My WordPress Blog

Capaian Pembangunan Lampung 2025: Jalan Mantap 76 Persen Menuju Bebas Uang Komite

Capaian Tahun Pertama Pemerintahan Gubernur Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan capaian pembangunan Provinsi Lampung di tahun pertama masa kepemimpinannya. Pemaparan tersebut dilakukan di hadapan seluruh media dan sejumlah organisasi profesi Pers di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (28/12/2025).

Dalam pemaparannya, Mirza menegaskan bahwa pemerintah provinsi menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama. Infrastruktur menjadi fondasi bagi sektor pelayanan publik, pertanian, pendidikan, dan kesehatan.

Selama tahun 2025, melalui program BMBK, Pemprov Lampung menangani 52 ruas jalan provinsi dengan total panjang lebih dari 66 kilometer dan membangun serta merehabilitasi 21 jembatan di berbagai wilayah. Upaya ini memberikan dampak pada meningkatnya kemantapan jalan provinsi yang sebelumnya berada di kisaran 76 persen, dan kini terus ditingkatkan secara bertahap.

Konektivitas Antarwilayah

Selain infrastruktur darat, Mirza juga menyoroti penguatan konektivitas antarwilayah melalui sektor transportasi. Lintasan Bakauheni–Merak yang dilalui lebih dari 25 juta penumpang per tahun mendapat perhatian sebagai jalur strategis nasional. Bandara Radin Inten II didorong kembali optimal sebagai bandara internasional, sedangkan reaktivasi Bandara Gatot Soebroto mulai dijalankan demi memperluas akses wilayah tengah dan barat Lampung.

Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan pembiayaan, namun tidak boleh menjadi beban bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov mengeluarkan kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor sepanjang Mei-Desember 2025. Melalui program ini, lebih dari 1 juta objek pajak mendapatkan keringanan, dan ratusan ribu wajib pajak kembali patuh tanpa tekanan.

Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga rasa keadilan dan kepercayaan publik.

Program Desaku Maju

Di saat yang sama, Pemprov memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk memantau harga di seluruh kabupaten dan kota. Sepanjang 2025, inflasi Lampung berhasil dijaga dalam rentang target nasional sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi, terutama menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun.

Di sektor pertanian, Pemprov menekankan pembangunan Lampung tidak boleh meninggalkan desa. Melalui Program Desaku Maju, lebih dari 300 ribu petani mendapat manfaat pupuk organik cair. Puluhan desa percontohan kini memiliki bed dryer yang mampu menurunkan susut pascapanen hingga 20–30 persen sekaligus mengurangi ketergantungan cuaca.

Mirza juga menyebut posisi Lampung sebagai penghasil lebih dari 30 persen produksi singkong nasional, dan menegaskan perlunya harga yang lebih adil, pengawasan tata niaga yang lebih kuat, serta arah hilirisasi agar nilai tambah komoditas tetap tinggal di Lampung.

Bebaskan Uang Komite Sekolah

Di bidang pendidikan, kebijakan pembebasan uang komite sekolah negeri disebut membantu ratusan ribu siswa dan orang tua. Lebih dari 20 ribu ijazah yang sebelumnya tertahan karena kendala biaya berhasil dibebaskan agar tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak-anok Lampung.

Pemprov juga sangat mendukung program Sekolah Rakyat untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan menyiapkan program vokasi guna menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan kerja.

Peningkatan Layanan Kesehatan

Sementara di sektor kesehatan, Mirza menyampaikan penguatan layanan rujukan terus dilakukan, termasuk penanganan penyakit menular seperti TBC, serta peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah terluar.

Transformasi Pelayanan Publik

Selain pembangunan fisik dan sektor sosial, Mirza menyebut transformasi pelayanan publik menjadi salah satu pijakan penting. Melalui aplikasi Lampung-In, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, dan pengaduan secara langsung kepada pemerintah. Sepanjang 2025, ribuan laporan masyarakat masuk melalui kanal tersebut dan dijadikan dasar evaluasi kebijakan lintas sektor.

Mirza menegaskan bahwa capaian yang disampaikan bukan hasil kerja satu orang atau satu lembaga, melainkan kerja bersama. Ia menilai perjalanan satu tahun pemerintahan belum sempurna, tetapi arah pembangunan sudah jelas dan fondasi awal telah diletakkan untuk masa depan Lampung.

“Lampung bergerak, Lampung membangun fondasi, Lampung menyiapkan masa depan.”

“Kaleidoskop yang kita saksikan hari ini bukan sekadar rangkuman angka, tetapi potret ikhtiar awal untuk mewujudkan Lampung yang lebih maju dan berkeadilan, Lampung Maju, Menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *