Persebaya Surabaya Menghadapi Krisis Pelatih
Persebaya Surabaya kini sedang menghadapi situasi yang cukup menantang. Setelah mencopot Eduardo Perez, klub asal Surabaya ini belum juga mengumumkan pelatih baru menjelang laga penting melawan Borneo FC di pekan ke-15 BRI Super League 2025-2026. Saat ini, tim yang dikenal dengan julukan Bajol Ijo ini ditangani oleh Uston Nawawi sebagai caretaker. Namun, performa tim tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Dalam dua pertandingan terakhir, Persebaya hanya mampu meraih hasil imbang melawan Bhayangkara FC dan PSM Makassar.
Di tengah krisis ini, dua nama besar muncul sebagai kandidat kuat untuk menjadi pelatih baru Persebaya: Bernardo Tavares dari Portugal dan Pep Munoz asal Spanyol. Kedua pelatih ini memiliki rekam jejak yang berbeda, tetapi sama-sama menawarkan potensi besar untuk membawa Persebaya kembali ke jalur kemenangan.
Rekam Jejak Pep Munoz
Pep Munoz lahir di Terrassa, Spanyol pada 2 Agustus 1979. Karier kepelatihannya dimulai sebagai pelatih fisik di UE Lleida pada 2004 hingga 2006. Ia kemudian menjadi pelatih kepala tim muda UE Lleida U-19 dari tahun 2008 hingga 2011.
Munoz kemudian bergabung dengan akademi Barcelona, tempat ia bertugas sebagai asisten pelatih Barcelona U-19 dari 2011 hingga 2015. Ia juga sempat bekerja di Barcelona B dengan posisi serupa. Setelah itu, Munoz hijrah ke Asia dan menjadi asisten pelatih Qingdao Huanghai (Tiongkok) dari 2015 hingga 2019. Ia kemudian bergabung dengan Shandong Luneng, tetapi hanya bertahan satu musim.
Pengalaman internasional Munoz tercatat saat ia menjadi bagian dari pelatih Timnas Tiongkok pada periode 2022 hingga 2023. Pada awal 2023, ia menangani Svay Rieng, klub Liga Kamboja, dan sukses meraih dua gelar, yakni Cambodian Champions dan Cambodian Cup Winner.
Berikut data terkait rekam jejak Pep Munoz:
- Nama Lengkap : José Muñoz Zoyo
Tanggal lahir/Umur: 2 Agt 1979 (46)
Tempat kelahiran: Terrassa (Spanyol)
Kewarganegaraan: Spanyol
Periode rerata sebagai pelatih: 1,75 Tahun
Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro-UEFA
Formasi idola: 4-3-3 Attacking
Poin Per Pertandingan (PPP): 0.60 (dari 10 pertandingan)
PPP Terbaik : 2.33 (dari 75 pertandingan)
Prestasi Terbesar : Juara Liga Kamboja (Svay Rieng)
Pengalaman di Indonesia : Tidak punya, tapi pengalaman sebagai asisten pelatih Timnas China dan kompetisi Asia Tenggara.
Klub Terakhir : Shenzhen Peng City (Tiongkok, hingga Sep 2025)
Status saat ini : Menganggur (Tidak terikat dengan klub manapun)
Rekam Jejak Bernardo Tavares
Bernardo Tavares adalah pelatih asal Portugal yang sebelumnya menangani PSM Makassar selama tiga tahun, mulai dari 2022 hingga 2025. Selama masa jabatannya, ia berhasil membawa PSM juara Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 dan dinobatkan sebagai manager of the year.
Karier kepelatihannya dimulai sebagai asisten pelatih di SL Benfica Yth pada 2001. Ia baru menjadi pelatih kepala pada 2014 di klub Tirsense. Prestasinya sangat gemilang, termasuk membawa New Radiant SC menjuarai Maldivian Cup dan Maldivian Champion pada musim 2016/17 serta memboyong Benfica de Macau sebagai juara Macao Champion.
