My WordPress Blog

Kekalahan di SEA Games 2025, Sumardji Mundur dari Jabatan Manajer Timnas Indonesia

Pengunduran Diri Sumardji dari Jabatan Manajer Timnas Indonesia

Sumardji, yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Timnas Indonesia baik untuk Timnas Senior maupun Kelompok Usia, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut setelah kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025. Ia menyatakan bahwa ia merasa bertanggung jawab atas hasil tersebut dan menyerahkan sepenuhnya penunjukan manajer baru kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Meskipun mundur dari jabatan manajer, Sumardji tetap menjalankan perannya sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) untuk membenahi kinerja Timnas di masa depan. Hal ini dilakukan karena ia yakin bahwa peran BTN sangat penting dalam memastikan keberhasilan berbagai tim nasional di berbagai level usia.

  • Sebagai informasi, Sumardji tidak hanya menjabat sebagai Ketua BTN PSSI, tetapi juga selalu mendampingi Timnas Indonesia dalam berbagai kompetisi. Ia menjadi manajer Timnas Indonesia sejak masa pelatihan Shin Tae-yong hingga akhirnya Skuad Garuda dipimpin oleh Patrick Kluivert.

  • Ia juga terlibat langsung dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Shin Tae-yong, hingga akhirnya gagal melaju ke putaran final. Setelah itu, ia langsung diberi tugas untuk mendampingi Timnas U-22 di SEA Games 2025.

Kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan kepercayaan kepada Sumardji untuk menjadi manajer Timnas U-22 yang tampil di SEA Games 2025. Namun, perjalanan Skuad Garuda Muda di ajang tersebut tidak berjalan mulus. Timnas U-22 tersingkir di fase penyisihan grup dan gagal lolos ke semifinal untuk pertama kalinya dalam 16 tahun terakhir.

Kekecewaan ini membuat Sumardji merasa bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Ia pun memutuskan untuk mundur dari jabatan manajer Timnas U-22 dan juga Timnas Indonesia senior.

“Kami akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya sebagai manajer timnas, baik senior maupun kelompok umur termasuk manajer timnas SEA Games,” ujar Sumardji saat berbicara kepada awak media di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Ia meminta Erick Thohir untuk mencari sosok pengganti yang lebih baik darinya. “Saya serahkan tugas dan tanggung jawab yang saya emban selama ini kepada Ketua Umum agar supaya berkaitan dengan manajer timnas ke depan dicarikan sosok paling tepat, paling ikhlas, paling bertanggung jawab. Terbaik lah,” katanya.

Fokus pada Peran sebagai Ketua BTN

Meski mundur dari jabatan manajer, Sumardji tetap menjalani perannya sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Ia mengaku akan fokus pada tugas-tugas di BTN karena situasi Timnas Indonesia secara keseluruhan sedang dalam kondisi yang membutuhkan perbaikan.

“Selanjutnya, saya akan fokus di badan tim nasional, karena ke depan berkaitan dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan di BTN ini memang luar biasa beratnya dikarenakan kita tahu bahwa di tahun ini, timnas baik senior maupun kelompok umur, kecuali U-17, mengalami sesuatu yang memang memerlukan kerja yang ekstra, fokus, dan harus betul-betul bisa mengembalikan kejayaan timnas seperti sebelumnya,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa ia telah memikirkan keputusan ini dengan matang sebelum mengumumkannya kepada media. Kedua peran tersebut membutuhkan fokus yang tinggi karena sama-sama mengurus tim dari detail terkecil.

“Saya menyerahkan tugas dan tanggung jawab selama ini jadi manajer timnas baik senior maupun kelompok umur termasuk SEA Games, itu sudah melalui pertimbangan sangat matang dikarenakan saya mengakui bahwa tugas manajer itu sangat-sangat besar,” ujarnya.

Permintaan Maaf dan Harapan ke Depan

Dalam kesempatan ini, Sumardji juga meminta maaf karena Timnas U-22 gagal di SEA Games 2025. “Saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada publik berkaitan dengan tidak berhasilnya di gelaran SEA Games, kita tidak bisa lolos ke semifinal dan tentu ini sangat menyulitkan serta mengecewakan kita semuanya,” tuturnya.

Ia berharap dapat melakukan perbaikan di masa depan. “Sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya, dan saya akan berusaha di Badan Tim Nasional untuk bisa lebih baik lagi memperbaiki situasi yang ada sekarang ini,” pungkasnya.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *