Persebaya Surabaya Kembali Jadi Sorotan
Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan setelah suporter fanbase, Bonek, menyampaikan sindiran terhadap manajemen yang dinilai lebih fokus pada urusan bisnis ketimbang menunjuk pelatih baru. Hingga saat ini, pengumuman pelatih kepala masih belum dilakukan, meski regulasi I.League memberi batas waktu yang jelas.
Performa Tim dan Kondisi Terkini
Persebaya Surabaya baru saja meraih satu poin penting dari laga tandang melawan PSM Makassar pada Sabtu, 6 Desember 2025. Pertandingan berlangsung sangat ketat sejak menit awal dan berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut membuat tim tertahan di peringkat sembilan klasemen sementara dengan koleksi 13 poin.
Tim masih berada di bawah komando pelatih interim Uston Nawawi yang memimpin sejak pemecatan Eduardo Perez pada 22 November 2025. Sampai tanggal 12 Desember 2025, Persebaya Surabaya belum mengumumkan pelatih kepala baru meskipun aturan I.League memberi batas waktu tegas.
Aturan dan Denda yang Mengancam
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa klub harus mengirimkan pemberitahuan paling lambat tiga hari setelah kontrak pelatih diakhiri. Setelahnya, klub mendapat waktu 30 hari untuk mendaftarkan pelatih kepala yang memenuhi kualifikasi sesuai ketentuan kompetisi.
Jika melewati batas 30 hari pertama, klub harus membayar denda sebesar Rp 100 juta dan akan bertambah Rp 200 juta lagi jika kembali telat memasuki periode 30 hari berikutnya.
Batas akhir pendaftaran pelatih Persebaya Surabaya jatuh pada Kamis (25/12). Artinya pelatih baru idealnya sudah hadir sebelum laga kandang melawan Persijap Jepara pada 28 Desember 2025.
Dinamika dan Harapan Suporter
Di tengah dinamika ini, akun fanbase @stats_rawon memunculkan daftar persentase rumor kandidat pelatih yang disebut tengah didekati Persebaya Surabaya. Data tersebut langsung memancing antusiasme Bonek yang selama ini memantau perkembangan tim.
Dalam unggahan itu, Bernardo Tavares disebut memiliki peluang 35 persen untuk merapat ke Surabaya. Di posisi teratas justru nama Pep Munoz dengan 36 persen, diikuti Shin Tae-yong 10 persen, opsi lain 5 persen, Uston Nawawi 4 persen, dan Thomas Doll 2 persen.
Akun tersebut juga menulis, biasanya pengumuman pelatih dilakukan seminggu hingga sepuluh hari sebelum pertandingan lanjutan. Ungkapan itu membuat Bonek kian berspekulasi waktu pengumuman semakin dekat.
Pembukaan Toko Baru dan Respons Suporter
Namun Persebaya Surabaya justru memberikan kejutan berbeda lewat kanal resmi Persebaya Store. Klub mengumumkan rencana pembukaan toko baru di Royal Plaza Surabaya dan mengajak suporter menebak tanggal peresmian.
Unggahan tersebut langsung dipenuhi komentar bernada sindiran dari Bonek. Mereka merasa manajemen terkesan lebih fokus pada urusan bisnis ketimbang segera mengumumkan nahkoda baru tim.
Beberapa suporter menuliskan kekecewaan dengan nada bercanda. Ada yang mengira unggahan itu berisi pengumuman pelatih, namun ternyata hanya informasi soal store baru.
“Pelatihmu ikuloh ndang diumumno kok malah ngumumno store,” komentar seorang bonek yang langsung mencuri perhatian.
Bonek lain menuliskan harapan agar prestasi juga diperhatikan seiring semakin banyaknya pembukaan toko merchandise. Beberapa komentar lain juga menyinggung perlunya keseimbangan antara bisnis dan performa tim.
Strategi Bisnis dan Ekspektasi Suporter
Suporter berharap Persebaya Surabaya tidak melupakan kebutuhan mendesak untuk segera menunjuk pelatih kepala. Fenomena ini memperlihatkan kedekatan Bonek dengan dinamika klub yang mereka dukung. Setiap unggahan resmi selalu dikaitkan dengan harapan besar terhadap prestasi dan arah tim ke depan.
Di sisi lain, pembukaan store baru menunjukkan sisi bisnis Persebaya Surabaya yang terus berkembang. Klub mencoba memperluas jangkauan penjualan merchandise dan memperkuat brand di kalangan masyarakat Surabaya.
Meski begitu momen peluncuran itu dianggap kurang tepat oleh sebagian suporter yang sedang menunggu kejelasan soal pelatih. Bagi Bonek, informasi pelatih baru jauh lebih penting dibanding pembukaan toko.
Spekulasi pun terus menguat apakah pihak manajemen sengaja menahan momen besar tersebut. Tidak sedikit yang menduga Persebaya Surabaya akan menggabungkan pengumuman pelatih baru dengan peresmian store demi meningkatkan euforia publik.
Jika benar terjadi, langkah tersebut bisa menjadi strategi pemasaran yang cukup efektif. Namun risiko kekecewaan suporter tetap mengintai jika ekspektasi tidak sesuai kenyataan.
Tekanan pada Manajemen dan Harapan Ke Depan
Dengan batas waktu pendaftaran pelatih yang semakin dekat, tekanan pada manajemen semakin terasa. Persebaya Surabaya harus bergerak cepat agar tidak terkena denda sekaligus menjaga stabilitas tim menjelang dua laga penting bulan ini.
Bonek kini menunggu kepastian sambil terus memantau setiap unggahan klub. Mereka berharap pengumuman pelatih baru segera dilakukan agar tim bisa kembali fokus mengejar prestasi.
Pelatih baru juga diharapkan mampu mengangkat performa Persebaya Surabaya yang masih inkonsisten musim ini. Publik ingin melihat perubahan signifikan baik dari strategi maupun mentalitas bermain.
Semua mata kini tertuju pada manajemen Persebaya Surabaya yang dituntut memberi kepastian dalam waktu dekat. Publik menilai semakin cepat pengumuman dilakukan semakin besar peluang tim memperbaiki posisi di klasemen.
Pertanyaan terbesar kini tinggal satu, akankah launching toko baru di Royal Plaza disatukan dengan perkenalan pelatih baru? Jawabannya masih misteri dan menjadi hal paling dinanti Bonek dalam beberapa hari ke depan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










