Konsistensi Dede Sukriya dalam Membersihkan Gorong-Gorong Cikaret
Dede Sukriya, seorang warga asal Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah konsisten membersihkan gorong-gorong dan sungai di lingkungan sekitarnya selama 10 tahun terakhir. Aksi sukarela yang dilakukannya dimulai sejak tahun 2015 lalu, tanpa adanya imbalan apapun. Ia melakukan pekerjaan tersebut secara mandiri, tanpa bantuan siapa pun.
Sampah yang biasanya dikelola oleh petugas sampah dengan honor rutin, kini justru dikelola oleh Dede secara sukarela. Ia mengangkut sampah-sampah yang menumpuk di gorong-gorong dan sungai, baik secara manual maupun menggunakan alat sederhana yang ia buat sendiri. Alat ini berupa jaring kawat yang digunakan untuk menyaring sampah dari air.
Pekerjaan Dede tidak hanya menjadi bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai ibadah. Ia merasa resah melihat gorong-gorong sering banjir akibat sampah yang menumpuk. Selain itu, ia takut jika sampah yang menumpuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, yang bisa menyebabkan penyakit bagi warga sekitar.
“Awalnya saya hanya turun sedikit-sedikit ke solokan itu sejak awal tahun 2000, tapi mulai rutin sekitar tahun 2015,” ujar Dede saat berbincang dengan TrihunnewsBogor.com. Ia menjelaskan bahwa setiap hari ia bekerja dari pagi hingga sore, bahkan sampai maghrib jika pekerjaan belum selesai.
Dede mengaku bahwa volume sampah yang ia angkut kini semakin berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa aksinya berhasil memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Meskipun begitu, ia tidak mempermasalahkan pendapatan. Ia menjalani usaha kecil-kecilan sebagai penjual kue seperti lupis, klepon, candil, dan putu mayang untuk menopang kehidupan keluarganya.
Kisah Dede tidak hanya menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang dedikasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia berencana untuk memperluas aksinya ke wilayah lain di Kota Bogor. Awalnya ia hanya fokus pada wilayah Cikaret, tetapi kini ia berencana untuk membersihkan solokan di seluruh kota.
Pengakuan atas Dedikasi Aselih sebagai Petugas Sampah
Berbeda dengan Dede, Aselih (51) adalah seorang petugas sampah honorer di Depok yang akhirnya mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Setelah mengabdikan diri selama 15 tahun sebagai pencacah sampah di Unit Pengelola Sampah (UPS) Merdeka Anggar 3, Kecamatan Sukmajaya, ia akhirnya dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Aselih mengaku sangat bangga ketika pertama kali mengenakan seragam Korpri setelah pelantikan. Baginya, pengangkatan ini merupakan sebuah pencapaian besar dan kebanggaan bagi keluarga. Ia mengatakan bahwa selama 15 tahun bekerja sebagai petugas sampah, ia hanya bertugas mencacah sampah-sampah yang ada.
Pelantikan PPPK Paruh Waktu ini dilakukan oleh Wali Kota Depok Supian Suri pada Jumat (19/12/2025). Ia mengatakan bahwa pengangkatan ini sebagai bentuk apresiasi negara terhadap para pegawai yang loyal dan berdedikasi. Pelantikan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi para PPPK Paruh Waktu untuk terus bekerja dengan baik sesuai bidangnya masing-masing.
Aselih mengungkapkan bahwa keluarganya sangat bangga atas pencapaian yang ia raih. Ia juga merasa bahwa pemerintah kini lebih peduli terhadap para petugas sampah yang selama ini bekerja keras tanpa pengakuan. Dengan pengangkatan ini, ia berharap dapat memberikan contoh positif bagi masyarakat luas.











