My WordPress Blog

4 Putra Bangsawan Dunia yang Jadi Bajak Laut di One Piece

Karakter-Karakter Keturunan Bangsawan Dunia yang Menjadi Bajak Laut dalam One Piece

Dalam dunia One Piece, Bangsawan Dunia dan bajak laut sering kali dianggap sebagai dua pihak yang saling bertentangan. Bangsawan Dunia hidup dalam kemewahan di Mary Geoise, memiliki kekuasaan yang besar, dan tidak terkena hukum apa pun. Di sisi lain, bajak laut menjalani kehidupan yang penuh tantangan di lautan, menghadapi pertarungan dan ancaman setiap hari.

Namun, meskipun secara umum Bangsawan Dunia menentang bajak laut, ada beberapa karakter yang lahir dari keluarga bangsawan namun justru memilih menjadi bajak laut. Berikut adalah beberapa tokoh yang masuk kategori ini:

1. Donquixote Doflamingo



Donquixote Doflamingo adalah putra dari Donquixote Homing, seorang Bangsawan Dunia. Ia tumbuh di Mary Geoise, tetapi suatu hari ayahnya memutuskan untuk melepaskan gelarnya dan hidup sebagai rakyat biasa. Keluarga Homing akhirnya diasingkan oleh masyarakat karena status mereka sebagai mantan Bangsawan Dunia. Setelah mengalami banyak hal menyedihkan, Doflamingo membunuh ayahnya sendiri dan membentuk Bajak Laut Donquixote.

Sebagai mantan Bangsawan Dunia, Doflamingo menggunakan pengetahuannya tentang rahasia Harta Karun Nasional Mary Geoise untuk mendapatkan posisi di Shichibukai. Pemerintah Dunia memaksakan dirinya sebagai anggota Shichibukai karena takut akan informasi yang ia ketahui. Dengan jabatan tersebut, Doflamingo merebut kembali Dressrosa, kerajaan keluarganya yang pernah dikuasainya.

2. Donquixote Rosinante



Donquixote Rosinante, juga dikenal dengan nama Corazon, adalah adik Doflamingo. Ia juga berasal dari keluarga Bangsawan Dunia yang turun menjadi rakyat biasa. Setelah melihat kakaknya membunuh ayahnya, Rosinante mengalami trauma berat dan kehilangan kemampuan berbicara. Namun, ia sebenarnya masih bisa berbicara, hanya saja ia pura-pura tidak bisa untuk menjaga identitasnya sebagai mata-mata Angkatan Laut.

Rosinante dibesarkan oleh Sengoku dan kemudian bergabung dengan Bajak Laut Donquixote untuk menghentikan kejahatan kakaknya. Identitasnya terbongkar saat ia mencoba menyelamatkan Trafalgar D Water Law. Akhirnya, Doflamingo memutuskan untuk membunuh Rosinante karena mengetahui bahwa adiknya adalah mata-mata Angkatan Laut.

3. Shanks



Shanks, salah satu bajak laut paling kuat dalam dunia One Piece, ternyata memiliki darah Bangsawan Dunia. Ayahnya adalah Saint Figarland Garling, mantan Kesatria Dewa yang kini menjadi bagian dari Gorosei. Shanks memiliki kakak kembar yang sekarang memimpin Kesatria Dewa, Saint Figarland Shamrock.

Meski memiliki darah bangsawan, ibu Shanks adalah orang biasa. Sebelum Insiden God Valley terjadi, ibu Shanks dibunuh oleh Garling karena Garling yakin akan mendapatkan Shakuyaku. Bayi Shanks dan Shamrock diselamatkan oleh Monkey D Dragon, yang saat itu masih menjadi Marinir. Shanks akhirnya tumbuh bersama kru Bajak Laut Roger.

Sekitar 15 tahun lalu, Shanks pernah kembali ke Mary Geoise dan melayani Kesatria Dewa sebagai Pedang Dewa. Namun, ia tidak berniat untuk kembali dan memutuskan untuk tetap menjadi bajak laut.

4. Jewelry Bonney



Jewelry Bonney dikenal sebagai salah satu Generasi Terburuk dalam dunia One Piece. Meskipun dibesarkan oleh Bartholomew Kuma sejak bayi, ia bukan anak kandung Kuma. Ibu Bonney, Ginny, pernah diculik untuk dijadikan istri seorang Bangsawan Dunia. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Bonney. Namun, setelah Ginny mengidap penyakit Sisik Safir akibat eksperimen Saint Jaygarcia Saturn, mereka diusir dari Mary Geoise.

Bonney dibesarkan oleh Kuma setelah ibunya meninggal. Ia menjadi bajak laut sejak usia 10 tahun. Dengan Buah Iblis Toshi Toshi no Mi, ia bisa mengubah penampilannya menjadi wanita dewasa. Meski begitu, ia masih seorang anak-anak di bawah umur.

Penutup

Dalam dunia One Piece, siapa pun bisa menjadi bajak laut, termasuk keturunan Bangsawan Dunia. Mereka memilih jalur yang berbeda, mengikuti impian dan keinginan mereka sendiri. Keempat karakter di atas menunjukkan bahwa latar belakang tidak selalu menentukan masa depan seseorang.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *