekologis. PKBI Jawa Barat berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat sipil, serta memperkuat jejaring kolaborasi lintas sektor sebagai solusi jangka panjang.
Kepala Dinas DP3AKB Kota Bandung, Anhar Hadian, SKM., M.Tr.A.P., menyampaikan sambutan yang menyoroti urbanisasi tinggi di Kota Bandung sebagai persoalan besar yang berdampak langsung pada kesehatan, pemenuhan hak, dan perlindungan perempuan serta anak. Ia menyoroti tekanan sosial, lingkungan, dan sanitasi akibat kepadatan penduduk, mulai dari keterbatasan ruang aman hingga meningkatnya potensi kekerasan berbasis gender.
Acara juga dihadiri oleh Wakil Direktur Eksekutif PKBI Nasional Dian Mardiana, M.Ag beserta pengurus Nasional PKBI, beberapa utusan pemerintah daerah, ormas, dan Lembaga Mitra PKBI se-Jawa Barat serta pengurus PKBI Kota/Kabupaten se-Jawa Barat di Zoom.
Orasi Ilmiah oleh Dr. Neng Hannah
Puncak acara menghadirkan Orasi Ilmiah oleh Dr. Neng Hannah, M.Ag, akademisi UIN Bandung dan pegiat perlindungan perempuan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa krisis lingkungan di Jawa Barat bukan hanya persoalan ekologi, tetapi telah berkembang menjadi krisis perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok paling rentan: perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia.
Dr. Hannah merangkum kondisi objektif Jawa Barat, mulai dari polusi udara perkotaan, banjir dan longsor akibat alih fungsi lahan, krisis air bersih, hingga persoalan limbah di aliran sungai. Ia menekankan bahwa fenomena ini bukan takdir semata, melainkan konsekuensi dari kebijakan tata ruang dan pembangunan yang belum berorientasi pada keselamatan warga.
Di akhir orasi, Dr. Hannah menyerukan lima seruan moral kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di Jawa Barat:
- Melakukan audit lingkungan menyeluruh, terutama di wilayah dengan risiko bencana tinggi dan kawasan industri.
- Menghentikan alih fungsi lahan di zona rawan, serta meninjau ulang kebijakan tata ruang yang mengabaikan daya dukung ekologis.
- Mengembangkan sistem pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas, melalui sosialisasi dan pelatihan inklusif di tingkat RT/RW.
- Membangun standar layanan posko ramah perempuan, anak, disabilitas, dan lansia dalam situasi bencana dan evakuasi.
- Membentuk dialog kebijakan permanen antara pemerintah, akademisi, PKBI, tokoh agama, dan masyarakat sipil untuk memastikan perlindungan berkelanjutan.
Dr. Hannah menutup dengan pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan isu sektoral, tetapi standar moral peradaban. “Menjaga lingkungan adalah syarat utama bagi keberlangsungan hidup generasi masa depan dan tidak ada pembangunan yang sahih bila ia mengorbankan yang paling rentan,” tandasnya.
Komitmen Bersama untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat edukasi publik, sinergi kebijakan, dan aksi nyata. PKBI Jawa Barat menyatakan siap menjadi pusat kolaborasi untuk memajukan perlindungan kesehatan reproduksi, lingkungan hidup, dan keadilan sosial di Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu dilakukan Serah Terima Jabatan Direktur Eksekutif PKBI Daerah PKBI Jawa Barat, Andi Iskandar Harun. Melalui rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ini, PKBI daerah Jawa Barat menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam memastikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak kelompok rentan. Khususnya di tengah situasi darurat dan bencana, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