Berikut data terkait rekam jejak Bernardo Tavares:
- Nama Lengkap : Fernando José Bernardo Tavares
Tanggal lahir/Umur: 2 Mei 1980 (45)
Tempat kelahiran: Proença-a-Nova (Portugal)
Kewarganegaraan: Portugal
Periode rerata sebagai pelatih: 0,78 Tahun
Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro-UEFA
Formasi idola: 3-5-2
Klub Terakhir : PSM Makassar (Indonesia, hingga Oktober 2025)
Poin Per Pertandingan (PPP) di PSM/Liga 1) : 1.62 (dari 129 pertandingan)
Prestasi Terbesar : Juara Liga 1 Indonesia 2022/2023 (PSM)
Pengalaman di Indonesia : Sangat Kuat (Juara Liga 1 dan Pelatih Terbaik)
Peluang Bernardo Tavares vs Pep Munoz
Bernardo Tavares merupakan kandidat yang menawarkan jaminan familiaritas dengan iklim sepak bola Indonesia. Prestasinya bersama PSM Makassar yang minim anggaran namun sukses menjuarai Liga 1 2022/2023 menjadi bukti nyata kapasitasnya.
Kelebihan Taktis: Tavares dikenal dengan skema 3-5-2 yang mengandalkan kedisiplinan, soliditas lini belakang, dan serangan balik cepat. Gaya ini bisa menjadi solusi instan bagi pertahanan Persebaya yang kerap rapuh. PPP-nya yang tinggi di PSM (1.62) mencerminkan konsistensi dalam meraih poin.
Tantangan: Stabilitas emosional dan tuntutan bermain menyerang (khas Persebaya) mungkin menjadi pertimbangan, mengingat pendekatannya yang lebih pragmatis di PSM.
Nilai Jual: Rekam jejak proven di Liga 1, tahu cara mengelola tekanan di kompetisi ini, dan mampu meraih gelar dengan materi pemain seadanya.
Pep Munoz datang dengan label pelatih berlisensi UEFA Pro asal Spanyol, yang secara tradisional identik dengan gaya bermain menyerang. Pengalaman suksesnya di Liga Kamboja bersama Svay Rieng (PPP 2.33) dengan filosofi 4-3-3 Attacking menjanjikan perubahan gaya bermain yang lebih atraktif.
Kelebihan Taktis: Formasi 4-3-3 Attacking sangat sejalan dengan filosofi menyerang yang selalu dielu-elukan fans Persebaya. Rekam jejaknya sebagai asisten pelatih di Barcelona B juga menambah daya tarik dari sisi pengembangan pemain muda, yang merupakan salah satu aset terbesar Persebaya.
Tantangan: Pengalaman singkat dan kurang sukses di klub terakhirnya, Shenzhen Peng City (PPP 0.60), dan nol pengalaman di Liga Indonesia menjadi risiko. Adaptasi cepat terhadap kultur liga dan karakter pemain lokal akan menjadi kunci.
Nilai Jual: Gaya bermain yang sesuai dengan identitas Persebaya dan potensi pengembangan pemain muda, serta sedang free agent.
Persebaya Surabaya Pilih Siapa?
Mengingat Persebaya Surabaya berada dalam situasi mendesak untuk segera bangkit di sisa musim ini, faktor adaptasi dan pengalaman di Liga 1 menjadi sangat krusial. Dalam hal ini, Bernardo Tavares bisa menjadi pilihan signifikan. Namun, jika manajemen Persebaya ingin melakukan revolusi taktik dan kembali ke filosofi sepak bola menyerang yang atraktif, maka Pep Munoz bisa menjadi pertimbangan yang masuk akal. Ia menawarkan opsi yang lebih segar dan filosofis.
Jadi siapa yang bakal merapat ke Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares atau Pep Munoz?
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











