My WordPress Blog

7 cara menghindari bau pada pakaian saat hujan

Tips Menyimpan Pakaian agar Tidak Bau saat Musim Hujan

Musim hujan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu dalam hal mencuci dan merawat pakaian keluarga. Minimnya sinar matahari membuat pakaian sulit kering sempurna, sehingga risiko munculnya bau apek menjadi sangat tinggi. Masalah ini bisa semakin parah jika cara penyimpanan di dalam lemari tidak diperhatikan. Lemari yang tertutup rapat dan lembap adalah “surga” bagi jamur untuk tumbuh, membuat baju yang tadinya wangi pewangi pakaian berubah menjadi bau tak sedap saat akan dipakai.

Untuk memastikan pakaian suami dan anak-anak tetap segar meski hujan turun setiap hari, berikut beberapa cara menyimpan pakaian agar tidak bau saat musim hujan:

1. Pastikan pakaian kering mutlak sebelum masuk lemari



Ini menjadi aturan emas yang tidak boleh dilanggar. Sering kali karena merasa pakaian sudah dijemur seharian (meski mendung), Mama langsung melipat dan memasukkannya ke lemari. Padahal, sedikit saja sisa kelembapan pada serat kain bisa memicu bau apek yang menyebar ke seluruh isi lemari. Pastikan pakaian benar-benar kering 100 persen saat disentuh. Jika perlu, setrika pakaian dengan suhu hangat sesaat sebelum disimpan untuk menguapkan sisa-sisa air yang mungkin masih tersembunyi di sela-sela jahitan.

2. Gunakan silica gel atau dehumidifier kemasan



Di musim hujan, tingkat kelembapan udara di dalam rumah, termasuk di dalam lemari, akan meningkat drastis. Untuk mengatasinya, Mama wajib meletakkan penyerap kelembapan di dalam lemari. Mama bisa menggunakan kantong silica gel atau produk penyerap air (dehumidifier box) yang banyak dijual di pasaran. Letakkan di sudut-sudut lemari. Jangan lupa cek secara berkala, jika wadah penampung airnya sudah penuh, maka segera ganti dengan yang baru agar fungsinya tetap optimal.

3. Beri jarak, jangan gantung pakaian terlalu padat



Lemari yang terlalu penuh sesak membuat sirkulasi udara di antara pakaian menjadi terhambat. Udara yang terperangkap dan tidak bergerak akan mempercepat timbulnya bau pengap. Cobalah untuk memberi sedikit jarak antara satu gantungan baju dengan yang lainnya. Jika lemari sudah terlalu penuh, mungkin ini saatnya Mama melakukan decluttering atau memisahkan pakaian yang jarang dipakai ke dalam wadah penyimpanan vakum (vacuum bag) agar lemari utama lebih lega.

4. Letakkan sabun batang di sela tumpukan baju



Ini bisa menjadi trik klasik yang sangat ampuh. Alih-alih menggunakan pewangi lemari gantung yang wanginya cepat hilang, Mama dapat menggunakan sabun batang mandi yang memiliki aroma kuat. Buka sedikit kemasan pembungkus sabun (atau lubangi kotaknya), lalu selipkan di sela-sela tumpukan baju yang dilipat. Aroma sabun batang cenderung lebih awet dan mampu “melawan” bau apek, membuat pakaian wangi segar seperti baru mandi saat diambil.

5. Manfaatkan bubuk kopi atau soda kue sebagai penyerap bau



Jika Mama tidak suka aroma pewangi buatan dan ingin cara yang lebih alami, bubuk kopi dan soda kue (baking soda) adalah solusinya. Kedua bahan ini memiliki sifat menyerap bau tak sedap dan kelembapan. Caranya mudah, letakkan beberapa sendok bubuk kopi atau soda kue di dalam wadah terbuka atau kantong kain kecil berpori, lalu taruh di sudut lemari. Ganti isinya setiap sebulan sekali untuk menjaga kesegarannya.

6. Lapisi rak lemari dengan kertas koran atau kertas polos



Rak kayu atau plastik di dalam lemari bisa menjadi dingin dan lembap saat suhu ruangan turun karena hujan. Untuk mencegah pakaian yang ditaruh paling bawah menjadi apek, Mama bisa melapisi ambalan rak dengan kertas koran atau kertas polos. Kertas memiliki kemampuan menyerap kelembapan berlebih di udara dan mencegah kontak langsung antara kain dengan permukaan lemari yang dingin. Pastikan untuk mengganti kertas alas ini secara rutin jika sudah terasa lembek atau kotor.

7. Rutin buka pintu lemari untuk sirkulasi udara



Jangan biarkan lemari tertutup rapat berhari-hari tanpa dibuka, terutama di musim hujan. Kegelapan dan kurangnya udara adalah kondisi ideal bagi jamur. Luangkan waktu sebentar, misalnya setiap pagi atau sore hari, untuk membuka lebar pintu-pintu lemari pakaian selama 15-30 menit. Biarkan udara segar masuk dan bersirkulasi menggantikan udara pengap di dalamnya. Mama juga bisa menyalakan kipas angin yang diarahkan ke lemari terbuka untuk membantu proses pertukaran udara ini.

Dengan sedikit perhatian ekstra pada cara penyimpanan, Mama bisa memastikan keluarga tetap tampil percaya diri dengan pakaian yang wangi dan segar, meskipun cuaca di luar sedang tidak bersahabat.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *